# Modul Sharaf Berjenjang — Pola Kata Al-Qur'an Berbasis Frekuensi **Versi 1.0 · 10 Juni 2026 · Bagian dari Paket Kurikulum Qur'an Berjenjang v1.5** --- ## Pendahuluan: kenapa sharaf, dan kenapa begini urutannya Kurikulum kosakata mengajarkan **lemma** — bentuk dasar kata. Tetapi di mushaf, kata jarang muncul dalam bentuk dasarnya: lemma قَالَ (qāla — *berkata*) muncul sebagai قَالُوا۟ (*mereka berkata*), يَقُولُونَ (*mereka sedang berkata*), قُلْ (*katakanlah!*), قِيلَ (*dikatakan*), قَوْل (*perkataan*), قَآئِل (*orang yang berkata*). Sharaf (صَرْف — morfologi, ilmu perubahan bentuk kata) adalah kunci yang membuat 2.000 lemma yang sudah kamu hafal "berlipat" menjadi kemampuan mengenali puluhan ribu bentuk. Modul ini memakai filosofi yang sama dengan kurikulum kosakata: **yang tersering diajarkan dulu**. Seluruh angka dihitung dari anotasi morfologi Quranic Arabic Corpus v0.4 atas 77 ribu kata Qur'an: * Qur'an memuat **19.353 token kata kerja** + **4.199 token turunan bertanda** (ism fa'il, ism maf'ul, masdar bentuk turunan) = **23.552 token berpola** yang dicakup modul ini. * Bentuk I (فَعَلَ) saja = 64% dari semua kata kerja. Bentuk IV = 18%. Bentuk IX hanya muncul **5 kali** se-Qur'an — maka ia di tahap terakhir, bukan (seperti urutan kitab) sejajar dengan yang lain. * **58,5% kata kerja Qur'an berakar "tidak sehat"** (ada huruf و/ي/ء/penggandaan). Akar lemah bukan bab lanjutan — ia diajarkan sejak Tahap S1, karena قَالَ dan كَانَ adalah dua kata kerja tersering se-Qur'an. ### Tonggak cakupan | Tahap | Materi inti | Token baru | Kumulatif token berpola | |---|---|---|---| | **S1** | Akar & timbangan; fi'l madhi bentuk I | 5.609 | **23,8%** | | **S2** | Fi'l mudhari' & amr bentuk I | 6.051 | **49,5%** | | **S3** | Ism fa'il, ism maf'ul, masdar, pasif bentuk I | 2.895 | **61,8%** | | **S4** | Bentuk IV & II + seluruh turunannya | 6.215 | **88,2%** | | **S5** | Bentuk VIII, V, X + turunannya | 2.086 | **97,0%** | | **S6** | Bentuk III, VI, VII, IX; pasif lintas bentuk; peta lengkap | 696 | **100%** | ### Cara pakai 1. Sinkronkan dengan kurikulum kosakata: mulai **S1 setelah Kosakata Tahap 1**, S2 setelah Tahap 2, dst. Contoh-contoh tiap tahap sengaja dipilih dari kata yang sudah (atau hampir) kamu kenal. 2. Baca satu pelajaran, lalu latih dengan sub-deck Anki yang bersangkutan (`Kurikulum-Sharaf-Anki.apkg`). 3. Tujuan modul ini adalah **mengenali** (membaca → tahu pola → tebak makna), bukan memproduksi (mengarang kalimat). Untuk membaca Qur'an, mengenali sudah sangat cukup. 