Shahih Bukhari · 6776

No. 7321 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnahكتاب الاعتصام بالكتاب والسنة
Bab
Bab 15: Dosa orang yang menyeru kepada kesesatan atau membuat sunnah yang burukباب إِثْمِ مَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ أَوْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً

Teks Arab

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الْأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْهَا وَرُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ مِنْ دَمِهَا لِأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ أَوَّلًا.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Abdullah bin Murrah, dari Masruq, dari Abdullah, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tidak ada satu jiwa pun yang dibunuh secara zalim melainkan anak Adam yang pertama (Qabil) mendapat bagian dosa darinya'" — dan kadang Sufyan mengatakan, "dari darahnya" — karena dialah orang pertama yang memulai tradisi pembunuhan.