Shahih Bukhari · 1855

No. 1991 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Puasaكتاب الصوم
Bab
Bab 66: Puasa hari Fitriباب صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ

Teks Arab

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ نَهَى النَّبِيُّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ وَعَنْ الصَّمَّاءِ وَأَنْ يَحْتَبِيَ الرَّجُلُ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَعَنْ صَلَاةٍ بَعْدَ الصُّبْحِ وَالْعَصْرِ.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang puasa pada hari Idul Fitri dan hari Nahar, melarang pakaian ash-shamma' (berselimut satu kain tanpa menyisakan celah untuk tangan), melarang seseorang duduk ihtiba' (memeluk lutut) dengan satu kain, serta melarang shalat setelah Subuh dan setelah Ashar.