- Derajat
- Kitab
- Adab dan Akhlak Terpuji (Al-Adab)كتاب الأدب
- Bab
- Bab 74: Orang yang tidak memandang kafir orang yang mengatakan demikian dalam keadaan menakwilkan atau tidak tahuباب مَنْ لَمْ يَرَ إِكْفَارَ مَنْ قَالَ ذَلِكَ مُتَأَوِّلاً أَوْ جَاهِلاً
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abadah, telah mengabarkan kepada kami Yazid, telah mengabarkan kepada kami Salim, telah menceritakan kepada kami Amr bin Dinar, telah menceritakan kepada kami Jabir bin Abdullah, bahwa Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu biasa shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian ia datang kepada kaumnya dan mengimami mereka shalat. Lalu ia membaca surat Al-Baqarah dalam shalat bersama mereka. Ia berkata: Maka seorang laki-laki memisahkan diri lalu shalat dengan ringkas. Hal itu sampai kepada Mu'adz, lalu ia berkata: 'Sesungguhnya ia munafik.' Hal itu pun sampai kepada laki-laki tersebut, maka ia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: 'Wahai Rasulullah, kami adalah kaum yang bekerja dengan tangan kami dan mengairi (tanaman) dengan unta-unta penyiram kami. Sesungguhnya Mu'adz tadi malam mengimami kami lalu membaca surat Al-Baqarah, maka aku memisahkan diri, lalu ia menuduhku munafik.' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Wahai Mu'adz, apakah engkau hendak membuat orang lari (dari agama)?' Beliau mengucapkannya tiga kali. 'Bacalah Wasy-syamsi wa dhuhaha, dan Sabbihisma rabbikal a'la, dan yang seperti keduanya.'