- Derajat
- Kitab
- Shalatكتاب الصلاة
- Bab
- Bab 46: Masjid-masjid di rumah-rumahباب الْمَسَاجِدِ فِي الْبُيُوتِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Ufair, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Al-Laits, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Uqail, dari Ibnu Syihab, ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Mahmud bin Ar-Rabi' Al-Anshari, bahwa Itban bin Malik -- salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari kalangan Anshar yang ikut perang Badar -- mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, penglihatanku telah menurun, sedangkan aku mengimami kaumku. Apabila turun hujan, lembah antara aku dan mereka mengalir sehingga aku tidak dapat mendatangi masjid mereka untuk mengimami mereka. Aku ingin, wahai Rasulullah, engkau datang kepadaku lalu shalat di rumahku sehingga aku menjadikannya tempat shalat.' Ia berkata: Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: 'Aku akan melakukannya insya Allah.' Itban berkata: Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakr datang pada waktu siang telah meninggi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta izin, lalu aku mengizinkannya. Beliau tidak duduk sampai masuk ke dalam rumah, kemudian bersabda: 'Di manakah tempat yang engkau sukai agar aku shalat di rumahmu?' Ia berkata: Maka aku menunjukkan kepada beliau salah satu sudut rumah. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan bertakbir, maka kami pun berdiri dan berbaris. Beliau shalat dua rakaat kemudian salam. Ia berkata: Dan kami menahan beliau untuk (menyantap) khazirah yang kami buatkan untuknya. Ia berkata: Lalu beberapa orang penduduk kampung dalam jumlah yang cukup banyak datang ke rumah itu dan berkumpul. Maka seorang dari mereka berkata: 'Di mana Malik bin Ad-Dukhaisyin' atau 'Ibnu Ad-Dukhsyun?' Sebagian mereka menjawab: 'Itu orang munafik, ia tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Janganlah engkau berkata demikian. Tidakkah engkau lihat bahwa ia telah mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap wajah Allah?' Ia menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Ia berkata: 'Sesungguhnya kami melihat wajahnya dan kesetiaannya tertuju kepada orang-orang munafik.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap wajah Allah.' Ibnu Syihab berkata: Kemudian aku bertanya kepada Al-Hushain bin Muhammad Al-Anshari -- salah seorang Bani Salim dan termasuk pemuka mereka -- tentang hadits Mahmud bin Ar-Rabi' Al-Anshari, dan ia membenarkannya.