Ringkasan sekali baca
Teks Arab yang Anda baca berasal dari basis data resmi Mushaf Madinah (QPC Hafs) terbitan Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd — termasuk tata letak 15 barisnya, sehingga halaman di layar sama dengan halaman di mushaf cetak itu. Bukan Mushaf Standar Indonesia terbitan Kemenag, yang letak tanda waqafnya berbeda di banyak tempat.
Lapisan-lapisan di atas teks itu — arti per kata, i'rab, warna tajwid, penjelasan tanda waqaf — dihasilkan otomatis dari korpus dan kaidah, lalu kami periksa silang dengan mesin kedua yang kami tulis sendiri. Semuanya berstatus tinjauan: berguna untuk belajar, bukan pengganti guru dan bukan rujukan fatwa.
Halaman ini kami perbarui setiap kali ada sumber baru masuk. Terakhir diperbarui: 1 November 2026.
Status tashih: mushaf ini belum bertashih LPMQ
Peraturan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 2016 mendefinisikan Mushaf Al-Qur'an sebagai lembaran atau media berisi ayat-ayat Al-Qur'an "baik cetak maupun digital", dan mewajibkan setiap mushaf yang diedarkan di Indonesia memperoleh Surat Tanda Tashih atau Surat Izin Edar dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama.
Mushaf digital di situs ini belum memiliki surat itu. Kami menyampaikannya di muka, bukan menunggu ditanya.
Apa artinya bagi Anda
- Teksnya sendiri bukan ketikan kami. Ia diambil apa adanya dari basis data QPC Kompleks Raja Fahd — mushaf yang sudah melalui pentashihan di negara penerbitnya dan dipakai luas di dunia.
- Yang belum ada adalah pemeriksaan oleh LPMQ terhadap penyajian digital kami: apakah setiap huruf, harakat, dan tanda tampil benar di layar, dan apakah lapisan tambahan kami tidak menyesatkan.
- Untuk ibadah dan hafalan, mushaf cetak bertashih tetap rujukan utama. Pakailah halaman ini sebagai alat bantu belajar, dan cocokkan dengan mushaf Anda bila ragu.
Kami mencatat ini sebagai kewajiban yang belum ditunaikan, bukan sebagai hal yang bisa diabaikan. Preseden yang kami pelajari: sebuah aplikasi Qur'an dengan lebih dari 500.000 unduhan dihapus dari toko aplikasi pada 2024 setelah ketahuan ada surah yang jumlah ayatnya keliru. Pembaca Indonesia memang memeriksa — dan itu bagus.
Lapis demi lapis: apa sumbernya
| Lapisan | Sumber | Status & lisensi |
|---|---|---|
| Teks Arab | QPC Hafs — Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd, Madinah (diambil lewat Quranic Universal Library) | atribusi Ketentuan redistribusi massal belum kami verifikasi ke Kompleks. Tanwin bertumpuk dinormalkan ke tanwin Unicode standar agar tampil benar di font apa pun — nilai harakatnya tidak berubah. |
| Tata letak 15 baris | Basis data resmi QPC v2 (604 halaman, urutan baris & halaman autentik) | atribusi Ini Mushaf Madinah, bukan Mushaf Standar Indonesia — pemenggalan baris dan letak tanda waqafnya bisa berbeda dari mushaf yang biasa Anda pegang. |
| Terjemah ayat | Terjemahan Kementerian Agama RI | perlu dipastikan Ketentuan pemakaian-ulang belum diverifikasi resmi ke Kemenag/LPMQ. Edisi mana persisnya (2019 atau revisi sebelumnya) juga belum kami buktikan lewat sampel resmi — ini butir terbuka kami yang paling lama. Catatan akidah: pada dua ayat, keterangan dalam kurung di terjemah ini memuat penafsiran atas sifat Allah — QS 2:255 Kursi “(ilmu dan kekuasaan-Nya)” dan QS 5:64 “(Maha Pemurah)”. Teks Kemenag tidak kami ubah; di bawah kedua terjemah itu kami tambahkan catatan yang mengutip at-Tafsir al-Muyassar (penetapan Kursi dan dua tangan bagi Allah tanpa tasybih dan tanpa takyif) — di Reader, Baca berurutan, Ayat Pilihan, latihan hafalan, hasil pencarian, dan halaman Catatan Tadabbur (termasuk ekspor .md). Di kartu gambar ayat, teks yang disalin, dan daftar ringkas, catatan tampil singkat (tanpa kutipan Arab), dan hanya bila keterangan dalam kurung itu memang terlihat. |
| Arti, akar, lema, kelas kata | Basis data kosakata paket kami, dibangun di atas Quranic Arabic Corpus (Univ. Leeds) | GNU GPL Wajib atribusi & berbagi-serupa. Arti bersifat tingkat lema, belum kontekstual per bentuk — sebagian ditandai "perkiraan". |
| Bentuk sharaf & tautan pelajaran | Morfologi QAC + i'rab al-Muyassar dan ad-Da'as, dipetakan otomatis ke kurikulum kami | tinjauan Dihasilkan otomatis; cakupan Nahwu sekitar 79%. Tidak adanya tautan bukan berarti kata itu tak punya i'rab. |
| Kata sulit (gharib) | Kamus gharib al-Muyassar dan as-Seraj | dicabut 25 Agu 2026 Kitab berhak cipta. Tidak lagi disertakan di Mushaf Reader — dulu tertanam di panel ayat, kini dicabut karena penyertaan seluruh 6.236 ayat pada halaman terbuka melampaui batas kutipan yang wajar. Berkas rujukannya tetap ada, terbatas untuk pengguna terdaftar dan pemakaian belajar; tidak untuk redistribusi terpisah atau komersial. |
| I'rab | Kitab i'rab al-Muyassar dan ad-Da'as | dicabut 25 Agu 2026 Sama seperti di atas. Alih-istilah Indonesia-nya ikut dicabut: ia substitusi otomatis atas kalimat yang sama, jadi karya turunan — bukan tulisan mandiri. Label bentuk sharaf & tautan pelajaran (baris di atas) tetap ada: yang dipakai di sana kesimpulan tata bahasanya, bukan kalimat kitabnya. |
| Transliterasi Latin | Dihasilkan otomatis dari teks Uthmani (bukan dari lema kamus), dihitung per ayat di perangkat Anda | karya kami Memakai abjad yang dipakai Qur'an Kemenag: ts ḫ kh dz sy sh dl th dh ' gh, vokal panjang â î û, diftong ai/au, dan ikhfa sebelum ق/ك ditulis "ng" (ming qablik). Karena dihitung per ayat dan bukan per kata, kaidah antar-kata ikut terpakai — hamzah washal lesap beserta huruf syamsiyah (bismi + allâhi → bismillâhi), mad dipendekkan saat bertemu sakin, idgham dan iqlab, serta waqaf di ujung ayat. Belum ditashih siapa pun, dan tidak dimaksudkan menggantikan belajar membaca huruf Arab. Satu hal sengaja berbeda dari cetakan: kami tidak menghentikan bacaan pada tanda waqaf di tengah ayat, karena setelah kami periksa, titik henti pada cetakan ternyata tidak mengikuti tanda yang tercetak di mushaf sehingga tidak bisa kami turunkan dari data — di layar, satu ayat selalu ditulis bersambung sampai ujungnya. |
| Warna tajwid | cpfair/quran-tajweed — pohon keputusan 18 hukum bacaan | CC BY 4.0 Kami jalankan ulang atas teks kami sendiri setelah menyelaraskan empat beda ejaan QPC↔Tanzil, lalu memeriksanya dengan mesin kaidah yang kami tulis terpisah. Belum ditashih siapa pun. Di kartu gambar ayat yang memakai warna tajwid, atribusi “cpfair/quran-tajweed · CC BY 4.0” ikut tergambar di kartunya, sebagaimana diminta lisensinya. |
| Tanda waqaf | Tanda yang memang tercetak di teks QPC; penjelasannya kami susun dari rujukan tajwid | karya kami Jumlah tiap tanda kami hitung sendiri dari teks ini. Angka pembanding Mushaf Standar Indonesia berasal dari sumber luar dan belum kami periksa satu per satu. |
| Audio murattal | everyayah.com (hotlink, tidak kami simpan) | lisensi tidak diketahui Situs itu tidak memuat pernyataan lisensi atau hak cipta apa pun. Kami sedang mencari sumber berlisensi pasti sebagai gantinya. Audio adalah satu-satunya bagian yang tidak ikut offline. Video murattal di Studio Kartu Ayat (sejak 6 Oktober 2026) memakai rekaman yang sama. Videonya dibuat di perangkat Anda sendiri: peramban Anda mengambil audionya langsung dari everyayah.com, tidak melalui server kami, dan tidak ada salinan yang kami simpan. Nama qari dan tulisan “audio everyayah.com” tertulis di video dan di teks yang ikut dibagikan. Hak atas rekaman tetap milik para qari — karena itu kami meminta video ini dibagikan tanpa tujuan komersial dan tidak dimonetisasi. Izin tertulis dari pengelola everyayah maupun dari para qari belum kami miliki. |
| Segmen kata audio (sorot kata berjalan) |
quran-align oleh Collin Fair, rilis 24 November 2016 (github.com/cpfair/quran-align) | CC BY 4.0 Berkas waktu per kata untuk dua belas qari — dari dua puluh tiga qari yang bisa dipilih di Reader; empat lagi memakai sumber kedua (lihat di bawah), dan tujuh sisanya tetap bisa diputar, hanya tanpa sorot kata karena data waktunya memang tidak ada. Dua hal kami ukur sendiri dan sebut apa adanya: (1) penyusunnya memakai pemisahan kata teks Tanzil, penomoran kami memakai QPC — keduanya cocok pada 6.229 dari 6.236 ayat, dan pada ayat yang tidak cocok sorot kata sengaja dimatikan daripada menyorot kata yang keliru; (2) untuk Al-Husary dan Abdul Basit, berkas waktu yang tersedia dibuat atas rekaman berlaju bit lebih rendah — durasinya kami ukur berselisih 8–60 ms dan 31–32 ms dari rekaman yang kami putar, lebih kecil daripada ketelitian data itu sendiri (penyusunnya mengukur simpangan rata-rata <73 ms); enam qari yang kami tambahkan 20 September 2026 justru kami putar pada rekaman berlaju bit sama dengan berkas waktunya, sehingga tidak perlu penyesuaian sama sekali. Dua cacat di data sumbernya kami sebut juga: berkas As-Sudais di rilis itu diawali pesan galat proses pembuatannya sebelum datanya (datanya sendiri utuh 6.236 ayat), dan pada Asy-Syuraim satu ayat (Yusuf: 76) tidak punya data waktu sama sekali sehingga ayat itu diputar tanpa sorot. Selain itu 214 dari 772.773 penggal waktu (0,028 %) tercatat berakhir sebelum atau tepat saat dimulai; penggal begitu kami jepit supaya waktunya selalu maju, akibatnya kata itu tidak tersorot — sekali lagi, lebih baik diam daripada keliru. Untuk Mahir al-Mu'aiqly, Yasir ad-Dausari, Sa'ad al-Ghamidi, dan Khalifah at-Tunaiji data waktunya bukan dari sini melainkan dari QUL (qul.tarteel.ai, Quranic Universal Library, milik Tarteel) — halaman sumber dayanya tidak mencantumkan lisensi, dan itu kami sebut apa adanya. Dua hal kami ukur sendiri sebelum memakainya: berkas audio yang ditunjuk QUL ternyata berkas yang sama persis dengan yang kami putar dari everyayah (ukuran bita dan durasi identik, selisih 0 ms, pada ayat-ayat uji untuk keempat qari itu), dan penomoran katanya cocok dengan penomoran kami pada 92,6–93,8 % ayat (paling rendah Mahir al-Mu'aiqly 5.772 dari 6.236, paling tinggi Khalifah at-Tunaiji 5.851); sisanya diputar tanpa sorot karena pemisahan katanya berbeda atau urutan indeksnya rusak di data itu sendiri. Data waktu yang sama dipakai untuk sorot kata di video murattal; bila dipakai, sumbernya ikut tertulis di video (“cpfair/quran-align · CC BY 4.0” atau “QUL (Tarteel)”). Untuk tujuh qari tanpa data waktu, video menyorot ayatnya, bukan kata. |
| Mutasyabihat (frasa yang berulang) |
Dihitung sendiri dari teks kata Reader ini juga (lapisan “kata per kata” di atas) — bukan unduhan pihak ketiga | karya kami Yang ditandai adalah frasa tiga kata atau lebih yang muncul di lebih dari satu ayat: 3.744 frasa, 12.142 kemunculan, menyentuh 3.877 dari 6.236 ayat. Ini hitungan mekanis atas teks, bukan daftar mutasyabihat karya ulama, dan kami menyebutnya begitu di dalam aplikasi juga. Tiga hal kami ukur dan sebut apa adanya: (1) mushaf menulis idgham dengan memindahkan syaddah ke huruf pertama kata berikutnya, sehingga kata yang sama muncul dalam dua ejaan — kami satukan keduanya, kecuali sembilan kelompok yang ternyata benar-benar dua kata berbeda (mis. مَّالِ “harta” lawan مَالِ “apa bagi”), yang sengaja tidak disatukan; (2) penomoran kata di dalam Reader ternyata berbeda satu angka antara tampilan bersambung dan tampilan mushaf cetak pada 199 ayat bertanda hizb ۞ — penandaan kami menyesuaikan diri pada tiap tampilan, dan perbedaannya kami catat untuk diperbaiki di akarnya; (3) pada empat ayat yang pemisahan katanya memang berbeda antara kedua tampilan (15:7, 27:20, 36:22, 37:130) penandaan di tampilan mushaf cetak sengaja dimatikan — lebih baik diam daripada menandai kata yang keliru, kaidah yang sama dengan sorot kata di atas. Belum ditashih siapa pun. |
| Ayat serupa (kembaran & mode penghafal) |
