- Derajat
- Kitab
- Zakat (Sedekah Wajib)كتاب الزكاة
- Bab
- Bab 44: Zakat atas kerabatباب الزَّكَاةِ عَلَى الأَقَارِبِ
Teks Arab
Terjemah
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah, bahwa ia mendengar Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Abu Thalhah adalah orang Anshar di Madinah yang paling banyak hartanya berupa kebun kurma, dan harta yang paling ia cintai adalah kebun Bairuha' yang menghadap ke masjid. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering memasukinya dan minum dari airnya yang segar. Anas berkata: Ketika turun ayat ini: (Kalian sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan sampai kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai), Abu Thalhah berdiri menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: (Kalian sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan sampai kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai), dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah Bairuha'. Kebun itu aku sedekahkan karena Allah; aku mengharapkan kebaikan dan simpanannya di sisi Allah. Maka tempatkanlah ia wahai Rasulullah sebagaimana Allah tunjukkan kepadamu. Anas berkata: Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Bagus sekali! Itu adalah harta yang menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan, dan aku berpendapat hendaknya engkau menjadikannya untuk kerabat dekatmu. Maka Abu Thalhah berkata: Akan aku lakukan wahai Rasulullah. Lalu Abu Thalhah membagikannya kepada kerabat dan anak-anak pamannya. Hadits ini diikuti oleh Rauh. Dan Yahya bin Yahya serta Isma'il menyebutkan dari Malik dengan lafal: harta yang berkembang.