Jami' at-Tirmidzi · 891

No. 969 versi Ahmad Syakir dkk.

Derajat
Memuat derajat…
Kitab
Jenazah (Jana'iz)كتاب الجنائز عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Bab
Bab 2: Riwayat tentang menjenguk orang sakitباب مَا جَاءَ فِي عِيَادَةِ الْمَرِيضِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ ثُوَيْرٍ هُوَ ابْنُ أَبِي فَاخِتَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَخَذَ عَلِيٌّ بِيَدِي قَالَ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى الْحَسَنِ نَعُودُهُ فَوَجَدْنَا عِنْدَهُ أَبَا مُوسَى فَقَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام أَعَائِدًا جِئْتَ يَا أَبَا مُوسَى أَمْ زَائِرًا فَقَالَ لَا بَلْ عَائِدًا فَقَالَ عَلِيٌّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَلِيٍّ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ مِنْهُمْ مَنْ وَقَفَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ وَأَبُو فَاخِتَةَ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ عِلَاقَةَ.

Terjemah

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, al-Husain bin Muhammad menceritakan kepada kami, Israil menceritakan kepada kami dari Tsuwair — yaitu Ibnu Abu Fakhitah — dari ayahnya, ia berkata: Ali memegang tanganku lalu berkata: "Mari kita pergi menjenguk al-Hasan." Maka kami menemukan Abu Musa di sisinya. Ali — 'alaihis salam — berkata: "Apakah engkau datang sebagai penjenguk (orang sakit) atau sebagai pengunjung, wahai Abu Musa?" Ia menjawab: "Tidak, tetapi sebagai penjenguk." Maka Ali berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang muslim menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya sampai ia memasuki waktu senja; dan jika ia menjenguknya pada waktu senja, tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya sampai ia memasuki waktu pagi; dan ia memperoleh buah petikan di surga." Abu Isa berkata: Ini hadis hasan gharib. Hadis ini telah diriwayatkan dari Ali melalui beberapa jalur; di antara mereka ada yang memauqufkannya dan tidak memarfu'kannya. Abu Fakhitah namanya Sa'id bin Ilaqah.