Dihitung sendiri dari teks kata Reader ini juga — sumber yang sama dengan baris Mutasyabihat di atas | karya kami Dua ayat dipasangkan bila berbagi potongan tiga kata atau lebih, lalu diberi skor: berapa persen dari kedua ayat itu sama (koefisien Dice atas kata). Yang disimpan berskor ≥ 50: 1.455 pasangan — 729 sama persis, 132 beda satu sampai dua kata, 594 selebihnya — menyentuh 1.023 dari 6.236 ayat. Ini hitungan mekanis atas teks, bukan daftar mutasyabihat karya ulama, dan kami menyebutnya begitu di dalam aplikasi juga. Dua hal kami ukur dan sebut apa adanya: (1) mushaf menulis tanwin dalam dua bentuk (ٍ dan bentuk bertumpuknya) — saat mencocokkan kedua bentuk kami anggap sama, kalau tidak QS 3:89 dan 24:5 yang identik kata per kata akan terbaca “beda satu kata”; tetapi perbedaan itu tetap dilaporkan, tidak disamarkan, dan ayat yang begitu kami sebut “sama, beda penulisan tanwin”; (2) penanda di dalam teks mengikuti penomoran kata tiap tampilan, dengan kekecualian yang sama seperti baris Mutasyabihat. Angka pembanding di pustaka QUL (4.001 baris) tidak kami pakai dan tidak bisa dibandingkan langsung, karena rumus skor mereka tidak dipublikasikan. Belum ditashih siapa pun. |
| Penutup ayat (fawasil) | Dihitung sendiri dari teks kata Reader ini juga — sumber yang sama dengan dua baris di atas | karya kami Ayat dikelompokkan menurut dua kata terakhirnya: 765 pola yang dipakai lebih dari satu ayat, menyentuh 3.000 dari 6.236 ayat (48,1 %). Lapisan ini sengaja dibuat karena dua lapisan di atas menuntut potongan minimal tiga kata, sedangkan penutup ayat umumnya dua — 2.218 ayat karenanya tidak tersentuh keduanya. Selain jumlah ayat yang berakhir sama, kami juga menandai penutup yang beda tepat satu kata (mis. لَا يَعْلَمُونَ lawan لَا يُؤْمِنُونَ), sebab di situlah hafalan paling sering tersangkut. Dua bentuk penulisan tanwin dianggap sama, alasannya sama dengan baris Ayat serupa. Ini hitungan mekanis atas teks, bukan daftar fawasil karya ulama, dan kami menyebutnya begitu di dalam aplikasi juga. Belum ditashih siapa pun. |
| Tema ayat (judul kelompok ayat) |
Subjudul terjemahan Kementerian Agama RI — judul kelompok ayat yang tercetak di terjemahan yang sama dengan baris Terjemahan Indonesia di atas | perlu dipastikan 1.135 judul di 76 surah, diambil apa adanya dari berkas terjemahan; kata-katanya tidak kami ubah. 38 surah pendek memang tidak bersubjudul, jadi tidak diberi tema — tidak kami isi sendiri. Ayat sebelum subjudul pertama sebuah surah (mis. Ar-Rahman 1–13) juga dibiarkan tanpa tema. Status izin dan edisinya sama dengan baris Terjemahan Indonesia. Unduhan “ayah themes” dari Quranic Universal Library sengaja tidak kami pakai: berbahasa Inggris, tanpa keterangan penyusun, dan memuat rumusan akidah yang keliru. |
| Topik ayat (chip “Topik” di panel ayat) |
Konsep ontologi Quranic Arabic Corpus (Kais Dukes, Universitas Leeds) lewat unduhan “topics” Quranic Universal Library (qul.tarteel.ai); nama dan daftar ayatnya kami kurasi | perlu dipastikan QUL tidak mencantumkan lisensi unduhan ini. Yang kami pakai: lapis ontologi (284 konsep → 250 topik) dan, sejak GTOPIK2, lapis indeks tematik (672 simpul → 586 topik ajaran, kisah, dan alam gaib); seluruhnya 7.483 pasangan ayat-topik yang menyentuh 3.662 ayat, dapat ditelusuri di Indeks Topik. Topik tematik diterjemahkan tiga agen, lalu delapan agen lain menelaah namanya dan memeriksa setiap ayat calonnya: 823 dibuang, 183 ditambahkan karena rujukan QUL meleset. Lapis “indeks” QUL (1.550 entri), cabang “rujukan ilmiah”, dan deskripsi Wikipedia tidak kami pakai — di dalamnya ada rumusan yang menyelisihi akidah Ahlus Sunnah (mis. “Allah ada di mana-mana”). Nama topik kami terjemahkan dengan ejaan terjemah Kemenag, lalu ditelaah. Daftar ayat QUL ternyata berisik, jadi setiap pasangan ayat-topik diperiksa: 356 dibuang (ayat tetangga dalam satu kisah, kata sehomograf, dan ayat sifat/nama Allah yang masuk topik makhluk). Nama nabi, tokoh, dan tempat ditambah ayat yang menyebut namanya bila terjemah Kemenag ayat itu memuat nama tersebut. Sejak GTOPIK3, 528 ayat ditambahkan pada 65 topik (mis. ayat kisah yang merujuk seorang nabi lewat kata ganti): setiap tambahan hanya kami terima bila at-Tafsir al-Muyassar, Tafsir as-Sa’di, atau Tafsir Ibnu Katsir untuk ayat itu menegaskannya, dan kutipan Arab tafsirnya kami simpan bersama datanya. Pada GTOPIK4, topik Ibrahim, Nuh, Yusuf, Neraka, Agama, dan Bahtera Nabi Nuh dilengkapi 108 ayat dengan cara yang sama. Calonnya dipilih mesin dari teks sumber (nama tokoh di al-Muyassar, atau lafaz seperti جهنم dan الدين), lalu diputus satu per satu dan diaudit ulang oleh pemeriksa terpisah; 104 calon ditolak. Tiga ayat berlafaz تراب dikeluarkan dari “Tanah (permukaan bumi)” karena sudah ada di “Tanah & debu”. Letak 56 simpul di pohon Indeks Topik juga dirapikan: keenam rukun iman kini berkumpul di bawah “Rukun iman” (urutan QS 4:136, lalu takdir), para rasul berada di bawah “Rasul”, dan “Rukun Islam” diberi simpul “Kalimat tauhid” berisi 36 ayat yang memuat lafaz لا إله إلا. Topik “Ayat sajdah” memuat 15 ayat bertanda sajdah (۩) di teks mushaf. Telaah dan pemeriksaan ini dikerjakan dengan bantuan AI dan belum ditashih manusia. Daftarnya juga belum tentu lengkap, dan kami menyebutnya begitu di layar. |
| Font Arab | KFGQPC Uthmanic Script HAFS bila terpasang di perangkat Anda; bila tidak, Amiri Quran yang disematkan | SIL OFL Amiri berlisensi Open Font License. Karena fontnya bisa berbeda antar perangkat, bentuk sebagian glif bisa sedikit berbeda dari mushaf cetak. Di Reader Mushaf, pilihan huruf Amiri (font Amiri Quran) dan Hamba Naskh (turunan Scheherazade New © SIL Global, SIL OFL 1.1) kami bangun ulang dari sebaran Fontsource: teks Al-Qur’an kami memakai pengodean KFGQPC yang menulis tanwin berurutan (mutatabi’) dengan tiga titik-kode pinjaman, sehingga kedua font itu tadinya menggambarnya sebagai tanda lain. Yang kami ubah hanya peta titik-kode ke glif tanwin terbuka milik font itu sendiri; glifnya tidak diubah. Karena diubah, turunan Scheherazade tidak boleh memakai nama aslinya (ketentuan OFL), maka namanya Hamba Naskh. |
| Teks LPMQ pilihan huruf «Teks LPMQ» (seluruh 114 surah) |
Teks Arab Qur’an Kemenag/LPMQ (rasm Indonesia) keluaran plugin QuranKemenagInMsWord 2.0, digambar dengan font LPMQ Isep Misbah v1.00 (15 April 2018), © 2018 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, perancang M Zamroni Ahbab | izin tertulis belum ada Font dipakai apa adanya; berkasnya hanya dikemas ulang ke WOFF2, glifnya tidak diubah. Teks dipakai sesuai keluaran plugin, kecuali sepuluh koreksi kecil (docx sumber tidak diubah; koreksi tercatat di skrip pembangun): Omar mengecek ke cetakan Mushaf Standar Indonesia pada 4 Okt 2026 dan menemukan spasi nyasar di tengah kata pada plugin, yang kami buang di 2:205 («وَاللّٰهُ»), 3:106 («اَكَفَرْتُمْ»), 5:58 («بِاَنَّهُمْ»), 9:17 («وَفِى»), 11:32 («فَاَكْثَرْتَ»), 43:84 («وَّفِى»), dan 56:51 («الضَّاۤلُّوْنَ»); dua kata yang menempel di plugin kami pisahkan di 2:177 («الْبِرَّ اَنْ»); dan urutan kasrah–ya yang tertukar kami betulkan di 2:177 («وَفِى») dan 17:58 («فِى»), temuan kami sendiri yang dibetulkan atas permintaan Omar. Di 4:78 («اَيْنَ مَا») cetakan ternyata memisahnya, jadi teks plugin dibiarkan. Di 28 tempat lain (mis. 2:181, 3:67, 8:68) plugin menulis dua kata menempel; atas keputusan Omar semuanya ditampilkan sebagai dua kata berspasi. Cetakan dicek untuk 2:181 dan 3:67 (berspasi); di 8:68 cetakan tampak menempel, tetapi tetap kami beri spasi demi keseragaman dan agar tiap kata bisa diketuk sendiri; 25 tempat sisanya belum dicek ke cetakan. Di empat tempat pada surah 26 dan sesudahnya (27:20, 31:27, 36:22, 72:16) plugin menulis dua kata terpisah yang di Reader satu kata; semuanya ditampilkan berspasi sesuai plugin dan belum dicek ke cetakan. Berkas font tidak memuat naskah lisensi. Dasar pemakaian: pernyataan Kepala LPMQ saat peluncuran font (5 Mei 2018) bahwa pengembang aplikasi Qur’an digital dapat memakainya gratis; hamba.id belum meminta izin tertulis. Tiap kata diambil dari teks LPMQ dan disejajarkan dengan kata Reader (33 tempat yang pemenggalan katanya berbeda digabung atau dipotong). Penggalan baris dan halaman tetap mengikuti Mushaf Madinah 1421 H, bukan Mushaf Standar Indonesia cetak. Belum ditashih siapa pun. |
| Teks Indopak pilihan huruf «Indopak» |
Teks per kata QPC Nastaleeq (83.668 kata) dalam sebaran QUL (qul.tarteel.ai), digambar dengan font KFGQPC Nastaleeq milik Mujamma’ Malik Fahd li Thiba’at al-Mushaf asy-Syarif | lisensi KFGQPC Font boleh dipakai, disalin, dan disebar gratis, tetapi tidak boleh diubah; berkasnya kami pakai apa adanya. Teks Indopak tidak kami susun sendiri dan tidak dibuat dengan menggambar ulang teks Utsmani: tiap kata diambil dari teks Indopak itu dan disejajarkan dengan kata Reader (200 ayat bertanda hizb, 4 ayat yang pemenggalan katanya berbeda). Penggalan baris dan halaman tetap mengikuti Mushaf Madinah 1421 H, bukan mushaf Indopak cetak. Belum ditashih siapa pun. |
| Mushaf cetak (QCF V2) termasuk kepala surah & basmalah |
Font halaman QCF V2 (Mushaf Madinah cetakan 1421 H, satu berkas per halaman, 604 halaman) milik Mujamma’ Malik Fahd li Thiba’at al-Mushaf asy-Syarif, dalam kemasan yang disebarkan QUL (qul.tarteel.ai). Kepala surah memakai font berwarna QCF_SurahHeader_COLOR (bingkai hias dan nama surah dalam satu glif), juga dari Mujamma’ lewat QUL. Basmalah di awal surah memakai empat glif kata QS 1:1 dari font halaman 1, dipisahkan ke berkas kecil sendiri. Font nama surah surah-name-v2 (QUL) tetap dipakai sebagai cadangan bila font kepala surah gagal dimuat. Pilihan Mushaf cetak lama memakai font halaman QCF V1 (cetakan 1405 H, 604 berkas) dengan kode glif per kata dan tata letak 15 baris cetakan itu, keduanya dari QUL. Batas halamannya mengikuti cetakan 1405 H: di 36 halaman batas itu berbeda dari cetakan 1421 H, sehingga 56 ayat mulai di halaman lain. Basmalah di awal surah pada pilihan ini memakai empat glif kata QS 1:1 dari font halaman 1 QCF V1 yang sama, tanpa diubah. Glif QCF V2 yang sama dipakai untuk huruf Mushaf cetak di kartu gambar ayat (sejak 6 Oktober 2026). Empat ayat yang pemenggalan katanya di data glif berbeda dari teks QPC — QS 15:7, 27:20, 36:22, dan 37:130 — digambar dengan huruf Hafs, bukan dengan glif yang mungkin keliru. | izin umum Mujamma’ Dipakai berdasarkan izin umum Mujamma’ untuk pemakaian digital (dm.qurancomplex.gov.sa), tidak dijual, dan glifnya tidak diubah: berkasnya hanya dikemas ulang ke WOFF2 atau dikurangi jumlah glifnya. Berkas-berkas itu sendiri tidak memuat teks lisensi: font halaman berlabel “Test Font, KFGQPC”, font kepala surah hanya bertuliskan “King Fahad Complex, All rights reserved”, dan surah-name-v2 tidak mencantumkan pemilik. Izin tertulis khusus untuk situs ini belum kami miliki. |
| Nama juz di kepala halaman | Font quran-common dari QUL (qul.tarteel.ai), hanya 30 ligatur nama juz (“الجزء الأول” sampai “الجزء الثلاثون”). Berkasnya dikurangi jumlah glifnya ke 30 ligatur itu dan dikemas ke WOFF2; glifnya tidak diubah. | lisensi tidak dicantumkan Halaman sumber daya QUL tidak memuat pernyataan lisensi, dan berkas fontnya hanya menyebut “qul.tarteel.ai”. |
| Tafsir al-Muyassar | at-Tafsir al-Muyassar, disusun sekelompok ulama di bawah Mujamma’ al-Malik Fahd, Madinah — teks Arab beserta terjemahan Indonesianya, satu baris per ayat. Ayat yang di dalam kitab dibahas bersama disatukan kembali: 6.236 ayat menjadi 5.044 blok. | perlu dipastikan Asal salinan digital teks Arabnya belum tercatat di paket kami, dan ketentuan pemakaian-ulangnya dari Mujamma’ belum kami periksa. Terjemahan Indonesia dikerjakan dengan bantuan AI dan belum ditashih siapa pun. |
| Tafsir as-Sa'di | Taisir al-Karim ar-Rahman karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (w. 1376 H) — teks Arab dari repositori GitHub spa5k/tafsir_api (edisi ar-tafsir-as-saadi, diunduh 7 Sep 2026). Basis edisi cetaknya diduga Mu'assasah ar-Risalah, tahqiq Abdurrahman bin Mu'alla al-Luwaihiq (1420 H) — belum dibuktikan. 1.739 blok. | belum ditashih Catatan kaki dan takhrij muhaqqiq tidak disertakan. Teks Arabnya belum diverifikasi baris per baris terhadap edisi cetak. Terjemahan Indonesia dikerjakan dengan bantuan AI (rampung 11 Sep 2026) dan belum dibandingkan dengan terjemahan cetak mana pun. Di Reader, blok panjang dipotong per ayat bila penanda ayatnya lengkap (sekitar 83 % ayat); selebihnya tampil sebagai blok utuh. |
