Shahih Bukhari · 1202

No. 1281 pada Fathul Bari

Derajat
Kitab
Jenazah (Al-Jana'iz)كتاب الجنائز
Bab
Bab 30: Berkabung seorang wanita atas selain suaminyaباب إِحْدَادِ الْمَرْأَةِ عَلَى غَيْرِ زَوْجِهَا

Teks Arab

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ قَالَتْ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ثُمَّ دَخَلْتُ عَلَى زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ حِينَ تُوُفِّيَ أَخُوهَا فَدَعَتْ بِطِيبٍ فَمَسَّتْ بِهِ ثُمَّ قَالَتْ مَا لِي بِالطِّيبِ مِنْ حَاجَةٍ غَيْرَ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا.

Terjemah

Telah menceritakan kepada kami Isma'il, telah menceritakan kepadaku Malik, dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dari Humaid bin Nafi', dari Zainab binti Abu Salamah, ia mengabarkan kepadanya, ia berkata: Aku masuk menemui Ummu Habibah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas seorang mayit lebih dari tiga hari, kecuali atas suami: empat bulan sepuluh hari.' Kemudian aku masuk menemui Zainab binti Jahsy ketika saudaranya meninggal. Maka ia meminta wewangian lalu memakainya, kemudian berkata: 'Aku tidak membutuhkan wewangian, hanya saja aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di atas mimbar: Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk berkabung atas seorang mayit lebih dari tiga hari, kecuali atas suami: empat bulan sepuluh hari.'