…

Teliti membedakan ayat yang mirip

Dua ayat yang hampir sama tampil utuh, satu di atas yang lain. Temukan kata yang berbeda di ayat bawah, secepat dan seteliti mungkin. Pasangan seperti inilah yang paling sering tertukar saat menghafal.

Kedua ayat selalu tampil utuh, tidak diacak. Satu sesi berisi 10 pasangan.

Cara & adab

Cara

  1. Pilih tingkat: Teliti (kedua ayat berbeda 1–2 kata) atau Awas (berbeda 3–4 kata), lalu ketuk Mulai.
  2. Dua ayat yang hampir sama tampil utuh. Ketuk kata di ayat bawah yang tidak ada di ayat atas: kata yang berbeda, atau kata tambahan.
  3. Penghitung menunjukkan berapa kata berbeda yang sudah ditemukan. Ketukan pada kata yang ternyata sama dicatat sebagai ketukan keliru; permainan tetap berlanjut.
  4. Kata yang hanya beda tanda penulisan (tanwin ٌ/ٞ, alif kecil, mad, sukun karena idgham, tanda waqaf) bukan beda kata: mengetuknya tidak dihitung keliru.
  5. Bila buntu, ketuk Tunjukkan. Pembahasan menyorot beda di kedua ayat, dengan tautan ke Reader.

Hasil & rekor

  • Waktu dihitung selama pasangan tampil sampai semua beda ditemukan; waktu membaca pembahasan tidak dihitung, begitu juga saat layar ditinggalkan.
  • Rekor pribadi per tingkat = waktu tercepat untuk 10 pasangan. Rekor hanya sah bila tanpa Tunjukkan dan ketukan keliru paling banyak 1 dari 5 ketukan (ketepatan ≥ 80 %), supaya mengetuk semua kata tidak menjadi jalan pintas.
  • Anggota: rekor dan riwayat tersimpan di akun, dan pasangan yang meleset (memakai Tunjukkan atau ada ketukan keliru) muncul lebih dulu di sesi berikutnya. Tamu: tidak ada yang disimpan.

Adab

  • Teks ayat tidak diacak dan tidak dipotong: kedua ayat selalu tampil utuh dalam rupa mushaf.
  • Tanpa musik, tanpa bunyi, tanpa undian, tanpa papan peringkat.
  • Tujuannya ketelitian menghafal; baca kedua ayat dengan tenang di pembahasan.

Pasangan ayat: lapisan Ayat Serupa hamba.id (dihitung dari data kata mushaf hamba.id). Beda kata dihitung ulang kata demi kata. Lihat dari mana teks ini berasal.

Akhiri sesi?