| Tafsir Ibnu Katsir | Tafsir al-Qur'an al-'Azhim karya al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H) — teks Arab dari berkas ar-tafsir-ibn-kathir Quranic Universal Library. Basis edisinya tahqiq Sami bin Muhammad Salamah, Dar Thayyibah, cet. II 1420 H (dibuktikan lewat metadata OpenITI dan kecocokan teks 88,8 %). 1.911 blok. | matan domain publik Penulis wafat 774 H. Aparatus editor tidak disertakan: 31.203 catatan kaki tahqiq dicabut, karena bagian itulah yang berhak cipta. Harakat, tanda baca, pemenggalan paragraf, dan pemetaan ke ayat tetap warisan edisi tersebut. Terjemahan Indonesia dikerjakan dengan bantuan AI dan belum ditashih. 125 catatan penilaian perawi yang ditambahkan AI — bukan dari Ibnu Katsir — kami buang; 16 catatan tentang kejanggalan teks sumber dipertahankan dan tampil sebagai catatan penerjemah. Satu cacat sumber yang sudah kami ketahui: tafsir QS 9:27 hampir seluruhnya mengulang tafsir 9:25–26 (kemiripan 96,5 %). |
| Tafsir ath-Thabari | Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an karya Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari (w. 310 H) — teks Arab dari berkas ar-tafsir-al-tabari Quranic Universal Library. Berkas itu tidak menyebut edisi cetak yang menjadi dasarnya. 3.636 blok. Terjemahan Indonesia untuk Al-Fatihah, Juz 30, dan seluruh QS al-Baqarah (1–286) (396 blok): 87 blok dari folder terjemah Tadabur.id, dan 309 blok diterjemah utuh dari matan Arab di atas — yaitu blok yang di Tadabur.id hanya berupa ringkasan, rusak, atau hasil mesin, seluruh surah an-Nazi’at, dan al-Baqarah. Lafaz matan Arab yang diduga salah tulis dalam berkas sumber (ditemukan saat menerjemah dan memeriksa QS al-Baqarah 101–286; 546 tempat) ditandai garis titik-titik dengan catatan singkat. Teks Arabnya tidak kami ubah, dan dugaan itu belum dicocokkan dengan edisi cetak. | perlu dipastikan Edisi dasarnya belum kami pastikan. Salinan OpenITI yang kami miliki berasal dari edisi lain (Dar Hajr, tahqiq Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin at-Turki, cet. I 1422 H) dan belum dibandingkan dengan teks ini. Aparatus editor tidak disertakan: 20.622 catatan kaki tahqiq dicabut, dan 20.289 nomor riwayat buatan pentahqiq (di berkas sumber hanya ada sampai QS 14:27) diganti tanda ⁕ supaya seragam dengan bagian sesudahnya. Pemenggalan paragraf dan pemetaan ke ayat tetap warisan berkas sumber. Riwayat dalam kitab ini disebut beserta sanadnya; derajat tiap riwayat tidak kami nilai, dan tidak semuanya sahih. Terjemahan Indonesia dikerjakan dengan bantuan AI dan belum ditashih; 68 catatan tahqiq yang ikut diterjemahkan juga dicabut. Terjemah di Tadabur.id yang ternyata hanya ringkasan (16 blok, termasuk 6 dari 7 blok Al-Fatihah), rusak (QS 78:12, 78:21, 78:26), atau ternyata hasil mesin yang kacau (QS 108:1) tidak dipakai, melainkan diterjemah ulang utuh. Terjemah itu diperiksa otomatis — paragraf, mata rantai sanad, dan kutipan ayat harus sejajar dengan matan — lalu seluruh paragrafnya dicocokkan ulang dengan teks Arab oleh pemeriksa terpisah. Terjemah dari Tadabur.id juga diperiksa paragraf demi paragraf terhadap teks Arab; 221 perbaikan (19 di antaranya kesalahan berat, misalnya penjelasan sahabat yang tertulis sebagai firman Allah, atau makna yang terbalik) dipasang setelah diputus oleh verifikator kedua, termasuk arti untuk bait syair yang semula dibiarkan berbahasa Arab. Di luar cakupan itu belum ada terjemah; Reader menampilkan teks Arab. |
| Penomoran hadis Reader Hadis (layar satu hadis) |
Sejak 25 Okt 2026 tiap hadis menampilkan dua nomor. (1) Al-‘Alamiyyah — nomor di judul untuk sembilan kitab (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, empat Sunan, Musnad Ahmad, Sunan ad-Darimi, al-Muwaththa’). Nomor urut hamba.id untuk kitab-kitab ini sama persis dengan nomor di data Islam Ware, galur yang juga dipakai Ensiklopedi Hadits Kitab 9 Imam (Lidwa Pusaka): 62.169 dari 62.169 hadis, dibandingkan teks per nomor. Lidwa Pusaka menyebut penomorannya Al-‘Alamiyah. Jumlahnya: Bukhari 7.008, Muslim 5.362, Abu Dawud 4.590, at-Tirmidzi 3.891, an-Nasa’i 5.662, Ibnu Majah 4.332, Ahmad 26.363, ad-Darimi 3.367, al-Muwaththa’ 1.594. (2) Penomoran yang paling umum dirujuk — di subjudul: Shahih Bukhari menurut Fathul Bari (penomoran Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi, 7.563 nomor); Shahih Muslim menurut Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi (3.033 nomor; huruf a, b, c di situs lain bukan bagian penomoran ini, jadi beberapa riwayat berbagi satu nomor); Sunan Abu Dawud menurut Muhammad Muhyiddin ‘Abdul Hamid (5.274); Jami’ at-Tirmidzi menurut tahqiq Ahmad Syakir, Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi, dan Ibrahim ‘Athwah ‘Iwadh (3.956); Sunan an-Nasa’i menurut ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah (5.758); Sunan Ibnu Majah menurut Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi (4.341); Musnad Ahmad menurut edisi ar-Risalah (tahqiq Syu’aib al-Arna’uth dkk., 27.647 nomor); Sunan ad-Darimi menurut tahqiq Husain Salim Asad ad-Darani (Dar al-Mughni, cet. I 1412 H; 3.546 nomor); al-Muwaththa’ (riwayat Yahya al-Laitsi) menurut nomor urut tahqiq Muhammad Mushthafa al-A’zhami (Mu’assasah Zayid, 1425 H/2004), yang juga menomori atsar dan perkataan Imam Malik, sehingga satu hadis di sini bisa mencakup beberapa nomor (mis. hadis pertama = no. 4–5). Kedua penomoran itu dipilih karena dipakai takhrij dorar.net pada sampel yang kami periksa (7 nomor ad-Darimi dan ±20 hadis al-Muwaththa’); nomor jilid/halaman juga masih sering dirujuk. Sejak HB43 (25 Okt 2026) layar satu hadis al-Muwaththa’ juga menampilkan penomoran Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi di baris «Nomor» (per kitab: kitab 1–61, nomor hadis dimulai dari 1 di tiap kitab), beserta nama kitabnya dalam bahasa Arab; nomor ini juga ikut disebut saat hadis disalin atau dibagikan. Sumbernya cetakan Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi, Beirut, 1406 H/1985 M («صححه ورقمه وخرج أحاديثه وعلق عليه: محمد فؤاد عبد الباقي»), lewat salinan al-Maktabah asy-Syamilah buku 1699, yang menyatakan penomorannya sesuai cetakan (OpenITI Shamela0001699); nama kitab Arab diambil dari berkas itu. Fu’ad menomori hadis dan sebagian atsar. Atsar atau perkataan Malik yang di cetakan itu tidak bernomor sendiri ditandai «tanpa nomor sendiri (sesudah kitab K no. N)». Hasilnya: 1.527 hadis bernomor (14 di antaranya mencakup dua nomor), 58 tanpa nomor sendiri, dan 9 belum dicocokkan. Di berkas digital itu lima nomor dipakai lebih dari sekali (kitab 20 no. 13 tiga kali; 20/48, 21/49, 31/14, 31/37, masing-masing dua kali). Nomor itu ditampilkan apa adanya karena belum dicocokkan dengan cetakan kertas. Sejak 26 Okt 2026 penomoran Fu’ad bisa dicari di Cari Hadis dengan menulis nomor kitab dan nomor hadis, mis. «malik 46:3»; hadis yang ditandai «tanpa nomor sendiri» tidak ikut ditemukan. Nama penomoran dicocokkan ke edisi cetaknya di al-Maktabah asy-Syamilah (buku 1673, 1727, 1726, 1435, 829, 1198, 25794). Nomor per hadis dicocokkan otomatis lewat teks Arab: enam kitab pertama terhadap teks bernomor galur sunnah.com (penjajaran kata per kata, ditambah pasangan berkeyakinan tinggi; nomor yang mematahkan urutan dibuang), Musnad Ahmad terhadap teks edisi ar-Risalah. Hadis yang tidak ditemukan pasangannya hanya menampilkan nomor Al-‘Alamiyyah (Bukhari 41 hadis, Muslim 818, Abu Dawud 142, at-Tirmidzi 110, an-Nasa’i 102, Ibnu Majah 13, Ahmad 131, ad-Darimi 14, al-Muwaththa’ 4). Teks kedua edisi itu (OpenITI Shamela0021795 dan Shamela0028107) hanya dipakai sebagai pembanding untuk mencocokkan nomor; tidak ada teksnya yang ditampilkan. Perbaikan HB43 (25 Okt 2026): pengurai teks pembanding semula melewatkan penanda nomor yang bersisipan tanda halaman naskah (mis. «# 21 ms084 -»). Akibatnya 8 nomor al-A’zhami bergeser satu–dua angka (al-Muwaththa’ no. 15, 284, 304, 613, 649, 722, 761, 1514), dan 12 hadis ad-Darimi tidak mendapat nomor Asad. Keduanya sudah dibetulkan. Mesin penjajaran juga ternyata tidak selalu memberi hasil yang sama antarjalan pada hadis yang skornya bersaing (7 hadis); hadis itu kini diputus lewat perbandingan teks langsung. Pencocokan memakai mesin yang sama dengan Musnad Ahmad (selisih nomor harus sejalan dengan hadis-hadis di sekitarnya, atau nomornya tepat di antara nomor dua tetangganya). Lima kitab cetak (Shahih Ibnu Khuzaimah, al-Mustadrak, Shahih Ibnu Hibban, Sunan ad-Daruquthni, as-Sunan al-Kubra al-Baihaqi) tidak termasuk penomoran Al-‘Alamiyyah: judulnya memakai nomor cetak edisinya (lihat baris masing-masing di bawah), sedangkan nomor urut hamba.id hanya dipakai di alamat halaman. Sejak HB40 (25 Okt 2026) label yang sama dipakai di Cari Hadis (termasuk pencarian nomor: angka dicari pada nomor Al-‘Alamiyyah dan penomoran umum tiap kitab), Koleksi Hadis, halaman Rawi, dan tampilan daftar (Reader lama); nomor rujukan galur sunnah.com untuk Sunan ad-Darimi tidak lagi ditampilkan atau dicari karena edisinya belum terbukti (sejak HB41 diganti penomoran Husain Salim Asad). | atribusi Penomoran adalah kerja para muhaqqiq dan penyusun yang disebut; hamba.id hanya mencantumkan nomornya. Pencocokan otomatis belum ditashih: periksa ke edisi cetaknya sebelum mengutip. |
| Shahih Ibnu Khuzaimah Reader Hadis & Cari-Hadis |
Kitab ke-10 Reader Hadis (ditambahkan 4 Okt 2026), berstatus percobaan. Mukhtashar al-Mukhtashar min al-Musnad ash-Shahih karya Imam Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (w. 311 H), terbitan tahqiq Dr. Muhammad Mushthafa al-A’zhami (al-Maktab al-Islami, Beirut; berkas Syamilah menyebut cet. II 1412 H/1992 M), no. 1–3079; kitab yang sampai kepada kita berhenti di bab umrah. Teks Arab dan harakatnya dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 1446, diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 17 Okt 2026). Pemenggalan per hadis dan peta nomor dibantu salinan korpus OpenITI (Shamela0001446) sebagai pembanding. 3.078 hadis; nomor urut hamba.id bisa bergeser satu angka dari nomor cetak (739 dan 2476 tidak ada di sumber, 1693 dipakai dua kali); sejak 25 Okt 2026 judul tiap hadis di Reader memakai nomor cetak itu, nomor urut hamba.id hanya dipakai di alamat halaman, dan nomor cetak bisa dicari di Cari-Hadis. Shalawat ditulis dengan tanda «ﷺ» seperti di Syamilah; kalimat penghormatan lain yang di Syamilah ditulis sebagai satu tanda (mis. رضي الله عنه، عز وجل) ditulis sebagai kata dan diberi harakat menurut bentuk yang paling sering di sembilan kitab Reader Hadis lainnya (رحمهم الله dibiarkan tanpa harakat karena tidak ada contohnya). | atribusi Matan klasik; digitalisasi dan harakat adalah kerja al-Maktabah asy-Syamilah, ditampilkan atas keputusan pengelola (17 Okt 2026) dengan menyebut sumbernya di sini. Ta’liq al-A’zhami, catatan al-Albani, dan aparatus penyunting lain tidak disertakan. Sekitar 0,6 % kata yang tidak ditemukan padanannya di salinan Syamilah dibiarkan tanpa harakat. Belum ditashih; belum ada sanad untuk kitab ini. Terjemah Indonesia (sejak 19 Okt 2026) dibuat hamba.id dengan bantuan AI — lihat baris Terjemah Indonesia hadis. Menu kitab dan kepala bab (sejak 17 Okt 2026) diambil dari daftar isi berkas Syamilah yang sama: judul dipetakan ke hadis pertama sesudahnya, sisipan penyunting dalam «…» tidak diikutkan, dan nama kitab serta judul bab Indonesia (judul bab sejak 19 Okt 2026) dibuat AI (belum ditashih). |
| al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain Reader Hadis & Cari-Hadis |
