- Derajat
- Kitab
- Imanكتاب الإيمان
- Bab
- Bab 61: Ancaman neraka bagi orang yang merampas hak seorang Muslim dengan sumpah palsuباب وَعِيدِ مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ مُسْلِمٍ بِيَمِينٍ فَاجِرَةٍ بِالنَّارِ
Teks Arab
Terjemah
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Waki'. Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki'. Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim al-Hanzhali — dan lafal ini miliknya — telah mengabarkan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami al-A'masy dari Abu Wa'il, dari Abdullah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan sumpah yang dipaksakan (di hadapan hakim) untuk merampas harta seorang muslim, sedangkan ia berdusta dalam sumpah itu, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya." Ia berkata: Lalu masuklah al-Asy'ats bin Qais dan bertanya: Apa yang diceritakan Abu Abdurrahman kepada kalian? Mereka menjawab: Begini dan begitu. Ia berkata: Benar Abu Abdurrahman; ayat itu turun berkenaan denganku. Dahulu antara aku dan seorang lelaki ada sebidang tanah di Yaman, lalu aku mengadukannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bertanya: "Apakah engkau punya bukti?" Aku menjawab: Tidak. Beliau berkata: "Maka sumpahnyalah (yang berlaku)." Aku berkata: Kalau begitu ia akan bersumpah (dusta). Maka pada saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan sumpah yang dipaksakan untuk merampas harta seorang muslim, sedangkan ia berdusta dalam sumpah itu, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya." Maka turunlah ayat: {Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit…} sampai akhir ayat. Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, telah mengabarkan kepada kami Jarir dari Manshur, dari Abu Wa'il, dari Abdullah, ia berkata: "Barangsiapa bersumpah untuk memperoleh harta dengan sumpah itu, sedangkan ia berdusta di dalamnya, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya" — kemudian ia menyebutkan hadis serupa hadis al-A'masy, hanya saja ia berkata: Dahulu antara aku dan seorang lelaki ada perselisihan tentang sebuah sumur, lalu kami mengadu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Dua saksimu, atau sumpahnya."