- Derajat
- Kitab
- Ekspedisi Militer yang Dipimpin Nabi saw. (Al-Maghazi)كتاب المغازى
- Bab
- Bab 53 (tanpa judul)
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Amr bin Salamah, ia berkata: Abu Qilabah berkata kepadaku: 'Mengapa engkau tidak menemuinya dan bertanya kepadanya?' Maka aku menemuinya dan bertanya. Ia berkata: Kami dahulu tinggal di dekat sumber air yang menjadi jalur lalu lalang manusia. Rombongan berkendara melewati kami, lalu kami bertanya kepada mereka: 'Ada apa dengan orang-orang? Ada apa dengan orang-orang? Siapa lelaki itu?' Mereka menjawab: 'Ia mengaku bahwa Allah mengutusnya, bahwa Allah mewahyukan kepadanya begini dan begitu.' Maka aku menghafal ucapan-ucapan itu, seakan-akan tertanam di dadaku. Orang-orang Arab dahulu menunggu penaklukan Mekah untuk memeluk Islam; mereka berkata: 'Biarkanlah dia bersama kaumnya; jika ia menang atas mereka, berarti ia benar-benar seorang nabi yang jujur.' Ketika terjadi peristiwa Fathu Makkah, setiap kaum bersegera memeluk Islam, dan ayahku mendahului kaumku dengan keislaman mereka. Ketika ia datang, ia berkata: 'Demi Allah, aku datang kepada kalian dari sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan sebenar-benarnya. Beliau bersabda: Kerjakanlah shalat ini pada waktu ini, dan shalat itu pada waktu itu. Apabila tiba waktu shalat, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan azan, dan hendaklah yang mengimami kalian adalah yang paling banyak hafalan Al-Qur'annya.' Maka mereka mencari, dan ternyata tidak ada seorang pun yang lebih banyak hafalannya daripada aku, karena aku biasa menerimanya dari rombongan yang lewat. Maka mereka mendahulukanku di hadapan mereka, padahal aku baru berumur enam atau tujuh tahun. Aku mengenakan sehelai kain burdah yang apabila aku sujud tersingkap dari tubuhku. Maka seorang wanita dari kampung itu berkata: 'Tidakkah kalian tutupi dari kami bagian belakang imam kalian?' Maka mereka membeli kain dan memotongkan sehelai gamis untukku. Aku belum pernah bergembira dengan sesuatu sebagaimana gembiraku dengan gamis itu.