Kitab ke-11 Reader Hadis (ditambahkan 17 Okt 2026), berstatus percobaan. al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain karya al-Hafizh Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Abdillah al-Hakim an-Naisaburi (w. 405 H), terbitan dirasah & tahqiq Mushthafa ‘Abdul Qadir ‘Atha (Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, cet. I 1411 H/1990 M, 4 jilid; penomoran sesuai cetakan), no. 1–8803. Teks Arab dan harakatnya dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 2266, diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 17 Okt 2026). Pemenggalan per hadis dan peta nomor dibantu salinan korpus OpenITI (Shamela0002266) sebagai pembanding. 8.822 hadis: 19 nomor cetak dipakai untuk dua hadis berbeda (begitu pula di cetakan dan di Syamilah), sehingga nomor urut hamba.id bisa lebih besar hingga 19 angka dari nomor cetak; sejak 25 Okt 2026 judul tiap hadis di Reader memakai nomor cetak itu, nomor urut hamba.id hanya dipakai di alamat halaman, dan nomor cetak bisa dicari di Cari-Hadis. Satu potongan bernomor 7843 yang hanya berisi komentar Talkhis tidak ikut. Shalawat ditulis dengan tanda «ﷺ» seperti di Syamilah; kalimat penghormatan lain diberi harakat seperti pada Shahih Ibnu Khuzaimah di atas. | atribusi Matan klasik; digitalisasi dan harakat adalah kerja al-Maktabah asy-Syamilah, ditampilkan atas keputusan pengelola (17 Okt 2026) dengan menyebut sumbernya di sini. Penilaian al-Hakim sendiri atas hadis (mis. «shahih menurut syarat asy-Syaikhain») adalah bagian dari kitab dan ikut tampil. Talkhis adz-Dzahabi dan nukilan lain yang disisipkan berkas Syamilah (al-‘Iraqi, al-Munawi, dll.), serta catatan penyunting, tidak disertakan. Keterangan kitab di berkas Syamilah (dinukil dari situs Jami‘ al-Hadits) menyebut bahwa penyusunan ulang edisi ini menambah tidak sedikit tashif, kekeliruan, dan kata yang gugur pada sanad dan matan. Sekitar 0,6 % kata yang tidak ditemukan padanannya di salinan Syamilah dibiarkan tanpa harakat. Belum ditashih; belum ada sanad untuk kitab ini. Terjemah Indonesia (sejak 19 Okt 2026) dibuat hamba.id dengan bantuan AI — lihat baris Terjemah Indonesia hadis. Menu kitab dan kepala bab (sejak 17 Okt 2026) diambil dari daftar isi berkas Syamilah yang sama: judul dipetakan ke hadis pertama sesudahnya, sisipan penyunting dalam «…» tidak diikutkan, dan nama kitab serta judul bab Indonesia (judul bab sejak 19 Okt 2026) dibuat AI (belum ditashih). Kalimat sambung riwayat al-Hakim yang ditandai Syamilah sebagai judul («وأما حديث…») tidak dijadikan bab. |
| Shahih Ibnu Hibban (al-Ihsan) Reader Hadis & Cari-Hadis |
Kitab ke-12 Reader Hadis (ditambahkan 17 Okt 2026), berstatus percobaan. al-Ihsan fi Taqrib Shahih Ibn Hibban: Shahih Imam Abu Hatim Muhammad bin Hibban al-Busti (w. 354 H) dalam susunan al-Amir ‘Ala’uddin ‘Ali bin Balban al-Farisi (w. 739 H), terbitan tahqiq, takhrij, dan ta’liq Syu’aib al-Arna’uth (Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, cet. I 1408 H/1988 M, 18 jilid; penomoran sesuai cetakan), no. 1–7491. Teks Arab dan harakatnya dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 1729, diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop). Di salinan digital itu, halaman jilid 2 hlm. 321–370 tidak ada dan sekitar 45 nomor lain penandanya rusak atau hilang. Untuk 68 nomor itu, sanad dan matannya diambil dari at-Ta’liqat al-Hisan ‘ala Shahih Ibn Hibban (Muhammad Nashiruddin al-Albani; Dar Ba Wazir, Jeddah, cet. I 1424 H/2003 M), juga dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 641), yang mencantumkan nomor edisi ar-Risalah di tiap hadisnya; nomor itu pula yang dipakai untuk memeriksa pemenggalan. Enam nomor cetak (483, 521, 567, 568, 697, 2214) tidak punya teks di kedua salinan, sehingga 7.485 hadis tampil dan nomor urut hamba.id bisa lebih kecil hingga 6 angka dari nomor cetak; sejak 25 Okt 2026 judul tiap hadis di Reader memakai nomor cetak itu, nomor urut hamba.id hanya dipakai di alamat halaman, dan nomor cetak bisa dicari di Cari-Hadis. Dua hadis tanpa nomor yang ditandai «مضروب عليه» (dicoret di naskah) tidak ikut. Shalawat ditulis dengan tanda «ﷺ» seperti di Syamilah; kalimat penghormatan lain diberi harakat seperti pada Shahih Ibnu Khuzaimah di atas. | atribusi Matan klasik; digitalisasi dan harakat adalah kerja al-Maktabah asy-Syamilah, ditampilkan atas keputusan pengelola (17 Okt 2026) dengan menyebut sumbernya di sini. Komentar Ibnu Hibban sendiri («قال أبو حاتم») adalah bagian dari kitab dan ikut tampil. Takhrij dan ta’liq al-Arna’uth, rujukan at-Taqasim wal-Anwa’, serta komentar al-Albani tidak disertakan (sejak 26 Okt 2026 hanya kalimat hukum al-Albani dan al-Arna’uth yang ditampilkan — lihat baris Derajat Shahih Ibnu Hibban); baris takhrij penyunting yang di berkas Syamilah tercetak di badan teks dibuang. Sekitar 6 % kata tetap tanpa harakat karena demikian di sumbernya. Belum ditashih; belum ada sanad untuk kitab ini. Terjemah Indonesia (sejak 19 Okt 2026) dibuat hamba.id dengan bantuan AI — lihat baris Terjemah Indonesia hadis. Menu kitab dan kepala bab (berupa tarjamah «ذكر…» Ibnu Hibban) diambil dari daftar isi berkas Syamilah yang sama: judul dipetakan ke hadis pertama sesudahnya, dan nama kitab serta judul bab Indonesia (judul bab sejak 19 Okt 2026) dibuat AI (belum ditashih). |
| Sunan ad-Daruquthni Reader Hadis & Cari-Hadis |
Kitab ke-13 Reader Hadis (ditambahkan 24 Okt 2026), berstatus percobaan. Sunan ad-Daruquthni karya Imam Abul Hasan ‘Ali bin ‘Umar ad-Daruquthni al-Baghdadi (w. 385 H), terbitan tahqiq Syu’aib al-Arna’uth, Hasan ‘Abdul Mun’im Syalabi, ‘Abdul Lathif Harzullah, dan Ahmad Barhum (Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, cet. I 1424 H/2004 M, 5 jilid; penomoran sesuai cetakan), no. 1–4836. Teks Arab dan harakatnya dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 9771, diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop pada 24 Okt 2026). Salinan digital itu tidak memuat catatan kaki tahqiq; yang ada hanya teks kitab. Di salinan itu 17 nomor dipakai lebih dari sekali (tampil sebagai «N (2)»), dua nomor salah ketik dibetulkan («216» kedua = 217, «2957» kedua = 2958), dua hadis yang penandanya hilang dipisahkan kembali (698 dan 2910), satu kata «نا» pembuka sanad 268 yang tertinggal di ujung hadis sebelumnya dikembalikan, dan penanda 7 nomor (2331, 2776, 3510, 3577, 3741, 4119, 4282) tidak ditemukan (teksnya tidak hilang; lihat di bawah), sehingga nomor urut hamba.id bisa lebih besar hingga 17 angka dari nomor cetak; sejak 25 Okt 2026 judul tiap hadis di Reader memakai nomor cetak itu, nomor urut hamba.id hanya dipakai di alamat halaman, dan nomor cetak bisa dicari di Cari-Hadis. Pemenggalan diperiksa dengan pembanding independen, salinan OpenITI edisi tahqiq Majdi bin Manshur asy-Syura (cet. I 1417 H/1996 M; penerbit tidak tercatat di metadatanya; hanya pembanding, tidak ada teksnya yang dipakai): 4.845 dari 4.849 hadis cocok dengan hadis edisi itu (sekitar dua puluh di antaranya memuat dua hadis edisi itu sekaligus), dan setiap hadis edisi itu tercakup oleh teks di sini, jadi teks hadis tidak ada yang hilang; nomor-nomor yang penandanya tidak ditemukan kemungkinan riwayatnya tergabung pada nomor di dekatnya (mis. segmen 3742 memuat dua riwayat bersanad sama). Shalawat ditulis dengan tanda «ﷺ» seperti di Syamilah; kalimat penghormatan lain diberi harakat seperti pada Shahih Ibnu Khuzaimah di atas. | atribusi Matan klasik; digitalisasi dan harakat adalah kerja al-Maktabah asy-Syamilah, ditampilkan atas keputusan pengelola (24 Okt 2026) dengan menyebut sumbernya di sini. Komentar ad-Daruquthni sendiri atas sanad dan perawi (mis. «متروك», «تفرد به») adalah bagian dari kitab dan ikut tampil. Sunan ad-Daruquthni menghimpun banyak jalur riwayat, termasuk yang lemah; ad-Daruquthni sendiri kerap menyebut kelemahan sanad atau perawinya di dalam teks. Penilaian ulama sesudahnya per hadis belum tersedia di hamba.id. Kalimat penilaian ad-Daruquthni sendiri dipilah ke lipatan “Penilaian ulama” — lihat baris Penilaian ad-Daruquthni. Sekitar 6 % kata tetap tanpa harakat karena demikian di sumbernya. Belum ditashih. Sejak 25 Okt 2026 berterjemah Indonesia (lihat baris Terjemah Indonesia hadis); belum ada sanad. Sejak 25 Okt 2026 tombol «Matan saja» juga bekerja untuk kitab ini: batas sanad–matan ditentukan otomatis dengan cara yang sama seperti Shahih Ibnu Khuzaimah (penelusur struktur sanad, tanpa data rantai perawi) untuk 3.509 dari 4.849 hadis (72 %); hadis lain tampil utuh. Batas ini belum ditashih. Menu kitab dan kepala bab diambil dari daftar isi berkas Syamilah yang sama: judul dipetakan ke hadis pertama sesudahnya, dan nama kitab serta judul bab Indonesia dibuat AI (belum ditashih). |
| as-Sunan al-Kubra al-Baihaqi Reader Hadis & Cari-Hadis |
Kitab ke-14 Reader Hadis (ditambahkan 2 Nov 2026), berstatus percobaan. as-Sunan al-Kubra (as-Sunan al-Kabir) karya Imam Abu Bakr Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi (384–458 H), terbitan tahqiq Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdul Muhsin at-Turki bekerja sama dengan Markaz Hajr lil-Buhuts wad-Dirasat al-‘Arabiyyah wal-Islamiyyah (Kairo, cet. I 1432 H/2011 M, 24 jilid; penomoran sesuai cetakan), no. 1–21.844. Teks Arab dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 148486, disiapkan Rabithah an-Nussakh; diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop pada 1 Nov 2026). Nomor urut hamba.id = nomor cetak edisi ini (lengkap 1–21.844 tanpa nomor ganda). Catatan kaki penyunting (takhrij dan perbedaan naskah) tidak ditampilkan; tambahan penyunting yang ditandai kurung siku (1.379 tempat) tampil tanpa tanda kurungnya; rujukan nama surah sesudah ayat dibuang; 11 nomor hadis yang di salinan digital tertulis di dalam judul bab dikeluarkan dari judul; dan kalimat pengantar bab (ayat, ucapan asy-Syafi‘i atau al-Baihaqi sebelum hadis pertama sebuah bab; 619 tempat) ditempatkan di awal hadis sesudahnya. Harakat. Edisi at-Turki hanya memberi harakat di sebagian huruf (sekitar 45 % huruf). Atas keputusan pengelola (2 Nov 2026), harakatnya dilengkapi otomatis dari terbitan tahqiq Muhammad ‘Abdul Qadir ‘Atha (Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, cet. III 1424 H/2003 M; al-Maktabah asy-Syamilah no. 7861): kata kedua edisi dijajarkan otomatis, dan harakat dipindahkan hanya bila huruf katanya sama persis; bila kedua edisi memberi harakat berbeda pada huruf yang sama, harakat at-Turki dipertahankan (sekitar 25.900 kata). Kata yang tidak terjajar (mis. at-Turki «حدثنا», al-‘Ilmiyyah «ثنا») diberi bentuk berharakat yang hampir selalu dipakai al-‘Ilmiyyah untuk kata itu (≥ 97 % dari ≥ 30 kemunculan). Beberapa salah tulis harakat yang berpola di salinan al-‘Ilmiyyah (mis. kasrah di atas «أ» pada «أَيُّ», fathah pada dhamir «ـهُ») tidak dipindahkan. Hasilnya sekitar 94 % huruf berharakat. Huruf dan kata tetap seperti edisi at-Turki. Dua audit independen (AI) atas sampel: 300 kata acak 0 salah; 250 kata yang akhirnya diberi harakat oleh mesin 4 salah (1,6 %), dan pola kesalahan utamanya sudah disaring sesudahnya. |
atribusi Matan klasik; digitalisasi teks dan harakat adalah kerja al-Maktabah asy-Syamilah dan penyunting kedua edisi, ditampilkan atas keputusan pengelola (2 Nov 2026) dengan menyebut sumbernya di sini. Komentar al-Baihaqi sendiri atas sanad dan perawi (mis. «تفرد به», «منكر», «مرسل») adalah bagian dari kitab dan ikut tampil. as-Sunan al-Kubra al-Baihaqi menghimpun banyak jalur riwayat, termasuk yang lemah; al-Baihaqi sendiri kerap menyebut kelemahan, keterputusan, atau perawi bermasalah di dalam teks. Penilaian ulama per hadis belum tersedia di hamba.id. Harakat gabungan ini belum ditashih. Belum ada terjemah, sanad, maupun batas sanad–matan untuk kitab ini. Menu 70 kitab dan kepala bab diambil dari daftar isi berkas Syamilah yang sama; nama kitab Indonesia dibuat AI (belum ditashih); judul bab Arab saja. |
| Tampilan shalawat «ﷺ» Reader Hadis, Cari-Hadis, Koleksi |
Sejak 17 Okt 2026, shalawat yang di sembilan kitab lama ditulis lengkap «صلى الله عليه وسلم» (86.163 tempat) ditampilkan sebagai satu tanda «ﷺ», seragam dengan Shahih Ibnu Khuzaimah, al-Mustadrak, dan Shahih Ibnu Hibban yang memang menulisnya begitu di sumbernya. Teks tidak diubah: tombol «Salin», pencarian, batas sanad–matan, dan kartu kata tetap memakai empat kata aslinya (arahkan penunjuk ke tanda itu untuk melihatnya). Bila kata yang Anda cari di Cari-Hadis berada di dalam kalimat shalawat, kalimat itu tampil lengkap supaya sorotannya terlihat. | karya kami Hanya cara tampil; tidak ada lafal yang ditambah atau dibuang. |
| Terjemah Indonesia hadis, nama kitab & judul bab Reader Hadis |
