Shahih Bukhari · 2897

No. 3129 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Seperlima Harta Rampasan untuk Jalan Allah (Khumus)كتاب فرض الخمس
Bab
Bab 13: Berkah pada harta seorang pejuang, hidup maupun mati, bersama Nabi saw. dan para pemegang urusanباب بَرَكَةِ الْغَازِي فِي مَالِهِ حَيًّا وَمَيِّتًا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَوُلاَةِ الأَمْرِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي أُسَامَةَ أَحَدَّثَكُمْ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ لَمَّا وَقَفَ الزُّبَيْرُ يَوْمَ الْجَمَلِ دَعَانِي فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ فَقَالَ يَا بُنَيِّ إِنَّهُ لَا يُقْتَلُ الْيَوْمَ إِلَّا ظَالِمٌ أَوْ مَظْلُومٌ وَإِنِّي لَا أُرَانِي إِلَّا سَأُقْتَلُ الْيَوْمَ مَظْلُومًا وَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ هَمِّي لَدَيْنِي أَفَتُرَى يُبْقِي دَيْنُنَا مِنْ مَالِنَا شَيْئًا فَقَالَ يَا بُنَيِّ بِعْ مَالَنَا فَاقْضِ دَيْنِي وَأَوْصَى بِالثُّلُثِ وَثُلُثِهِ لِبَنِيهِ يَعْنِي بَنِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ يَقُولُ ثُلُثُ الثُّلُثِ فَإِنْ فَضَلَ مِنْ مَالِنَا فَضْلٌ بَعْدَ قَضَاءِ الدَّيْنِ شَيْءٌ فَثُلُثُهُ لِوَلَدِكَ قَالَ هِشَامٌ وَكَانَ بَعْضُ وَلَدِ عَبْدِ اللَّهِ قَدْ وَازَى بَعْضَ بَنِي الزُّبَيْرِ خُبَيْبٌ وَعَبَّادٌ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعَةُ بَنِينَ وَتِسْعُ بَنَاتٍ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَجَعَلَ يُوصِينِي بِدَيْنِهِ وَيَقُولُ يَا بُنَيِّ إِنْ عَجَزْتَ عَنْهُ فِي شَيْءٍ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ مَوْلَايَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا دَرَيْتُ مَا أَرَادَ حَتَّى قُلْتُ يَا أَبَةِ مَنْ مَوْلَاكَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا وَقَعْتُ فِي كُرْبَةٍ مِنْ دَيْنِهِ إِلَّا قُلْتُ يَا مَوْلَى الزُّبَيْرِ اقْضِ عَنْهُ دَيْنَهُ فَيَقْضِيهِ فَقُتِلَ الزُّبَيْرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَلَمْ يَدَعْ دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِلَّا أَرَضِينَ مِنْهَا الْغَابَةُ وَإِحْدَى عَشْرَةَ دَارًا بِالْمَدِينَةِ وَدَارَيْنِ بِالْبَصْرَةِ وَدَارًا بِالْكُوفَةِ وَدَارًا بِمِصْرَ قَالَ وَإِنَّمَا كَانَ دَيْنُهُ الَّذِي عَلَيْهِ أَنَّ الرَّجُلَ كَانَ يَأْتِيهِ بِالْمَالِ فَيَسْتَوْدِعُهُ إِيَّاهُ فَيَقُولُ الزُّبَيْرُ لَا وَلَكِنَّهُ سَلَفٌ فَإِنِّي أَخْشَى عَلَيْهِ الضَّيْعَةَ وَمَا وَلِيَ إِمَارَةً قَطُّ وَلَا جِبَايَةَ خَرَاجٍ وَلَا شَيْئًا إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي غَزْوَةٍ مَعَ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مَعَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ فَحَسَبْتُ مَا عَلَيْهِ مِنْ الدَّيْنِ فَوَجَدْتُهُ أَلْفَيْ أَلْفٍ وَمِائَتَيْ أَلْفٍ قَالَ فَلَقِيَ حَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ فَقَالَ يَا ابْنَ أَخِي كَمْ عَلَى أَخِي مِنْ الدَّيْنِ فَكَتَمَهُ فَقَالَ مِائَةُ أَلْفٍ فَقَالَ حَكِيمٌ وَاللَّهِ مَا أُرَى أَمْوَالَكُمْ تَسَعُ لِهَذِهِ فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَكَ إِنْ كَانَتْ أَلْفَيْ أَلْفٍ وَمِائَتَيْ أَلْفٍ قَالَ مَا أُرَاكُمْ تُطِيقُونَ هَذَا فَإِنْ عَجَزْتُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَاسْتَعِينُوا بِي قَالَ وَكَانَ الزُّبَيْرُ اشْتَرَى الْغَابَةَ بِسَبْعِينَ وَمِائَةِ أَلْفٍ فَبَاعَهَا عَبْدُ اللَّهِ بِأَلْفِ أَلْفٍ وَسِتِّ مِائَةِ أَلْفٍ ثُمَّ قَامَ فَقَالَ مَنْ كَانَ لَهُ عَلَى الزُّبَيْرِ حَقٌّ فَلْيُوَافِنَا بِالْغَابَةِ فَأَتَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ وَكَانَ لَهُ عَلَى الزُّبَيْرِ أَرْبَعُ مِائَةِ أَلْفٍ فَقَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ إِنْ شِئْتُمْ تَرَكْتُهَا لَكُمْ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَا قَالَ فَإِنْ شِئْتُمْ جَعَلْتُمُوهَا فِيمَا تُؤَخِّرُونَ إِنْ أَخَّرْتُمْ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَا قَالَ قَالَ فَاقْطَعُوا لِي قِطْعَةً فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَكَ مِنْ هَاهُنَا إِلَى هَاهُنَا قَالَ فَبَاعَ مِنْهَا فَقَضَى دَيْنَهُ فَأَوْفَاهُ وَبَقِيَ مِنْهَا أَرْبَعَةُ أَسْهُمٍ وَنِصْفٌ فَقَدِمَ عَلَى مُعَاوِيَةَ وَعِنْدَهُ عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ وَالْمُنْذِرُ بْنُ الزُّبَيْرِ وَابْنُ زَمْعَةَ فَقَالَ لَهُ مُعَاوِيَةُ كَمْ قُوِّمَتْ الْغَابَةُ قَالَ كُلُّ سَهْمٍ مِائَةَ أَلْفٍ قَالَ كَمْ بَقِيَ قَالَ أَرْبَعَةُ أَسْهُمٍ وَنِصْفٌ قَالَ الْمُنْذِرُ بْنُ الزُّبَيْرِ قَدْ أَخَذْتُ سَهْمًا بِمِائَةِ أَلْفٍ قَالَ عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَدْ أَخَذْتُ سَهْمًا بِمِائَةِ أَلْفٍ وَقَالَ ابْنُ زَمْعَةَ قَدْ أَخَذْتُ سَهْمًا بِمِائَةِ أَلْفٍ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ كَمْ بَقِيَ فَقَالَ سَهْمٌ وَنِصْفٌ قَالَ قَدْ أَخَذْتُهُ بِخَمْسِينَ وَمِائَةِ أَلْفٍ قَالَ وَبَاعَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ نَصِيبَهُ مِنْ مُعَاوِيَةَ بِسِتِّ مِائَةِ أَلْفٍ فَلَمَّا فَرَغَ ابْنُ الزُّبَيْرِ مِنْ قَضَاءِ دَيْنِهِ قَالَ بَنُو الزُّبَيْرِ اقْسِمْ بَيْنَنَا مِيرَاثَنَا قَالَ لَا وَاللَّهِ لَا أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ حَتَّى أُنَادِيَ بِالْمَوْسِمِ أَرْبَعَ سِنِينَ أَلَا مَنْ كَانَ لَهُ عَلَى الزُّبَيْرِ دَيْنٌ فَلْيَأْتِنَا فَلْنَقْضِهِ قَالَ فَجَعَلَ كُلَّ سَنَةٍ يُنَادِي بِالْمَوْسِمِ فَلَمَّا مَضَى أَرْبَعُ سِنِينَ قَسَمَ بَيْنَهُمْ قَالَ فَكَانَ لِلزُّبَيْرِ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ وَرَفَعَ الثُّلُثَ فَأَصَابَ كُلَّ امْرَأَةٍ أَلْفُ أَلْفٍ وَمِائَتَا أَلْفٍ فَجَمِيعُ مَالِهِ خَمْسُونَ أَلْفَ أَلْفٍ وَمِائَتَا أَلْفٍ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, ia berkata: Aku bertanya kepada Abu Usamah: 'Apakah Hisyam bin Urwah menceritakan kepada kalian dari ayahnya, dari Abdullah bin Az-Zubair?' Ia berkata: Ketika Az-Zubair berdiri pada hari perang Jamal, ia memanggilku, maka aku berdiri di sampingnya. Ia berkata: 'Wahai anakku, sesungguhnya pada hari ini tidak ada yang terbunuh kecuali orang yang zalim atau yang dizalimi, dan aku tidak memandang diriku kecuali akan terbunuh hari ini dalam keadaan dizalimi. Sesungguhnya kekhawatiranku yang terbesar adalah utangku. Apakah menurutmu utang kita akan menyisakan sesuatu dari harta kita?' Kemudian ia berkata: 'Wahai anakku, juallah harta kita dan lunasilah utangku.' Ia berwasiat sepertiga (hartanya), dan sepertiga dari sepertiga itu untuk anak-anak Abdullah bin Az-Zubair. Ia berkata: 'Sepertiga dari sepertiga. Jika masih tersisa kelebihan dari harta kita setelah pelunasan utang, maka sepertiganya untuk anak-anakmu.' Hisyam berkata: Sebagian anak Abdullah sebaya dengan sebagian anak Az-Zubair, yaitu Khubaib dan Abbad; dan pada hari itu Az-Zubair memiliki sembilan anak laki-laki dan sembilan anak perempuan. Abdullah berkata: Ia terus mewasiatkan kepadaku tentang utangnya dan berkata: 'Wahai anakku, jika engkau tidak mampu melunasi sebagiannya, mintalah pertolongan kepada maulaku.' Abdullah berkata: Demi Allah, aku tidak mengerti apa yang ia maksud sampai aku bertanya: 'Wahai ayah, siapa maulamu?' Ia menjawab: 'Allah.' Abdullah berkata: Demi Allah, tidaklah aku jatuh dalam kesulitan karena utangnya melainkan aku berdoa: 'Wahai Maula Az-Zubair, lunasilah utangnya,' maka