Shahih Bukhari · 6568

No. 7097 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Fitnah dan Akhir Zamanكتاب الفتن
Bab
Bab 17: Fitnah yang bergelombang seperti gelombang lautباب الْفِتْنَةِ الَّتِي تَمُوجُ كَمَوْجِ الْبَحْرِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ خَرَجَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى حَائِطٍ مِنْ حَوَائِطِ الْمَدِينَةِ لِحَاجَتِهِ وَخَرَجْتُ فِي إِثْرِهِ فَلَمَّا دَخَلَ الْحَائِطَ جَلَسْتُ عَلَى بَابِهِ وَقُلْتُ لَأَكُونَنَّ الْيَوْمَ بَوَّابَ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَأْمُرْنِي فَذَهَبَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَضَى حَاجَتَهُ وَجَلَسَ عَلَى قُفِّ الْبِئْرِ فَكَشَفَ عَنْ سَاقَيْهِ وَدَلَّاهُمَا فِي الْبِئْرِ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ يَسْتَأْذِنُ عَلَيْهِ لِيَدْخُلَ فَقُلْتُ كَمَا أَنْتَ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ لَكَ فَوَقَفَ فَجِئْتُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَبُو بَكْرٍ يَسْتَأْذِنُ عَلَيْكَ قَالَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَدَخَلَ فَجَاءَ عَنْ يَمِينِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَشَفَ عَنْ سَاقَيْهِ وَدَلَّاهُمَا فِي الْبِئْرِ فَجَاءَ عُمَرُ فَقُلْتُ كَمَا أَنْتَ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ لَكَ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ فَجَاءَ عَنْ يَسَارِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَشَفَ عَنْ سَاقَيْهِ فَدَلَّاهُمَا فِي الْبِئْرِ فَامْتَلَأَ الْقُفُّ فَلَمْ يَكُنْ فِيهِ مَجْلِسٌ ثُمَّ جَاءَ عُثْمَانُ فَقُلْتُ كَمَا أَنْتَ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ لَكَ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْذَنْ لَهُ وَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ مَعَهَا بَلَاءٌ يُصِيبُهُ فَدَخَلَ فَلَمْ يَجِدْ مَعَهُمْ مَجْلِسًا فَتَحَوَّلَ حَتَّى جَاءَ مُقَابِلَهُمْ عَلَى شَفَةِ الْبِئْرِ فَكَشَفَ عَنْ سَاقَيْهِ ثُمَّ دَلَّاهُمَا فِي الْبِئْرِ فَجَعَلْتُ أَتَمَنَّى أَخًا لِي وَأَدْعُو اللَّهَ أَنْ يَأْتِيَ قَالَ ابْنُ الْمُسَيَّبِ فَتَأَوَّلْتُ ذَلِكَ قُبُورَهُمْ اجْتَمَعَتْ هَا هُنَا وَانْفَرَدَ عُثْمَانُ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far, dari Syarik bin Abdullah, dari Sa'id bin Al-Musayyab, dari Abu Musa Al-Asy'ari, ia berkata, "Pada suatu hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju salah satu kebun di Madinah untuk suatu keperluan, dan aku keluar mengikuti jejaknya. Ketika beliau masuk ke kebun itu, aku duduk di pintunya dan berkata dalam hati, 'Hari ini aku benar-benar akan menjadi penjaga pintu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,' padahal beliau tidak memerintahkanku. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi dan menyelesaikan keperluannya, lalu duduk di tepi sumur. Beliau menyingkap kedua kakinya dan menjulurkannya ke dalam sumur. Kemudian datanglah Abu Bakar meminta izin untuk masuk. Aku berkata, 'Tetaplah engkau di tempatmu sampai aku meminta izin untukmu.' Ia pun berhenti. Aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Nabi Allah, Abu Bakar meminta izin kepadamu.' Beliau bersabda, 'Izinkan ia masuk, dan berilah ia kabar gembira dengan surga.' Maka ia masuk dan datang ke sebelah kanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu menyingkap kedua kakinya dan menjulurkannya ke dalam sumur. Kemudian datanglah Umar. Aku berkata, 'Tetaplah engkau di tempatmu sampai aku meminta izin untukmu.' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Izinkan ia masuk, dan berilah ia kabar gembira dengan surga.' Ia datang ke sebelah kiri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, menyingkap kedua kakinya lalu menjulurkannya ke dalam sumur, sehingga tepi sumur itu penuh dan tidak ada lagi tempat duduk di sana. Kemudian datanglah Utsman. Aku berkata, 'Tetaplah engkau di tempatmu sampai aku meminta izin untukmu.' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Izinkan ia masuk, dan berilah ia kabar gembira dengan surga, disertai cobaan yang akan menimpanya.' Ia pun masuk, namun tidak mendapati tempat duduk bersama mereka, maka ia berpindah hingga datang ke hadapan mereka di seberang tepi sumur. Ia menyingkap kedua kakinya lalu menjulurkannya ke dalam sumur. Maka aku pun berharap-harap seorang saudaraku datang, dan aku berdoa kepada Allah agar ia datang." Ibnu Al-Musayyab berkata, "Aku menakwilkan hal itu sebagai kubur mereka: berkumpul di sini (tiga orang) dan Utsman terpisah sendiri."