Terjemahan Indonesia di bawah tiap hadis, nama kitab, dan judul bab (judul bab untuk sepuluh kitab: Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, al-Mustadrak, Ibnu Hibban, ad-Daruquthni) dibuat hamba.id dengan bantuan AI dari teks Arabnya. Tidak disalin dari terjemahan cetak atau situs mana pun. Pernyataan ini berlaku untuk semua terjemahan tersebut dan tidak diulang di tiap hadis. | belum ditashih Belum diperiksa ahli hadis maupun penerjemah. Bisa keliru atau kaku; pemeriksaan sampel pada judul bab menemukan sebagian yang salah makna atau terasa kaku. Jangan dikutip sebagai terjemah resmi — rujuklah terjemahan cetak atau tanyakan kepada ulama. Temuan kesalahan bisa dilaporkan lewat formulir di bawah. |
| Pilihan huruf Arab di Reader Hadis | Tombol Aa: Bawaan perangkat (font sistem Anda), Mushaf (KFGQPC HAFS), Amiri (Amiri Quran), Hamba Naskh (turunan Scheherazade New), dan Indopak (KFGQPC Nastaleeq). Berkasnya sama dengan di Reader Mushaf (lihat baris “Font Arab” dan “Teks Indopak” di atas) dan baru diunduh bila dipilih. Teks hadis tidak diubah; hanya bentuk hurufnya. | SIL OFL · lisensi KFGQPC Lisensi dan catatan pengubahan sama dengan baris font di atas. “Bawaan perangkat” bisa tampil berbeda antar perangkat, termasuk letak harakatnya. |
| Derajat hadis (Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Majah) | Penilaian Syaikh al-Albani (w. 1420 H) dalam Shahih wa Dha'if Sunan Abi Dawud / at-Tirmidzi / an-Nasa'i / Ibni Majah — teks dari al-Maktabah asy-Syamilah (digitalisasi Markaz Nur al-Islam, Iskandariyah); 13 hadis yang tidak termuat di sana dari dorar.net. Dicocokkan ke hadis hamba.id lewat teks dengan dua saksi (Syamilah & teks bernomor sunnah.com): 98,7 % disepakati keduanya, 26 kasus diputuskan manual dengan sumbernya. | berhak cipta · ditampilkan Karya ulama masa kini yang masih berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola (27 Sep 2026), hanya label hukum dan catatannya, dengan sumber di tiap kartu — uraian takhrij beliau tidak disalin. Label ditulis dalam bahasa Indonesia oleh hamba.id; catatan hukum bersyarat diterjemahkan dengan bantuan AI dan diaudit, belum ditashih ahli. Label dari dataset lain yang beredar (fawazahmed0/hadith-api) tidak dipakai: 177 di antaranya terbukti salah. |
| Penilaian ulama lain (Ibnu Majah; Abu Dawud no. 1–1.555) | (1) Syu'aib al-Arna'uth dkk. — kalimat hukum di catatan kaki tahqiq Sunan Ibni Majah (Syu'aib al-Arna'uth, 'Adil Mursyid, Muhammad Kamil Qurrah Balli, 'Abdul Lathif Harzallah; Dar ar-Risalah al-'Alamiyyah, 1430 H/2009) dan Sunan Abi Dawud (Syu'aib al-Arna'uth & Muhammad Kamil Qurrah Balli; penerbit & tahun sama); arsip Syamilah yang tersedia untuk Abu Dawud berhenti di no. 1.555. (2) az-Zawa'id — kalimat berawalan “fi az-Zawa'id” dalam catatan Sunan Ibni Majah edisi Muhammad Fu'ad 'Abdul Baqi (Dar Ihya' al-Kutub al-'Arabiyyah, al-Halabi), 1.293 hadis. Pada hadis no. 663 lafaznya sama dengan kutipan al-Arna'uth dari Mishbah az-Zujajah karya al-Bushiri, tetapi penisbatan seluruh catatan itu kepada al-Bushiri belum kami verifikasi, sehingga di kartu disebut “az-Zawa'id”. Semua dari al-Maktabah asy-Syamilah, dicocokkan ke hadis hamba.id lewat teks: Ibnu Majah 4.317 dari 4.332 hadis sepakat dengan nomor sunnah.com; Abu Dawud 1.328 dari 1.330 hadis dalam rentang arsip. | berhak cipta · ditampilkan Tahqiq al-Arna'uth dkk. adalah karya masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola, hanya kalimat hukumnya, dengan sumber di tiap kartu — uraian takhrij tidak disalin. Terjemahan Indonesia dibantu AI; audit acak 800 kalimat menemukan 4 kesalahan berat/sedang (0,5 %), sudah diperbaiki bersama pola sejenis di seluruh data — belum ditashih ahli. Label dataset fawazahmed0 atas nama Muhyiddin 'Abdul Hamid, Abu Ghuddah, Ahmad Syakir, dan Fu'ad 'Abdul Baqi tidak dipakai: isinya terbukti hukum al-Albani yang dicetak di edisi mereka (98–100 % sama). |
| Penilaian Hafizh Zubair 'Ali Za'i (Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Majah) | Tahqiq & takhrij Hafizh Zubair 'Ali Za'i atas keempat Sunan, dari server data aplikasi resmi Ishaatul Hadith (Maktaba al-Hadith Hazro, Pakistan; dikelola putra beliau, Hafizh Mu'adz bin Zubair 'Ali Za'i) yang juga dipakai situs zubairalizai.com; diambil 28 Sep 2026, 19.332 entri. Data itu lebih baru daripada nilai “Darussalam” di sunnah.com, yang berasal dari edisi lama yang tidak sempat beliau tinjau ulang. Ditampilkan: label hukum (dari kosakata hukumnya) dan catatan jarh/ta'dil, diterjemahkan ke bahasa Indonesia; 3.657 baris rujukan takhrij bernomor (mis. “Abu Dawud (3591)”, Misykat al-Mashabih) tidak disalin. Catatan yang ditandai “qala Mu'adz 'Ali Za'i” tampil terpisah atas nama Hafizh Mu'adz 'Ali Za'i (135 hadis); 7 baris berbahasa Urdu tanpa nama penulis tidak ditampilkan. Dicocokkan ke hadis hamba.id lewat teks dengan mesin yang sama dengan penilaian al-Albani, saksi keduanya nomor sunnah.com (penomoran an-Nasa'i di aplikasi bergeser, jadi selisihnya harus sejalan dengan tren setempat): Abu Dawud 4.571 dari 4.590 hadis, at-Tirmidzi 3.820 dari 3.891, an-Nasa'i 5.637 dari 5.662, Ibnu Majah 4.321 dari 4.332. Pada 48 nomor at-Tirmidzi yang teks Arabnya kosong di data live, teks untuk pencocokan diambil dari salinan arsip 2023 (fawazahmed0/maktaba-grades-backup) hanya bila penomoran di sekitarnya terbukti sama. | berhak cipta · ditampilkan Tidak ada lisensi terbuka; hak ada pada Maktaba al-Hadith Hazro. Ditampilkan atas keputusan pengelola (28 Sep 2026), hanya hukum dan catatan jarh-nya, dengan sumber di tiap kartu; pemberitahuan kepada pengelola aplikasi dianjurkan. Terjemahan Indonesia dibantu AI dan diaudit — belum ditashih ahli. |
| Derajat Shahih Ibnu Hibban (al-Ihsan) | (1) al-Albani — hukum beliau dalam at-Ta’liqat al-Hisan ‘ala Shahih Ibn Hibban (Dar Ba Wazir, Jeddah, cet. I 1424 H/2003 M), dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 641; baris hukum sesudah tiap hadis). Kitab itu mencantumkan nomor edisi ar-Risalah di tiap hadis; hukum dicocokkan ke hadis hamba.id lewat nomor itu dan lewat teks hadisnya (sirap 3-kata ≥ 0,5): 7.441 dari 7.485 hadis. Delapan hadis yang dicocokkan dua blok berhukum berbeda ditahan (tidak ditampilkan). Hanya label hukumnya yang ditampilkan; untuk 218 hukum bersyarat (mis. «صحيح دون قوله…») catatannya diterjemahkan dan dikurasi satu per satu. Rujukan ke kitab-kitab beliau tidak disalin. (2) Syu’aib al-Arna’uth — kalimat hukum di catatan kaki tahqiq al-Ihsan fi Taqrib Shahih Ibn Hibban (Mu’assasat ar-Risalah, cet. I 1408 H/1988 M), dari berkas Syamilah yang sama dengan teks Reader (kitab no. 1729). Hukum diambil dari catatan kaki pertama milik hadis itu yang memuat kosakata penilaian, sampai sebelum uraian takhrij, dengan cara yang sama seperti tahqiq Musnad Ahmad; nomor cetaknya sama dengan judul Reader, dan teks hadisnya diperiksa ulang: 6.689 hadis. | berhak cipta · ditampilkan Karya ulama masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola (26 Okt 2026), hanya kalimat hukumnya, dengan sumber di tiap kartu — uraian takhrij dan ta’liq tidak disalin. Kalimat hukum yang berekor (3.491 kalimat unik) diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI; audit independen acak 300 kalimat menemukan 1 kesalahan berat, 1 sedang, dan 13 ringan Kalimat hukum yang berekor diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI dan diaudit;mdash; semuanya diperbaiki, berikut pola sejenis di seluruh data (34 kalimat); salah ketik digitalisasi ditulis apa adanya dengan catatan “demikian tertulis di sumber”. Belum ditashih ahli. |
| Catatan adz-Dzahabi di al-Mustadrak | Catatan Talkhish al-Mustadrak karya adz-Dzahabi (w. 748 H) sebagaimana dinukil penyunting edisi al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain tahqiq Mushthafa ‘Abdul Qadir ‘Atha (Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, cet. I 1411 H) di bawah judul «التعليق - من تلخيص الذهبي», dari berkas al-Maktabah asy-Syamilah yang sama dengan teks Reader (kitab no. 2266, dibaca dari aplikasi Syamilah desktop 26 Okt 2026). Dicocokkan ke hadis hamba.id lewat nomor cetak dan teks hadis tepat sebelum catatannya (sirap 3-kata ≥ 0,5): 4.791 hadis; catatan penyunting «سكت عنه الذهبي» (927 hadis) tidak ditampilkan karena bukan penilaian. Lencana merah hanya untuk kritik yang jelas (palsu, batil, munkar, sangat lemah, dibuang dari at-Talkhish, atau kritik lain atas sanad/perawi); selebihnya netral. Kehati-hatian: menurut Dr. asy-Syarif Hatim al-‘Auni (fatwa Islam Today, Syamilah 894), ringkasan adz-Dzahabi yang tidak diawali «قلت» umumnya hanyalah pendapat al-Hakim yang diringkas, dan diamnya bukan persetujuan. | atribusi Ucapan adz-Dzahabi adalah teks klasik; penukilan dan susunannya kerja penyunting edisi ‘Atha dan al-Maktabah asy-Syamilah, ditampilkan atas keputusan pengelola (26 Okt 2026) dengan menyebut sumbernya. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI dan diaudit; salah ketik ditulis apa adanya dengan catatan “demikian tertulis di sumber”. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian ad-Daruquthni di Sunan-nya | Kalimat penilaian ad-Daruquthni sendiri (w. 385 H) yang tercetak sesudah matan di teks Sunan ad-Daruquthni (edisi ar-Risalah; al-Maktabah asy-Syamilah no. 9771, sama dengan teks Reader). Ekor teks sesudah penutup matan «…» dipilah dengan bantuan AI: hanya vonis atas hadis, sanad, atau perawi (mis. «متروك», «تفرد به», «والصواب موقوف») yang diambil; uraian jalur riwayat lain, catatan lafaz, dan sisa matan tidak. Kalimat Arab yang dipilih wajib persis sama dengan teks sumber. 693 hadis. Ini bukan derajat menurut ulama sesudahnya; penilaian tahqiq al-Arna’uth dkk. belum tersedia karena tidak ada di salinan digital. | atribusi Karya klasik. 589 kalimat diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI dan diaudit. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian al-Albani dari Shahih/Dha‘if al-Jami‘ ash-Shaghir | Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H) — Shahih al-Jami‘ ash-Shaghir wa Ziyadatuh (al-Maktab al-Islami, 2 jilid; al-Maktabah asy-Syamilah no. 10757) dan Dha‘if al-Jami‘ ash-Shaghir wa Ziyadatuh (al-Maktab al-Islami, cetakan al-mujaddadah, 939 hlm.; Syamilah no. 1663), keduanya diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 1 Nov 2026. Salinan Syamilah Shahih al-Jami‘ tidak memuat no. 3832; Dha‘if al-Jami‘ tidak memuat 104 nomor. Nomor yang ditampilkan adalah nomor cetak kedua kitab itu. Cara mencocokkan: kunci rumus diambil dari muqaddimah al-Jami‘ ash-Shaghir as-Suyuthi («(خ) للبخاري، (م) لمسلم …»; rumus yang diikuti «في …» menunjuk kitab lain dan tidak dipetakan). Matan tiap entri hanya dicari di kitab yang disebut rumusnya, lalu dibandingkan kata demi kata dengan urutan terjaga (beda imbuhan و/ف atau akhiran kecil ditoleransi); yang dipakai hanya yang ≥ 85 %. Matan pendek (< 6 kata), matan yang dipotong al-Albani dengan «…», hadis yang tercocok ke Shahih dan Dha‘if sekaligus, serta vonis Dha‘if al-Jami‘ pada hadis ash-Shahihain ditahan untuk ditinjau. 