- Derajat
- Kitab
- Zakat (Sedekah Wajib)كتاب الزكاة
- Bab
- Bab 47: Sedekah kepada anak-anak yatimباب الصَّدَقَةِ عَلَى الْيَتَامَى
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Fadhalah, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Yahya, dari Hilal bin Abi Maimunah, telah menceritakan kepada kami Atha' bin Yasar, bahwa ia mendengar Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari duduk di atas mimbar dan kami duduk di sekelilingnya. Beliau bersabda: Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan atas kalian sepeninggalku adalah dibukakannya kemewahan dan perhiasan dunia bagi kalian. Maka seorang laki-laki bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kebaikan dapat mendatangkan keburukan? Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun terdiam, lalu dikatakan kepada orang itu: Ada apa denganmu, engkau berbicara kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam namun beliau tidak berbicara kepadamu? Kami pun melihat bahwa sedang diturunkan wahyu kepada beliau. Perawi berkata: Lalu beliau mengusap keringatnya dan bersabda: Di mana orang yang bertanya tadi? -seakan-akan beliau memujinya-. Beliau bersabda: Sesungguhnya kebaikan tidak mendatangkan keburukan. Dan sesungguhnya di antara yang ditumbuhkan musim semi ada yang membunuh atau hampir membunuh, kecuali hewan pemakan rumput hijau; ia makan hingga apabila kedua lambungnya membuncit, ia menghadap ke matahari lalu membuang kotoran dan air kencingnya, kemudian kembali merumput. Sesungguhnya harta ini hijau lagi manis. Maka sebaik-baik teman seorang muslim adalah harta yang ia berikan darinya kepada orang miskin, anak yatim, dan ibnu sabil -atau sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam-. Dan sesungguhnya barangsiapa mengambilnya tanpa hak, ia seperti orang yang makan namun tidak kenyang, dan harta itu akan menjadi saksi yang memberatkannya pada hari kiamat.