4. Rincian frekuensi semua pola ada di `Kurikulum-Sharaf-Berjenjang.xlsx`. ### Kejujuran & batasan * Anotasi morfologi berasal dari Quranic Arabic Corpus v0.4 (fork `mustafa0x/quran-morphology`) — sumber akademik tepercaya, tetapi bukan tanpa cacat; penyusunnya sendiri mencatat sejumlah anotasi yang perlu ditinjau. * Terjemahan contoh adalah hasil AI dan **belum ditinjau ahli sharaf**. Untuk publikasi luas, tinjauan ahli wajib. * Istilah tradisional (madhi, mudhari', ism fa'il, dsb.) dipakai agar kamu nyambung dengan kitab dan ustadz; tetapi urutan penyajiannya berbasis frekuensi, bukan urutan kitab klasik seperti al-Amtsilah at-Tashrifiyyah. * Modul ini sharaf untuk **membaca Qur'an**, bukan sharaf lengkap: bentuk/pola yang nyaris tak muncul di Qur'an dipangkas atau hanya disebut. --- # TAHAP S1 — Akar, Timbangan, dan Fi'l Madhi *Mulai setelah Kosakata Tahap 1 · target: 23,8% token berpola* ## Pelajaran 1 — Akar dan timbangan (wazan) Hampir semua kata bahasa Arab lahir dari **akar** (جِذْر — jidzr) tiga huruf. Akar ك-ت-ب membawa gagasan "tulis", dan darinya lahir: | Kata | Baca | Arti | |---|---|---| | كَتَبَ | kataba | dia menulis | | كِتَاب | kitāb | kitab, buku (yang ditulis) | | كَاتِب | kātib | penulis | | مَكْتُوب | maktūb | yang ditulis | Untuk menamai pola, ulama memakai **timbangan**: akar contoh ف-ع-ل (ف = huruf pertama, ع = kedua, ل = ketiga). Jadi كَاتِب "berwazan" فَاعِل — artinya: huruf pertama akar + alif + huruf kedua berkasrah + huruf ketiga. Siapa pun yang hafal arti wazan فَاعِل (*pelaku*) bisa menebak: ظَالِم (zhālim) dari ظ-ل-م (*zalim*) = *orang yang berbuat zalim* — **tanpa pernah menghafal kata itu**. Inilah daya ungkit sharaf: kamu sudah hafal ±2.000 akar lewat kurikulum kosakata; modul ini memberimu ±35 timbangan untuk melipatgandakannya. **Kunci:** kolom "Akar kata" di kurikulum kosakata dan kamus HTML mulai sekarang adalah sahabatmu. ## Pelajaran 2 — Fi'l madhi: dia, mereka, dia (pr) **Fi'l madhi** (فِعْل مَاضٍ — kata kerja lampau) bentuk I berwazan فَعَلَ (*fa'ala*). Pelaku ditandai **akhiran**. Tiga pelaku tersering (≈70% semua madhi): | Wazan | Baca | Pelaku | Contoh Qur'an | Arti | |---|---|---|---|---| | فَعَلَ | fa'ala | dia (lk) | خَلَقَ | dia menciptakan | | فَعَلُوا | fa'alū | mereka (lk) | كَفَرُوا۟ | mereka kafir | | فَعَلَتْ | fa'alat | dia (pr) | قَالَتْ | dia (pr) berkata | Catatan ejaan mushaf: jamak ـُوا۟ ditulis dengan alif kecil di ujung (وا۟) yang tidak dibaca. Contoh di ayat: خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ (QS 2:29 dst.) — *Dia menciptakan langit dan bumi*. ## Pelajaran 3 — Madhi: kami, aku, engkau, kalian Saat akhirannya diawali konsonan (ت/ن), huruf terakhir akar disukunkan: خَلَقَ → خَلَقْنَا. | Wazan | Baca | Pelaku | Contoh Qur'an | Arti | |---|---|---|---|---| | فَعَلْنَا | fa'alnā | kami | خَلَقْنَا | Kami menciptakan | | فَعَلْتُ | fa'altu | aku | عَمِلْتُ | aku mengerjakan | | فَعَلْتَ | fa'alta | engkau (lk) | خَلَقْتَ | Engkau menciptakan | | فَعَلْتُمْ | fa'altum | kalian (lk) | قَتَلْتُمْ | kalian membunuh | "Kami" (نَا) dalam Qur'an sering merujuk Allah (jamak keagungan): إِنَّا أَنزَلْنَٰهُ (QS 97:1) — *Sesungguhnya Kami menurunkannya*. Bentuk yang lebih jarang — kenali saja, tak perlu dilatih khusus (gabungan <2% madhi): فَعَلْتِ (engkau pr), فَعَلْتُنَّ (kalian pr), فَعَلْنَ (mereka pr), فَعَلَا/فَعَلَتَا (mereka berdua). ## Pelajaran 4 — Akar berhuruf lemah: قَالَ dan كَانَ Dua kata kerja tersering se-Qur'an — قَالَ (*berkata*, 1.722×) dan كَانَ (*adalah*, 1.358×) — berakar **ajwaf** (أَجْوَف — huruf tengahnya و/ي). Huruf tengah itu "meleleh": * Saat akhiran vokal → tengah jadi **alif**: قَالَ، قَالُوا۟، كَانَ، كَانُوا۟ * Saat akhiran konsonan → tengah **hilang**, sisa vokal pendek: قُلْنَا (*kami berkata*), قُلْتُمْ (*kalian berkata*), كُنتُمْ (*kalian adalah*), كُنَّا (*kami adalah*) | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | قَالَ | qāla | ق-و-ل | dia berkata | | قَالُوا۟ | qālū | ق-و-ل | mereka berkata | | كُنتُمْ | kuntum | ك-و-ن | kalian adalah | | كُنَّا | kunnā | ك-و-ن | kami adalah | **Kenapa diajarkan di pelajaran 4, bukan bab akhir seperti kitab klasik?** Karena 22,8% kata kerja Qur'an berakar ajwaf. Menunda = tidak bisa membaca apa-apa. **Kunci mencari di kamus:** bentuk pendek (قُل، كُن) → kembalikan huruf tengah و/ي → akar. ## Pelajaran 5 — Akar lemah lainnya: naqish, mahmuz **Naqish** (نَاقِص — huruf ketiga و/ي), 10,2% kata kerja. Ujungnya jadi ـَى atau ـَا: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | هَدَىٰ | hadā | ه-د-ي | dia memberi petunjuk | | هَدَيْنَا | hadainā | ه-د-ي | Kami memberi petunjuk | | دَعَا | da'ā | د-ع-و | dia berdoa/menyeru | | عَصَوْا۟ | 'ashau | ع-ص-ي | mereka durhaka | **Mahmuz** (مَهْمُوز — ada hamzah di akar), 7,4%: hamzahnya tetap dibaca tapi "berganti kursi" (أ/ؤ/ئ): أَخَذَ (*dia mengambil*), سَأَلَ (*dia bertanya*), شَآءَ (*dia menghendaki* — sekaligus ajwaf). **Mudha''af** (مُضَعَّف — huruf kedua = ketiga), 4,4%: keduanya melebur bertasydid: ظَنَّ (*dia menyangka*, dari ظ-ن-ن), ضَلَّ (*dia tersesat*, dari ض-ل-ل). **Kunci:** kalau bentuk yang kamu lihat "kependekan" (dua huruf + tasydid/vokal panjang), curigai akar lemah: kembalikan و/ي/penggandaan, lalu cek kamus. --- # TAHAP S2 — Fi'l Mudhari' dan Amr *Mulai setelah Kosakata Tahap 2 · kumulatif: 49,5%* ## Pelajaran 6 — Mudhari': awalan أ-ن-ي-ت **Fi'l mudhari'** (فِعْل مُضَارِع — kata kerja kini/nanti: *sedang/akan/biasa*) ditandai **awalan**, salah satu dari empat huruf أنيت (mudah diingat: أَنَيْتُ): | Wazan | Baca | Pelaku | Contoh Qur'an | Arti | |---|---|---|---|---| | يَفْعَلُ | yaf'alu | dia (lk) | يَعْلَمُ | dia mengetahui | | تَفْعَلُ | taf'alu | engkau / dia (pr) | تَعْلَمُ | engkau mengetahui | | نَفْعَلُ | naf'alu | kami | نَعْبُدُ | kami menyembah | | أَفْعَلُ | af'alu | aku | أَعْبُدُ | aku menyembah | Vokal huruf tengah (ـَ/ـِ/ـُ) berbeda-beda per kata (يَعْلَمُ تapi يَكْتُبُ) — tidak usah dihafal aturannya, kenali saja per kata. Awas: تَفْعَلُ bermakna ganda (*engkau* atau *dia perempuan*) — konteks yang memutuskan. ## Pelajaran 7 — Mudhari' jamak: ـُونَ Tambahkan akhiran pada awalan yang sama: | Wazan | Baca | Pelaku | Contoh Qur'an | Arti | |---|---|---|---|---| | يَفْعَلُونَ | yaf'alūna | mereka (lk) | يَعْلَمُونَ | mereka mengetahui | | تَفْعَلُونَ | taf'alūna | kalian (lk) | تَعْمَلُونَ | kalian mengerjakan | Dua bentuk ini + empat di Pelajaran 6 = **91% dari semua mudhari'** di Qur'an. Sisanya kenali saja: يَفْعَلْنَ (mereka pr — awas, mirip فَعَلْنَ madhi!), تَفْعَلِينَ (engkau pr), يَفْعَلَانِ (mereka berdua). Penutup surah yang sering: أَفَلَا تَعْقِلُونَ — *apakah kalian tidak berpikir?* ## Pelajaran 8 — Mudhari' akar lemah Pola "lelehan" yang sama dengan Pelajaran 4–5, kini dengan awalan: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | يَقُولُ | yaqūlu | ق-و-ل | dia berkata | | يَكُونُ | yakūnu | ك-و-ن | dia adalah/menjadi | | يَشَآءُ | yasyā'u | ش-ي-أ | Dia menghendaki | | يَهْدِى | yahdī | ه-د-ي | Dia memberi petunjuk | | يَدْعُو | yad'ū | د-ع-و | dia berdoa/menyeru | | يَرَىٰ | yarā | ر-أ-ي | dia melihat | مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضْلِلْهُ (QS 6:39) — perhatikan يَشَإِ: ujung panjangnya terpangkas; kenapa, itu urusan "jazm" (Pelajaran 10). ## Pelajaran 9 — Fi'l amr: perintah **Fi'l amr** (فِعْل أَمْر — kata perintah) bentuk I: buang awalan mudhari', dan karena awal kata jadi sukun, tambah hamzah washal ٱ: | Wazan | Baca | Pelaku | Contoh Qur'an | Arti | |---|---|---|---|---| | ٱفْعَلْ | if'al | engkau! | ٱنظُرْ | lihatlah! | | ٱفْعَلُوا۟ | if'alū | kalian! | ٱعْبُدُوا۟ | sembahlah! | Amr akar lemah menjadi sangat pendek — dan inilah kata-kata yang paling sering kamu dengar: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | قُلْ | qul | ق-و-ل | katakanlah! (332× — kata amr tersering) | | كُونُوا۟ | kūnū | ك-و-ن | jadilah kalian! | | كُلُوا۟ | kulū | أ-ك-ل | makanlah kalian! | | ٱتْلُ | utlu | ت-ل-و | bacakanlah! | Awas pasangan mirip: قُلْ (*katakanlah*, dari قول) vs كُلْ (*makanlah*, dari أكل). ## Pelajaran 10 — Bendera kecil di depan kata kerja Partikel satu-dua huruf yang mengubah makna kata kerja sesudahnya — frekuensinya sangat tinggi: | Partikel | + | Makna | Contoh | Arti | |---|---|---|---|---| | لَمْ | mudhari' | **lampau negatif** | لَمْ يَلِدْ | Dia tidak beranak | | لَا | mudhari' | tidak / **jangan** | لَا تَقْرَبُوا۟ | janganlah kalian dekati | | سَـ / سَوْفَ | mudhari' | akan (masa depan) | سَيَقُولُ | dia akan berkata | | قَدْ | madhi | sungguh telah | قَدْ أَفْلَحَ | sungguh telah beruntung | | مَا | madhi | tidak | مَا فَعَلُوهُ | mereka tidak melakukannya | Perhatikan لَمْ يَلِدْ: setelah لَمْ ujung kata kerja "dipangkas" (sukun; jamak ـُونَ → ـُوا۟). Mekanisme penuhnya (raf'-nashb-jazm) adalah materi **nahwu** — untuk membaca, cukup tahu: *bentuk terpangkas setelah* لَمْ/لَا/لِـ *itu normal*. --- # TAHAP S3 — Turunan Bentuk I dan Pasif *Mulai setelah Kosakata Tahap 3 · kumulatif: 61,8%* ## Pelajaran 11 — Ism fa'il: فَاعِل، sang pelaku **Ism fa'il** (اِسْم فَاعِل — kata benda pelaku) bentuk I berwazan فَاعِل: *orang/sesuatu yang me-…*. Inilah pola turunan tersering di Qur'an (1.696 token untuk bentuk I saja): | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | كَافِر / كَٰفِرُونَ | kāfir(ūna) | ك-ف-ر | orang (orang-orang) kafir | | ظَٰلِمِينَ | zhālimīna | ظ-ل-م | orang-orang zalim | | صَٰدِقِينَ | shādiqīna | ص-د-ق | orang-orang yang benar | | خَٰلِدِينَ | khālidīna | خ-ل-د | (mereka) kekal | | عَٰلِم | 'ālim | ع-ل-م | yang mengetahui | Jamaknya ـُونَ (subjek) / ـِينَ (lainnya); perempuan: ـَة، jamak ـَات. Di ejaan mushaf alifnya sering alif kecil: كَٰفِر = كَافِر. Akar ajwaf menyisipkan hamzah: قَآئِم (*yang berdiri*, dari قوم); naqish kehilangan ujung: هَادٍ (*pemberi petunjuk*, dari هدي). ## Pelajaran 12 — Ism maf'ul: مَفْعُول، sang sasaran **Ism maf'ul** (اِسْم مَفْعُول — kata benda objek/sasaran) bentuk I berwazan مَفْعُول: *yang di-…*. | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | مَعْرُوف | ma'rūf | ع-ر-ف | yang dikenal (baik); kebaikan | | مَعْلُوم | ma'lūm | ع-ل-م | yang diketahui/ditentukan | | مَفْعُول | maf'ūl | ف-ع-ل | yang dilaksanakan | | مَكْتُوب | maktūb | ك-ت-ب | yang ditulis | Pasangan فَاعِل/مَفْعُول adalah pasangan makna aktif/pasif: عَالِم *yang tahu* — مَعْلُوم *yang diketahui*. ## Pelajaran 13 — Masdar bentuk I: nama perbuatannya **Masdar** (مَصْدَر — kata benda perbuatan; "verbal noun") menamai perbuatan itu sendiri: قَوْل (qaul — *perkataan*), ذِكْر (dzikr — *ingatan/sebutan*), خَلْق (khalq — *penciptaan*), عِلْم ('ilm — *pengetahuan*). **Kejujuran penting:** untuk bentuk I, pola masdar **tidak beraturan** (سَمَاعِيّ — simā'ī, "ikut yang terdengar"): bisa فَعْل، فِعْل، فُعُول، فَعَالَة، dst. Tidak ada rumus; hafalkan per kata — dan kabar baiknya, kamu *sudah* menghafalnya di kurikulum kosakata, karena masdar-masdar ini (ذِكْر، عِلْم، قَوْل…) terdaftar sebagai lemma sendiri. Pelajaran ini hanya menyingkap hubungannya: عِلْم bukan kata yang kebetulan mirip عَلِمَ — ia masdarnya. Mulai bentuk II ke atas (Tahap S4–S6), masdar justru **sangat beraturan** dan bisa ditebak. ## Pelajaran 14 — Pasif: قِيلَ، كُتِبَ Bentuk pasif (مَبْنِيّ لِلْمَجْهُول — "dibangun untuk yang tak dikenal