82 hadis yang tercocok ke Shahih dan Dha‘if sekaligus kemudian dibaca satu per satu: kebanyakan karena al-Albani menilai lafaz atau bagian yang berbeda dari satu hadis (labelnya lalu menyebut lafaz itu: “Daif untuk lafaz «…»”), sebagian salah cocok atau riwayat sahabat lain; tiga hadis yang lafaz dan sahabatnya sama di kedua kitab ditampilkan dengan catatan “lafaz yang sama dinilai berbeda di dua kitab al-Albani”. Matan yang diringkas al-Albani dengan «…» juga dibaca satu per satu: peringkasan itu umumnya membuang bagian yang beliau lemahkan di kitab lain (takhrijnya merujuk adh-Dha‘ifah atau Dha‘if Abi Dawud), sehingga labelnya berbunyi “Sahih untuk lafaz «…» (bagian yang diringkas al-Albani tidak termasuk)”. Enam vonis Dha‘if al-Jami‘ yang jatuh pada hadis Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim (lafaz dan sahabatnya sama persis) ditampilkan hanya di lembar Derajat dengan catatan “Penilaian al-Albani dalam Dha‘if al-Jami‘ atas hadis yang diriwayatkan dalam Shahih …”; lencana hadis ash-Shahihain tidak berubah. Sahabat yang disebut al-Jami‘ dicek terhadap sanad hadis hamba.id (teks sanad dan rantai rawi Rawi.html); bila jelas sahabat lain, yang tampil hanya catatan “lafaz serupa dari riwayat …”, bukan derajat hadis ini. Audit independen: 62 dari 63 pasangan acak benar; label searah dengan penilaian al-Albani di Shahih/Dha‘if as-Sunan pada 95–97 % hadis empat Sunan yang punya keduanya. Hasil: 13.246 hadis (Shahih al-Bukhari 1.612, Shahih Muslim 1.640, Sunan Abi Dawud 1.341, Jami’ at-Tirmidzi 1.441, Sunan an-Nasa’i 1.059, Sunan Ibni Majah 1.291, Musnad Ahmad 3.281, al-Mustadrak 1.145, Shahih Ibni Hibban 271, Sunan ad-Daruquthni 80, al-Muwaththa’ 72, Shahih Ibni Khuzaimah 8, Sunan ad-Darimi 5). Membacanya: vonis itu untuk hadis dengan lafaz dan sahabat yang disebut di entri al-Jami‘; penilaian al-Albani di kitab lain bisa berbeda karena menyangkut sanad atau lafaz lain — keduanya ditampilkan apa adanya. Bila al-Albani mengurung sebagian matan dengan catatan «ما بين قوسين ضعيف», vonisnya hanya untuk bagian dalam kurung itu, dan labelnya berbunyi “Daif pada bagian dalam kurung «…»”; lencana hadis seperti ini, juga hadis yang memuat vonis Shahih dan Dha‘if sekaligus, dibuat netral. | berhak cipta · ditampilkan Karya ulama masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola, hanya nomor entri dan vonisnya. Pencocokan dengan bantuan mesin dan diaudit sampel. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian al-Albani dari Irwa‘ al-Ghalil | Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H) — Irwa‘ al-Ghalil fi Takhrij Ahadits Manar as-Sabil, al-Maktab al-Islami, Beirut, cet. II 1405 H/1985 M, 8 jilid + 1 jilid indeks (al-Maktabah asy-Syamilah no. 22592), diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 1 Nov 2026. Kitab ini mentakhrij hadis dan atsar yang dikutip Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhuwayyan dalam Manar as-Sabil fi Syarh ad-Dalil (fikih mazhab Hanbali); tiap entri bernomor (1–2707) memuat kutipan dari Manar as-Sabil, vonis al-Albani, lalu takhrijnya. Catatan kaki salinan Syamilah tidak dipakai karena memuat juga at-Takmil karya Shalih Alu asy-Syaikh dan tambahan penyusun salinan. Nomor yang salah ketik di salinan dibetulkan hanya bila nomor sebelum dan sesudahnya membuktikannya (14 nomor); entri yang nomornya ganda tidak dipakai. Cara mencocokkan: kitab tujuan dibaca dari takhrij al-Albani (nama kitab yang diikuti rujukan, mis. «أخرجه البخاري (١/٢٠٢) ومسلم …»), tanpa bagian syahid («وله شاهد», «وفي الباب») dan tanpa kitab lain penulis yang sama («النسائي في الكبرى», «البخاري في الأدب المفرد»). Lafaz yang dikutip dibandingkan kata demi kata dengan urutan terjaga (≥ 85 %), lalu sahabatnya dicek terhadap sanad hadis hamba.id. Ditahan: matan pendek, kalimat pendek di dalam hadis yang jauh lebih panjang, kutipan yang dipotong «…», sahabat yang berbeda atau tidak terbukti di sanad, kutipan yang hanya berupa perkataan sahabat, hadis yang tercocok ke vonis sahih dan daif sekaligus, vonis bersyarat («صحيح دون قوله …») atau yang kesimpulan akhirnya di takhrij berlawanan, entri tanpa vonis («لم أقف عليه» dsb.) atau dengan vonis yang tidak lazim, serta vonis yang berlawanan dengan penilaian al-Albani lain yang sudah tampil di hamba.id (as-Silsilah, al-Jami‘, at-Targhib): label searah dengan penilaian itu pada 408 dari 424 hadis yang punya keduanya (96,2 %); 16 hadis yang vonisnya berlawanan ditahan untuk ditinjau. Tiga audit independen: audit pertama (60 pasangan acak) menemukan 1 salah cocok, yang dicabut; audit kedua (49 butir rawan) menemukan salah sahabat dan vonis bersyarat, sehingga aturan diperketat; audit ketiga atas 45 pasangan acak dari himpunan akhir: 41 sama, 4 sebagian (hadis di kitab lebih panjang atau beda rincian), 0 salah. Hasil: 980 hadis (Shahih al-Bukhari 105, Shahih Muslim 105, Sunan Abi Dawud 112, Jami’ at-Tirmidzi 67, Sunan an-Nasa’i 109, Sunan Ibni Majah 82, Musnad Ahmad 230, Sunan ad-Darimi 41, al-Mustadrak 43, Shahih Ibni Hibban 18, Sunan ad-Daruquthni 48, al-Muwaththa’ 16, Shahih Ibni Khuzaimah 4). Ke-16 pasangan yang vonisnya berlawanan dengan penilaian al-Albani lain kemudian dibaca satu per satu bersama takhrijnya: 7 ditampilkan (5 karena al-Albani menilai bagian atau lafaz yang berbeda, 2 dengan catatan bahwa al-Albani menilai hadis yang sama berbeda di dua kitabnya), 9 ternyata riwayat sahabat lain atau jalur yang beliau nilai berbeda (tidak ditampilkan). Membacanya: label selalu berbunyi “Sahih untuk lafaz «…» — Irwa‘ al-Ghalil no. …”. Vonis itu untuk hadis sebagaimana dikutip dalam Manar as-Sabil; hadis di kitab ini bisa lebih panjang atau lebih pendek. Karena itu Irwa‘ tidak dijadikan lencana vonis: hadis yang hanya punya penilaian al-Albani dari kitab-kitab ini berlencana netral (mis. “Ada penilaian al-Albani (al-Irwa‘)”), dan lencana vonis dari al-Jami‘ dibuat netral bila Irwa‘ memberi vonis berlawanan. | berhak cipta · ditampilkan Karya ulama masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola, hanya nomor entri, vonis, dan kutipan pendek lafaz hadis (teks hadis yang dikutip Manar as-Sabil). Pencocokan dengan bantuan mesin dan diaudit. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian al-Albani dari Shahih/Dha‘if at-Targhib wat-Tarhib | Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H) — Shahih at-Targhib wat-Tarhib (3 jilid) dan Dha‘if at-Targhib wat-Tarhib (2 jilid), Maktabah al-Ma‘arif, Riyadh, cet. I 1421 H/2000 M (al-Maktabah asy-Syamilah no. 171 dan 179), keduanya diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 1 Nov 2026. Keduanya memilah hadis at-Targhib wat-Tarhib al-Mundziri (w. 656 H) menurut vonis al-Albani. Nomor yang ditampilkan adalah nomor urut kedua kitab itu (Shahih 1–3775, Dha‘if 1–2248); sepuluh nomor yang salah ketik di salinan Syamilah dibetulkan hanya bila nomor sesudahnya membuktikannya. Cara mencocokkan: at-Targhib tidak memakai rumus; kitab tujuan dibaca dari kalimat takhrij al-Mundziri («رواه البخاري ومسلم …»), hanya dari klausa «رواه …», sehingga «على شرط مسلم» atau «أبو داود في المراسيل» tidak dihitung. Lafaz sabda yang dikutip entri dibandingkan kata demi kata dengan urutan terjaga (≥ 85 %), lalu sahabatnya dicek terhadap sanad hadis hamba.id. Ditahan untuk ditinjau: matan pendek (< 6 kata, atau < 12 kata yang tidak cocok penuh), kalimat pendek di dalam hadis yang jauh lebih panjang, matan yang dipotong «…», sahabat yang berbeda, hadis yang tercocok ke Shahih dan Dha‘if sekaligus, entri berlabel «؟» atau tanpa label. Lima vonis Dha‘if at-Targhib yang jatuh pada hadis Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dibaca satu per satu bersama catatan kaki al-Albani: semuanya memang ditujukan pada hadis yang diriwayatkan di kitab itu (beliau menyebut sebab kelemahannya pada sanad atau lafaznya), sehingga ditampilkan hanya di lembar Derajat dengan catatan “Penilaian al-Albani dalam Dha‘if at-Targhib atas hadis yang diriwayatkan dalam Shahih …”; lencana hadis ash-Shahihain tidak berubah. Vonis «حسن موقوف صحيح» (no. 3378) diterjemahkan dari catatan kakinya: “Hasan mauquf, sahih lewat jalur lain”. Pasangan yang ditahan karena tercocok ke Shahih dan Dha‘if sekaligus (39 hadis), karena matannya dipotong «…» (33 hadis), atau karena berupa riwayat lanjutan (17 hadis) kemudian dibaca satu per satu bersama catatan kaki al-Albani: 118 dari 136 pasangan benar dan ditampilkan, 15 ternyata riwayat sahabat lain dan 3 salah cocok (tidak ditampilkan). Vonis berlawanan pada satu hadis umumnya karena al-Albani menilai bagian atau lafaz yang berbeda, dan label tiap vonis menyebut lafaznya; matan yang diringkas al-Albani diberi keterangan “(bagian yang diringkas al-Albani tidak termasuk)”, dan satu hadis yang lafaz serta sahabatnya sama di kedua kitab diberi catatan “Lafaz yang sama dinilai berbeda di Shahih dan Dha‘if at-Targhib”. Label searah dengan penilaian al-Albani di Shahih/Dha‘if as-Sunan pada 97,2 % hadis empat Sunan yang punya keduanya, dan dengan label Shahih/Dha‘if al-Jami‘ pada 97,2 %. Dua audit independen: sebelum perbaikan 12 salah cocok ditemukan dan semuanya kini ditahan; sesudahnya 50 pasangan acak baru: 44 sama, 6 sebagian (hadis di kitab lebih panjang), 0 salah. Hasil: 3.364 hadis (Shahih al-Bukhari 365, Shahih Muslim 461, Sunan Abi Dawud 351, Jami’ at-Tirmidzi 467, Sunan an-Nasa’i 183, Sunan Ibni Majah 291, Musnad Ahmad 492, al-Mustadrak 308, Shahih Ibni Hibban 295, Sunan ad-Daruquthni 7, al-Muwaththa’ 45, Shahih Ibni Khuzaimah 99). Label Dha‘if at-Targhib no. 759 (lafaz «… إلا المسجد الأقصى») dicabut dari dua hadis Musnad Ahmad yang lafaznya «… إلا المسجد الحرام» (salah cocok karena hanya satu kata yang berbeda). Membacanya: label selalu berbunyi “Sahih untuk lafaz «…» — Shahih at-Targhib wat-Tarhib no. …”. Vonis itu untuk lafaz yang dikutip, sebagaimana dicantumkan al-Mundziri; hadis di kitab ini bisa lebih panjang atau lebih pendek. Kutipan dipendekkan oleh hamba.id («…» menandai bagian yang tidak dikutip). Karena itu at-Targhib tidak dijadikan lencana vonis: hadis yang hanya punya penilaian ini berlencana netral “Ada penilaian al-Albani (at-Targhib)”, dan lencana vonis dari al-Jami‘ dibuat netral bila at-Targhib memberi vonis berlawanan. | berhak cipta · ditampilkan Karya ulama masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola, hanya nomor entri, vonis, dan kutipan pendek lafaz hadis (teks hadis yang dimuat al-Mundziri). Pencocokan dengan bantuan mesin dan diaudit. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian al-Albani dari as-Silsilah | Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H) — Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah wa Syai’ min Fiqhiha wa Fawa’idiha (Maktabah al-Ma‘arif, Riyadh, cet. I 1415–1422 H, 7 jilid; al-Maktabah asy-Syamilah no. 9442) dan Silsilah al-Ahadits adh-Dha‘ifah wal-Maudhu‘ah wa Atsaruha as-Sayyi’ fil-Ummah (Maktabah al-Ma‘arif, Riyadh, cet. I edisi baru 1412–1425 H, 14 jilid; Syamilah no. 12762), keduanya diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 31 Okt 2026. Salinan Syamilah ash-Shahihah tidak memuat no. 3625–3936 dan 4007–4032; adh-Dha‘ifah tidak memuat 22 nomor. Diterapkan pada Musnad Ahmad, al-Mustadrak, Sunan ad-Darimi, Sunan ad-Daruquthni, dan al-Muwaththa’ Malik (kitab yang belum berpenilaian al-Albani di hamba.id). Cara mencocokkan: entri al-Albani merujuk kitab-kitab itu dengan juz/halaman cetakan lama (Musnad Ahmad: cetakan al-Maimaniyyah), bukan nomor hadis. Karena itu dicari hadis hamba.id yang memuat sedikitnya separuh frasa dua-kata matan al-Albani, lalu dipilih yang letaknya sesuai halaman yang beliau rujuk menurut konkordansi halaman→nomor yang dibangun dari pasangan pasti (toleransi ±25 hadis untuk Ahmad, ±10 al-Mustadrak, ±30 ad-Darimi); tanpa rujukan halaman yang terbaca, hanya diambil bila ada tepat satu calon dengan kecocokan ≥ 60 %. Hadis yang jauh lebih panjang dari matan al-Albani tidak diberi label, dan hadis yang tercocok ke ash-Shahihah sekaligus adh-Dha‘ifah ditahan untuk ditinjau. Sesudah audit independen atas sampel acak: vonis adh-Dha‘ifah butuh kecocokan ≥ 55 %, vonis atas tambahan/lafal tertentu hanya dipasang bila kutipan itu ada di teks hadis hamba.id, dan bila satu hadis cocok ke beberapa entri hanya entri yang paling cocok yang dipakai. Untuk adh-Dha‘ifah, hadis yang menjadi satu-satunya calon kuat langsung dipakai (bersih dalam tiga audit). Pencocokan lewat halaman (635 hadis) ditinjau satu per satu oleh peninjau yang membaca takhrij al-Albani: hanya dipasang bila hadis hamba.id memang riwayat yang beliau vonis — bukan riwayat pembanding yang beliau sahihkan, bukan versi mauquf/maqthu‘ dari vonis marfu‘, dan bagian lafal/tambahan yang divonis ada di teksnya. Hasil tinjauan: 589 dipasang; 12 ditolak dan 33 diragukan sehingga tidak dipasang, dan 1 sudah tercantum dari tahap pertama. Vonis tahap pertama (165 hadis) juga ditinjau ulang dengan cara yang sama, dan 17 di antaranya dicabut. Bila al-Albani menilai sebagian matan hadis itu sahih dari jalur lain, vonisnya tetap dicantumkan dengan catatan “sebagian matannya dinilai sahih oleh al-Albani dari jalur lain” dan lencananya netral (87 vonis). Label ash-Shahihah diaudit lewat sampel acak bertingkat (65 butir, dua auditor); kekeliruan terkumpul pada dua jalur — hadis yang