Allah pun melunasinya. Az-Zubair radhiyallahu 'anhu terbunuh dan tidak meninggalkan satu dinar maupun satu dirham pun, kecuali beberapa bidang tanah — di antaranya Al-Ghabah — sebelas rumah di Madinah, dua rumah di Bashrah, satu rumah di Kufah, dan satu rumah di Mesir. Utangnya itu terjadi karena seseorang datang kepadanya membawa harta untuk dititipkan, tetapi Az-Zubair berkata: 'Tidak, tetapi jadikan ia sebagai pinjaman, karena aku khawatir harta itu hilang.' Ia tidak pernah menjabat sebagai gubernur, tidak pula sebagai pemungut pajak, dan tidak pula jabatan apa pun, kecuali ikut berperang bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, atau bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiyallahu 'anhum. Abdullah bin Az-Zubair berkata: Aku menghitung utangnya, ternyata dua juta dua ratus ribu. Lalu Hakim bin Hizam menemui Abdullah bin Az-Zubair dan bertanya: 'Wahai anak saudaraku, berapa utang saudaraku?' Abdullah menyembunyikannya dan menjawab: 'Seratus ribu.' Hakim berkata: 'Demi Allah, aku tidak melihat harta kalian mencukupi untuk itu.' Abdullah berkata kepadanya: 'Bagaimana pendapatmu jika ternyata dua juta dua ratus ribu?' Ia menjawab: 'Aku tidak melihat kalian mampu menanggung ini. Jika kalian tidak mampu melunasi sebagiannya, mintalah bantuanku.' Az-Zubair dahulu membeli Al-Ghabah seharga seratus tujuh puluh ribu, lalu Abdullah menjualnya seharga satu juta enam ratus ribu. Kemudian ia berdiri dan berseru: 'Siapa yang memiliki piutang atas Az-Zubair, hendaklah menemui kami di Al-Ghabah.' Maka datanglah Abdullah bin Ja'far, yang memiliki piutang empat ratus ribu atas Az-Zubair. Ia berkata kepada Abdullah: 'Jika kalian mau, aku relakan untuk kalian.' Abdullah berkata: 'Tidak.' Ia berkata: 'Jika kalian mau, jadikan ia sebagai yang terakhir kalian bayar jika kalian menunda.' Abdullah berkata: 'Tidak.' Ia berkata: 'Kalau begitu potongkan sebidang tanah untukku.' Abdullah berkata: 'Untukmu dari sini sampai sini.' Maka Abdullah menjual sebagiannya dan melunasi utang ayahnya sampai tuntas, dan tersisa empat setengah bagian. Kemudian ia menghadap Mu'awiyah, sementara di sisinya ada Amr bin Utsman, Al-Mundzir bin Az-Zubair, dan Ibnu Zam'ah. Mu'awiyah bertanya: 'Berapa nilai Al-Ghabah ditaksir?' Ia menjawab: 'Setiap bagian seratus ribu.' Mu'awiyah bertanya: 'Berapa yang tersisa?' Ia menjawab: 'Empat setengah bagian.' Al-Mundzir bin Az-Zubair berkata: 'Aku ambil satu bagian seharga seratus ribu.' Amr bin Utsman berkata: 'Aku ambil satu bagian seharga seratus ribu.' Ibnu Zam'ah berkata: 'Aku ambil satu bagian seharga seratus ribu.' Mu'awiyah bertanya: 'Berapa yang tersisa?' Ia menjawab: 'Satu setengah bagian.' Mu'awiyah berkata: 'Aku ambil dengan seratus lima puluh ribu.' Dan Abdullah bin Ja'far menjual bagiannya kepada Mu'awiyah seharga enam ratus ribu. Ketika Ibnu Az-Zubair selesai melunasi utang ayahnya, anak-anak Az-Zubair berkata: 'Bagilah warisan kami di antara kami.' Ia berkata: 'Tidak, demi Allah, aku tidak akan membaginya di antara kalian sampai aku menyerukan pada musim haji selama empat tahun: Ketahuilah, siapa yang memiliki piutang atas Az-Zubair, hendaklah datang kepada kami agar kami melunasinya.' Maka setiap tahun ia menyerukannya pada musim haji. Setelah empat tahun berlalu, ia membaginya di antara mereka. Az-Zubair memiliki empat istri; setelah sepertiga diambil (untuk wasiat), setiap istri memperoleh satu juta dua ratus ribu. Maka seluruh hartanya adalah lima puluh juta dua ratus ribu.