dipilih tanpa rujukan halaman (satu-satunya calon) dan rujukan halaman al-Mustadrak berkecocokan rendah — sehingga kedua jalur itu (292 butir) ditinjau satu per satu: label dicabut bila hadis hamba.id ternyata hadis lain yang hanya berbagi satu kalimat, hadis tetangga di halaman yang sama, atau riwayat sahabat lain yang tidak dibahas di entri itu. Bersama sampel, 342 label diperiksa dan 8 dicabut. al-Muwaththa’: data al-Muwaththa’ di hamba.id tidak memuat jilid/halaman cetakan, jadi konkordansi halaman tidak bisa dibuat; calon dicari lewat teks matan hanya pada entri yang takhrijnya menyebut Malik/al-Muwaththa’ (70 calon), lalu setiap calon ditinjau satu per satu dengan aturan yang sama — termasuk bahwa vonis atas versi marfu‘/maushul tidak dipasang pada riwayat Malik yang mursal, balagh, atau mauquf bila riwayat Malik itu justru beliau benarkan («الصواب»). Lolos: 43 hadis berlabel ash-Shahihah dan 4 hadis bervonis adh-Dha‘ifah. Hasil: ash-Shahihah 2.199 hadis (Ahmad 1.633, al-Mustadrak 403, ad-Darimi 90, ad-Daruquthni 30, al-Muwaththa’ 43); adh-Dha‘ifah 717 hadis (Ahmad 356, al-Mustadrak 259, ad-Darimi 18, ad-Daruquthni 80, al-Muwaththa’ 4). Membacanya: label ash-Shahihah berbunyi “Matan ini dibahas dalam …”: entri itu memuat hadis yang menurut al-Albani sahih atau hasan, sering kali dengan menghimpun seluruh jalurnya, dan jalur yang dibahas bisa termasuk syahid yang beliau nilai lemah — jadi bukan penilaian atas sanad hadis ini sendiri. Vonis adh-Dha‘ifah seperti «منكر بهذا اللفظ» atau «شاذ بزيادة …» hanya berlaku untuk lafal/tambahan itu; lencana merah hanya dipasang untuk vonis yang menyeluruh. | berhak cipta · ditampilkan Karya ulama masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola, hanya nomor entri, letak, dan vonisnya — uraian takhrij tidak disalin. Vonis Arab diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan aturan tetap (24 vonis rumit tidak ditampilkan). Pencocokan dengan bantuan mesin dan diaudit sampel. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian ulama di Shahih Ibnu Khuzaimah | Dr. Muhammad Mushthafa al-A'zhami (muhaqqiq) dan Muhammad Nashiruddin al-Albani (pemeriksa) — catatan kaki tahqiq Shahih Ibn Khuzaimah (al-Maktab al-Islami, cet. III 1424 H/2003 M, 2 jilid), dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 121382, diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 26 Okt 2026). Bagian yang ditandai penerbit «( … - ناصر)» ditampilkan sebagai catatan al-Albani, selebihnya al-A'zhami; kartu kitab Syamilah mencatat bahwa al-A'zhami sendiri mengingatkan penandaan itu kadang keliru. Dari catatan al-A'zhami hanya diambil kalimat penilaian di awal catatan; bagian al-Albani diambil bila memuat penilaian. Uraian takhrij dan rujuk-silang tidak disalin. Dicocokkan ke hadis hamba.id lewat nomor cetakan, halaman catatan, dan teks hadis (sirap 3-kata ≥ 0,5): 1.459 hadis (al-A'zhami 920, al-Albani 592). Sekitar separuh hadis memang hanya bercatatan takhrij (umumnya hadis yang ada di ash-Shahihain), sehingga lencananya tetap “belum ada”. | berhak cipta · ditampilkan Karya masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola (26 Okt 2026), hanya kalimat penilaiannya, dengan sumber di tiap kartu. 659 kalimat unik diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI dan diaudit; salah ketik ditulis apa adanya dengan catatan “demikian tertulis di sumber”. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian ulama di Sunan ad-Darimi | Husain Salim Asad ad-Darani — catatan «[تعليق المحقق]» pada tahqiq Musnad ad-Darimi al-Ma‘ruf bi Sunan ad-Darimi (Dar al-Mughni, Riyadh, cet. I 1412 H/2000 M, 4 jilid), dari al-Maktabah asy-Syamilah (kitab no. 21795, diunduh lewat aplikasi Syamilah desktop 26 Okt 2026). Penomorannya sama dengan nomor kedua yang sudah tampil sejak HB41. Dicocokkan ke hadis hamba.id lewat peta nomor HB41 dan teks hadis tepat sebelum catatannya (sirap 3-kata ≥ 0,5): 3.211 hadis; catatan «لم يحكم عليه المحقق» tidak ditampilkan. | berhak cipta · ditampilkan Karya masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola (26 Okt 2026), hanya kalimat penilaiannya, dengan sumber di tiap kartu. 895 kalimat unik diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI dan diaudit; salah ketik ditulis apa adanya dengan catatan “demikian tertulis di sumber”. Belum ditashih ahli. |
| Penilaian ulama di Musnad Ahmad | Syu'aib al-Arna'uth dkk. — kalimat hukum di catatan kaki tahqiq Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal (Syu'aib al-Arna'uth, 'Adil Mursyid, dan lain-lain; supervisi 'Abdullah bin 'Abdul Muhsin at-Turki; Mu'assasat ar-Risalah, cet. I 1421 H/2001, 50 jilid), dari al-Maktabah asy-Syamilah (buku 25794; 23.340 halaman diambil 28 Sep 2026). Hukum diambil dari catatan kaki pertama tiap hadis sampai sebelum uraian takhrij, dengan cara yang sama seperti tahqiq Ibnu Majah & Abu Dawud: 27.280 dari 27.573 hadis edisi berhukum. Dicocokkan ke hadis hamba.id lewat teks; karena tidak ada nomor sunnah.com untuk Musnad Ahmad, saksi keduanya adalah selisih nomor antar-edisi yang harus sejalan dengan hadis-hadis di sekitarnya: 26.232 dari 26.363 hadis cocok, 26.000 di antaranya berhukum. | berhak cipta · ditampilkan Karya masa kini yang berhak cipta; ditampilkan atas keputusan pengelola, hanya kalimat hukumnya, dengan sumber di tiap kartu — uraian takhrij tidak disalin. 16.185 kalimat unik diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan bantuan AI; audit acak 1.000 kalimat menemukan 0 kesalahan berat dan 1 sedang, audit terarah 1.185 kalimat (catatan salah ketik, teks terpotong, kutipan) 0 berat dan 3 sedang — semuanya sudah diperbaiki bersama pola sejenis. Salah ketik digitalisasi ditulis apa adanya dengan catatan “demikian tertulis di sumber”. Belum ditashih ahli. |
| Komentar ulama terhadap rawi kartu rawi & blok sanad Reader Hadis |
Taqrib at-Tahdzib karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani (w. 852 H) — teks Arab dari korpus OpenITI (berkas 0852IbnHajarCasqalani.TaqribTahdhib.Shamela0008609-ara1; menurut nama berkasnya, salinan al-Maktabah asy-Syamilah buku 8609). Teks entri ditampilkan apa adanya; 12 martabah jarh wa ta'dil dikutip dari muqaddimah kitab itu dan diterjemahkan bebas ke bahasa Indonesia. 3.843 dari 4.547 rawi tercocok (rawi yang meliputi 98,1 % riwayat di korpus hadis ini). |
CC BY-NC-SA 4.0 · perlu dipastikan Lisensi korpus OpenITI (zenodo.6808108): boleh dibagikan dan diadaptasi dengan atribusi, tidak untuk tujuan komersial, dan turunannya dibagikan dengan lisensi yang sama — berkas rawi/j-*.js adalah turunan itu. Ini satu kitab saja, bukan seluruh pendapat ulama. Pencocokan entri ke rawi dilakukan mesin (nama, thabaqah, tahun wafat; 71 pasangan ditentukan dengan tangan, 2 yang keliru dibuang) dan belum ditashih, jadi bisa keliru. Nomor martabah hanya diberikan bila frasa vonisnya persis salah satu contoh dalam muqaddimah. Alih aksara Latin disusun per kata, bukan terjemahan. |
| Meter ayat terbuka (beranda, Tebak Arti, Antologi Qiraah, Buku Kerja) | Label lema per posisi kata dari Quranic Arabic Corpus (baris “Arti, akar, lema” di atas), dipetakan ke kurikulum kosakata kami. Sejak 2 Okt 2026 semua halaman dan dokumen memakai satu sumber angka (skrip/kurva_resmi.py). |
karya kami Sebuah ayat disebut terbuka penuh bila semua katanya sudah dipelajari. Kata ganti berdiri dan huruf muqatta'at dihitung Tahap 2; kata yang tercantum dua kali di kurikulum dikenal sejak kemunculan pertamanya. Kata كَٱلْجَوَابِ di QS 34:13 (jamak جابِيَة, “kolam-kolam besar”) sempat tanpa lema; sejak 2 Okt 2026 ia diberi lema sendiri, sehingga seluruh 6.236 ayat terbuka. Versi sebelumnya mencocokkan teks lema dan, untuk kata yang ejaannya sama, mengambil yang paling awal — 523 ayat tampil terbuka terlalu dini; kini diganti. Pemetaan per kata teruji 99,96 % sesuai label korpus; belum ditinjau ahli. |
| Meter matan hadis (≥90 % & terbuka penuh) | Korpus all_hadiths_clean (Kaggle, CC0) — enam kitab Kutubus Sittah, 29.778 matan; isnad dipisahkan dengan rantai perawi all_rawis (Kaggle, CC0), lalu dicocokkan ke kurikulum kosakata kami | CC0 + karya kami Angkanya perkiraan dan sengaja merendahkan: nama orang tidak ikut dihitung, dan uji mata 40/40 menunjukkan sebagian matan di zona 86–90 % sebenarnya sudah ≥90 %. Yang dipajang sebagai “terbuka penuh” adalah versi saringan ketat (uji mata 39/40, presisi korpus emas Al-Qur'an 96,5 %); versi lama gagal uji mata (29/40) dan tidak dipakai. Belum ditashih siapa pun. |
| Meter bacaan ibadah harian | 18 bacaan shalat & dzikir dari Modul Ibadah Harian paket ini, kosakatanya dibedah dengan tangan lalu dipetakan ke tahap kurikulum | karya kami Dibedah tangan karena mesin pemetaan tidak cukup sepakat dengan hasil tangan — mesinnya tidak dipakai. Al-Fatihah & Ayat Kursi dikecualikan (sudah dihitung di meter ayat terbuka), begitu pula 71 token varian bacaan yang belum dibedah. Yang dipajang adalah kolom konservatif (tanpa tujuh kata delta). |
| Dzikir pagi, petang & sesudah shalat halaman Dzikir |
Teks Arab bacaan disalin dari data hadis situs ini — Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad (cetakan ar-Risalah), dan al-Mustadrak al-Hakim. Tiap bacaan punya kotak Dalil yang memuat hadisnya dan menautkannya ke Reader Hadis. Lima bacaan (Sayyidul Istighfar, Allāhumma bika, Bismillāhil-ladzī, Subḥānallāhi wa biḥamdih, dan tahlil 10×) diambil dari Modul Ibadah Harian paket ini, lengkap dengan transliterasi dan terjemahnya. Radhiitu (1× pagi): riwayat ath-Thabarani dikutip dari as-Silsilah ash-Shahihah no. 2686 (salinan Syamilah yang disimpan situs ini); harakatnya dari hamba.id karena sumbernya tidak berharakat. Ayat Qur’ani (Ayat Kursi, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas): teks Utsmani dan terjemah per ayat dari mushaf digital situs ini (baris Teks Arab dan Terjemah ayat di atas). Transliterasinya dari mesin transliterasi Reader Mushaf (baris Transliterasi Latin). Pilihan huruf LPMQ menampilkan teks LPMQ (baris Teks LPMQ). Arti per kata pada ayat dihasilkan otomatis dari QAC dan kamus paket (baris Arti, akar, lema). Derajat tiap bacaan pagi-petang mengutamakan penilaian al-Albani: «صحيح وضعيف السنن», as-Silsilah ash-Shahihah, adh-Dha‘ifah, dan Shahih al-Jami‘ (salinan Syamilah yang disimpan situs ini). Juga dikutip tahqiq Syu‘aib al-Arna’uth atas Musnad Ahmad, serta dorar.net (Shahih at-Targhib, at-Targhib al-Mundziri). Bacaan yang hadisnya lemah tidak dihitung, yaitu Hasbiyallah 7× dan Radhiitu 3×. Keduanya dijelaskan di kotak “Catatan derajat” pada halaman Dzikir. Ayat Kursi seusai shalat: dalilnya (an-Nasa’i, as-Sunan al-Kubra no. 9848) tidak ada di 14 kitab Reader Hadis (as-Sunan al-Kubra al-Baihaqi juga diperiksa, 2 Nov 2026). Teks dan penilaiannya diambil dari IslamQA, dorar.net, dan HadeethEnc (dibaca 13 Okt 2026), yang ditautkan di kartunya. Nomor hadis: Kutubus Sittah mengikuti sunnah.com, Musnad Ahmad mengikuti cetakan ar-Risalah, dan al-Mustadrak serta Shahih Ibnu Hibban mengikuti nomor cetak. |
tinjauan Daftar bacaannya ditetapkan pengelola:
Teks Arab tiap bacaan dicocokkan dengan mesin terhadap hadis yang ditautkan di kotak Dalil-nya (pemeriksaan terakhir 1 Nov 2026):
|
| Adabul Mufrad Menu Kitab |
al-Adab al-Mufrad karya Imam al-Bukhari (w. 256 H) — 1.322 nomor, teks Arab bersanad tanpa harakat dari Wikisource Arab (ar.wikisource.org, 10 juz; diambil 4 Okt 2026). Kami membandingkannya hadis per hadis dengan teks OpenITI versi JK000011 (repositori 0275AH, commit 44e1c367, 28 Nov 2025) setelah harakat dan tanda baca diseragamkan: 1.275 dari 1.322 hadis persis sama, 18 hampir sama (≥98%), 26 mirip (90–98%), 3 berbeda nyata. Jadi teks Wikisource ini sangat mungkin berasal dari salinan digital yang sama dengan JK000011 atau turunannya. Edisi cetak di baliknya tidak tercatat: halaman Wikisource-nya berkategori “نصوص مجهولة المصدر” (sumber tidak diketahui), dan metadata OpenITI untuk versi itu kosong. Satu nomor memuat dua riwayat pada 37 tempat; keduanya kami simpan terpisah. Derajat per hadis ikut dari catatan kaki Wikisource; kami cocokkan dengan al-Adab al-Mufrad bi-ta‘liqat (Shamela 9647, memuat penilaian al-Albani): 713 butir persis sama, 514 berhimpit sebagian, 95 berbeda atau tak ditemukan di pembanding. | perlu dipastikan Wikisource memberi teks ini CC BY-SA 4.0, tetapi karena sumber salinannya tidak tercatat, hak atas teks aslinya belum bisa kami pastikan. OpenITI berlisensi CC BY-NC-SA 4.0 dan hanya kami pakai untuk membandingkan, tidak disalin. Derajat tampaknya penilaian al-Albani (karya masa kini, berhak cipta) dan belum diaudit penuh. Teks belum ditashih. |
| Riyadhus Shalihin Menu Kitab |
Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi (w. 676 H) — 1.896 nomor, teks Arab dari Wikisource Arab (diambil 4 Okt 2026; status Wikisource: kualitas 50%, belum diproofread; harakat hanya sebagian). Kami membandingkannya dengan tiga versi OpenITI (repositori 0700AH, commit 3d8ff4e7, 28 Nov 2025): edisi cetakan 1998 (Shamela 12014, OCLC 962919075, versi utama OpenITI), JK000073, dan Shamela 2348 (Dar Ibn Katsir 2007, tahqiq Maher al-Fahl). Terhadap edisi 1998, dari 1.891 nomor: 901 persis sama dan 254 hampir sama (≥98%) setelah harakat diseragamkan, 648 mirip (90–98%), 88 berbeda lebih jauh (selisih redaksi, penjelasan kata yang ikut tersisip, atau batas hadis bergeser). Penomorannya sama dengan edisi 1998 dan JK000073 pada 1.867 nomor; edisi Dar Ibn Katsir bergeser satu nomor pada ±400 nomor. Teksnya tidak identik dengan versi OpenITI mana pun (ejaan dan sebagian redaksi berbeda), sehingga edisi yang dipakai Wikisource tetap tidak diketahui. Nomor 456 dan 521 tergabung ke nomor sebelumnya di Wikisource; nomor 90, 1638, dan 1654 belum kami temukan. | perlu dipastikan Wikisource memberi teks ini CC BY-SA 4.0, tetapi edisi aslinya tidak tercatat (halamannya berkategori “نصوص مجهولة المصدر”), sehingga hak atas teks aslinya belum bisa kami pastikan. OpenITI berlisensi CC BY-NC-SA 4.0 dan hanya kami pakai sebagai pembanding. Teks belum ditashih. |
| Umdatul Ahkam Menu Kitab |
‘Umdat al-Ahkam karya al-Hafizh ‘Abd al-Ghani al-Maqdisi (w. 600 H). Teksnya belum kami pasang. Wikisource Arab hanya memuat rintisan sekitar 6 KB, bukan teks lengkap. Teks lengkap yang kami temukan ada di OpenITI (repositori 0600AH, commit e71569b6, 28 Nov 2025) dalam tiga versi: Sham19Y0017103 (edisi tahqiq Samir az-Zuhairi, Maktabat al-Ma‘arif, 1419 H/1998; 423 nomor), Shamela0006075 (edisi tahqiq Mahmud al-Arna’uth, Dar ats-Tsaqafah al-‘Arabiyyah, cet. ke-2, 1408 H/1988; 430 nomor, dengan penjelasan kata dari penyunting) dan Sham19Y0011194 (‘Umdat al-Ahkam al-Kubra, karya yang lebih besar dan berbeda; tidak kami pakai). Kami membandingkan dua versi pertama: matan Arna’uth terkandung rata-rata 94% dalam versi az-Zuhairi (267 hadis ≥95%, 35 hadis <85%), dan penomorannya bergeser sampai enam nomor. Kami juga mencocokkan tiap hadis dengan korpus Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim kami secara otomatis (pencocokan rangkaian empat kata): 247 hadis cocok kuat, 144 sebagian, 32 rendah. Ke-176 hadis yang skornya sedang atau rendah lalu kami baca satu per satu (pembacaan kami sendiri, bukan tinjauan ahli hadis): 172 adalah riwayat yang sama dengan lafaz berbeda, 3 (no. 3, 4, dan 24) diringkas atau digabung oleh al-Maqdisi, dan 1 (no. 59) hanya berbunyi “dan dari Ibn ‘Umar, seperti itu” sehingga tidak bisa dicocokkan sendiri. Padanan ditemukan di Bukhari dan Muslim sekaligus pada 155 hadis, di salah satunya saja pada 20 hadis (belum tentu tidak ada di yang lain), dan tidak ada pada 1. Pembacaan ini memastikan riwayatnya sama (sahabat dan inti lafaz), bukan bahwa tiap kata identik. | belum dipasang Teks lengkapnya hanya ada di OpenITI (CC BY-NC-SA 4.0) dan di edisi cetak yang hak ciptanya pada penerbit (halaman versi az-Zuhairi mencantumkan “hak cipta dilindungi penerbit”). Lisensi nonkomersial itu tidak sejalan dengan lisensi paket ini, sehingga kami hanya memakainya sebagai pembanding, tidak menyalinnya. Kami tidak memasang teks apa pun sebelum sumbernya jelas. |
| Arba’in an-Nawawi Menu Kitab |
al-Arba‘un an-Nawawiyyah karya Imam an-Nawawi (w. 676 H) — 42 hadis. Teksnya tidak dipasang di hamba.id. Kami memakai salinan Wikisource Arab (halaman “الأربعون النووية”, ar.wikisource.org; berkas kerja kami bertanggal 15 Agu 2026) hanya untuk memberi nomor 1–42 dan membaca sahabat perawi serta kitab yang disebut an-Nawawi pada tiap hadis. Setiap hadis lalu kami cari padanannya di Reader Hadis dan kami baca satu per satu (pembacaan kami sendiri, bukan tinjauan ahli hadis): 40 dari 42 hadis bertaut ke riwayatnya; hadis 30 dan 41 tidak, karena sumber yang disebut an-Nawawi ada di luar sembilan kitab Reader. Edisi cetak di balik salinan Wikisource itu belum kami telusuri. | hanya penunjuk Halaman penunjuk Arba’in memuat nomor dan tautan saja. Wikisource memberi teksnya CC BY-SA 4.0; karena teksnya tidak kami salin, tidak ada hak atas teks yang kami klaim di halaman itu. Penilaian derajat tidak dimuat. |
| Bulughul Maram Menu Kitab |
Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam karya al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H). Teksnya belum kami pasang. Wikisource Arab hanya memuat manzhumahnya, bukan kitabnya. Teks lengkap yang kami temukan ada di OpenITI (repositori 0875AH, commit a6d5dbe5; berkas BulughMaram.Shamela0009111-ara1, edisi tahqiq Samir az-Zuhairi, Dar al-Falaq; 1.586 entri). Salinan itu kami pakai hanya sebagai pembanding untuk menentukan urutan entri dan sumber yang disebut Ibnu Hajar pada tiap entri (termasuk lewat singkatan as-sab‘ah, as-sittah, al-khamsah, al-arba‘ah, ats-tsalatsah, menurut muqaddimah beliau). Pencocokan ke Reader Hadis dilakukan dalam dua tahap: otomatis dengan ambang kemiripan tinggi, diperiksa dengan sampel; lalu 980 pasangan kandidat yang tidak lolos ambang kami baca satu per satu (pembacaan kami sendiri, bukan tinjauan ahli hadis). Hasilnya: 1.262 dari 1.586 entri bertaut, 2.339 dari 2.661 rujukan kitab terhubung; 222 rujukan “tidak ditemukan pada pembacaan” dan 100 “belum dinilai”. Tujuh tautan hasil pembacaan terbukti salah dan sudah dihapus. Keduanya bukan bukti bahwa hadis itu tidak ada di kitab tersebut. | belum dipasang Teks lengkapnya hanya ada di OpenITI (CC BY-NC-SA 4.0) dan di edisi cetak yang hak ciptanya pada penerbit. Lisensi nonkomersial itu tidak sejalan dengan lisensi paket ini, sehingga kami hanya memakainya sebagai pembanding, tidak menyalinnya. Halaman penunjuk Bulughul Maram memuat nomor dan tautan saja. Derajat hadis yang dinilai Ibnu Hajar tidak dimuat. |
| Kurikulum, pembagian tahap, modul, skrip | Karya penyusun (dibantu AI) | CC BY-SA 4.0 Boleh dipakai ulang dengan atribusi dan berbagi-serupa. |
Rincian lisensi selengkapnya, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan lembaga pengadopsi, ada di dokumen Kebijakan Lisensi paket ini.
Angka yang bisa diperiksa
Ini hasil pemeriksaan kami sendiri, bukan klaim. Setiap angka dihitung dari teks yang sedang Anda baca.
Kesalahan yang pernah kami temukan dan perbaiki
- 3.981 kata (5,13% Al-Qur'an) salah arti, akar, dan lema — di 199 ayat yang diawali tanda ۞, seluruh metadata kata bergeser satu posisi. Ditemukan Juli 2026 saat menyambungkan data pelajaran, lalu diperbaiki dan diverifikasi ulang terhadap basis data pemeriksa.
- Kata-kata tampak menempel tanpa spasi di sebagian pasangan huruf — dilaporkan pembaca, akar masalahnya spasi asli yang hilang dan hanya diganti jarak CSS tipis. Diperbaiki di seluruh 30 juz.
- Tanwin salah dibaca di ±6.600 tempat pada transliterasi lama — teks QPC menuliskan sebagian tanwin dengan tanda khusus (U+0657, U+065E, U+0656). Mesin transliterasi kami yang lama membacanya sebagai vokal panjang atau melewatkannya sama sekali, sehingga نَارٗا tertulis naaruuaa (seharusnya nârâ) dan عَظِيمٞ kehilangan bunyi n-nya. Ditemukan Juli 2026 ketika mesinnya ditulis ulang, dan hilang bersama mesin barunya.
- Warna tajwid sempat menempel di kata sebelahnya selama beberapa jam pada 26 Juli 2026 — penomoran kata kami mulai dari 0 sementara mushafnya dari 1. Ketahuan lewat pemeriksaan langsung di situs, langsung diperbaiki.
- Kartu gambar ayat selama ini memakai huruf Amiri, bukan Hafs — sejak fitur bagikan ayat dibuat (Juli 2026), nama huruf yang dipanggil kartu tertulis dengan urutan kata yang salah (“KFGQPC Uthmanic Script HAFS”, seharusnya “KFGQPC HAFS Uthmanic Script”), sehingga peramban diam-diam memakai huruf cadangan tanpa pesan galat apa pun. Ditemukan saat perombakan kartu 5 Oktober 2026 dan diperbaiki; kini bila huruf mushaf gagal dimuat, kartu memberi tahu Anda.
Kami menuliskan kesalahan kami sendiri di sini dengan sengaja. Halaman "dari mana teks ini berasal" yang hanya memuat hal-hal baik tidak ada gunanya.
Yang belum kami pastikan
- Tashih LPMQ — belum diajukan. Lihat bagian di atas.
- Edisi terjemah Kemenag — kami menyebutnya "Kemenag", tetapi belum membuktikan lewat sampel resmi bahwa yang kami pakai persis edisi 2019 dan bukan revisi sebelumnya.
- Izin pemakaian-ulang terjemahan Kemenag dan ketentuan redistribusi aset QPC — keduanya belum diverifikasi resmi.
- Lisensi audio — sumber yang kami pakai sekarang tidak menyatakan lisensinya. Ini utang yang kami akui, dan kini lebih penting karena rekaman itu juga bisa masuk ke video murattal yang Anda buat dan bagikan.
- Ketepatan tajwid pada 87 penanda (0,145%) — dua mesin kami belum sepakat di situ, dan belum ada ahli yang memutuskan.
- Perbandingan letak waqaf per titik dengan Mushaf Standar Indonesia — datanya sudah kami uji, tetapi sumber teks MSI yang tersedia belum berstatus resmi, jadi kami tidak menampilkannya.
- Transliterasi Latin — dihasilkan mesin kami sendiri dan belum diperiksa ahli. Kami membandingkannya dengan transliterasi rujukan di luar kami pada 62 ayat contoh (732 kata): 97,8% kata sama persis, dan seluruh selisihnya jatuh pada satu hal: mereka berhenti di tengah ayat, kami tidak. Tidak ada satu pun beda pembacaan huruf.
- Asal edisi Adabul Mufrad dan Riyadhus Shalihin (Menu Kitab) — teks Arabnya dari Wikisource, yang tidak mencatat edisi cetaknya. Perbandingan dengan OpenITI menunjukkan kemiripan tinggi tetapi bukan edisi yang sama, jadi hak atas teks aslinya dan penilaian derajat di Adabul Mufrad belum kami pastikan. Rinciannya di tabel sumber di atas.
- Teks Umdatul Ahkam (Menu Kitab) — belum ada sumber teks lengkap yang bebas dipasang; yang ada hanya OpenITI (nonkomersial) dan edisi cetak berhak cipta penerbit. Sampai ini jelas, kitab ini tidak dimuat.
- Terjemah di halaman Dzikir — terjemah bacaan dan hadis dalil yang disusun untuk hamba.id belum ditinjau pengelola. Lafaz pagi Ashbahna («هَذَا الْيَوْمِ … بَعْدَهُ») adalah penyesuaian hamba.id: hadisnya hanya menyebut bahwa Nabi ﷺ juga mengucapkannya di pagi hari («وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ذَلِكَ أَيْضًا»); sumber tertulis untuk lafaz pagi itu belum kami pegang. Rincian sumbernya.
- Tinjauan ahli menyeluruh atas terjemahan per kata, i'rab, dan label tata bahasa — semuanya masih berstatus tinjauan AI.
Menemukan kesalahan? Beri tahu kami
Satu laporan yang tepat lebih berharga daripada seratus pujian. Anda tidak perlu punya akun untuk melapor.
Yang kami simpan: jenis laporan, rujukan, isi laporan, dan kontak bila Anda mengisinya. Alamat IP Anda tidak kami simpan — yang tersimpan hanya sidik acaknya, semata-mata untuk mencegah banjir kiriman, dan tidak bisa dikembalikan menjadi alamat asli.
Atribusi
Quranic Arabic Corpus (Kais Dukes, Universitas Leeds) · Quranic Universal Library / Tarteel · Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd, Madinah · Kementerian Agama RI · cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0) · cpfair/quran-align (CC BY 4.0) · Open Hadith Data (ODbL 1.0) · al-Maktabah asy-Syamilah (teks & harakat Shahih Ibnu Khuzaimah, al-Mustadrak, dan Shahih Ibnu Hibban) · spa5k/tafsir_api (GitHub) · Wikisource Arab (CC BY-SA 4.0) · OpenITI (CC BY-NC-SA 4.0, hanya pembanding) · font Amiri (SIL Open Font License) · everyayah.com · kitab-kitab gharib dan i'rab yang disebut di atas. Kekeliruan apa pun dalam penyajian adalah tanggung jawab kami, bukan sumber-sumber tersebut.