pelakunya") ditandai **perubahan vokal dalam**, bukan imbuhan: | Aktif | Pasif | Baca | Arti pasif | |---|---|---|---| | فَعَلَ | فُعِلَ | fu'ila | di-…-kan (lampau) | | يَفْعَلُ | يُفْعَلُ | yuf'alu | di-…-kan (kini) | | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | كُتِبَ | kutiba | ك-ت-ب | telah diwajibkan (harfiah: dituliskan) | | خُلِقَ | khuliqa | خ-ل-ق | diciptakan | | قِيلَ | qīla | ق-و-ل | dikatakan (ajwaf: و → ي) | | يُؤْمَرُونَ | yu'marūna | أ-م-ر | mereka diperintah | كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ (QS 2:183) — *telah diwajibkan atas kalian berpuasa*. **Kunci membaca mushaf:** dhammah di huruf pertama kata kerja = sinyal kuat pasif (atau bentuk IV — Tahap S4; harakat berikutnya yang membedakan). --- # TAHAP S4 — Bentuk IV dan II: Mesin "Me-…-kan" *Mulai setelah Kosakata Tahap 4 · kumulatif: 88,2%* ## Pelajaran 15 — Bentuk IV: أَفْعَلَ Tambah hamzah di depan + sukun di huruf pertama akar = makna **kausatif** (membuat sesuatu terjadi). Ini bentuk turunan terbesar di Qur'an (3.499 kata kerja): | Tampak | Baca | Akar | Bentuk I-nya | Arti bentuk IV | |---|---|---|---|---| | أَنزَلَ | anzala | ن-ز-ل | نَزَلَ *turun* | dia menurunkan | | أَرْسَلَ | arsala | ر-س-ل | — | dia mengutus | | أَخْرَجَ | akhraja | خ-ر-ج | خَرَجَ *keluar* | dia mengeluarkan | | ءَامَنَ | āmana | أ-م-ن | أَمِنَ *aman* | dia beriman (mahmuz: أَأْمَنَ → آمَنَ) | | ءَاتَىٰ | ātā | أ-ت-ي | أَتَى *datang* | dia memberi (harfiah: mendatangkan) | Dua baris terakhir penting: bila akar berawalan hamzah, hamzah bentuk IV melebur jadi **madd** (آ / ءَا di ejaan mushaf). آمَنُوا۟ (*mereka beriman*) yang kamu baca ratusan kali itu bentuk IV. ## Pelajaran 16 — Bentuk IV: mudhari', amr, pasif * Mudhari': يُفْعِلُ (yuf'ilu) — awalan ber-**dhammah**, tengah **kasrah**: يُؤْمِنُونَ (*mereka beriman*), يُنفِقُونَ (*mereka menafkahkan*), يُنزِّلُ؟ — bukan, itu bentuk II; bentuk IV-nya يُنزِلُ (*Dia menurunkan*). * Amr: أَفْعِلْ — hamzahnya hamzah qath' (tetap dibaca): أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ (*dirikanlah shalat*). * Pasif madhi: أُفْعِلَ — أُنزِلَ (*diturunkan*, 48× untuk bentuk ini saja): بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ (QS 2:4) — *kepada apa yang diturunkan kepadamu*. Akar أتي: أُوتُوا۟ (*mereka diberi*). **Pembeda يَفْعَلُ vs يُفْعِلُ hanya harakat** — fathah-awal = bentuk I, dhammah-awal = bentuk IV/pasif/II-III. Di mushaf berharakat lengkap ini selalu terbaca. ## Pelajaran 17 — Turunan bentuk IV: dari mana kata "mukmin", "muslim", "iman" Semua turunan bentuk II–X memakai awalan مُـ untuk partisip: | Pola | Wazan | Contoh | Akar | Arti | |---|---|---|---|---| | Ism fa'il IV | مُفْعِل | مُؤْمِن | أ-م-ن | orang beriman | | | | مُسْلِم | س-ل-م | orang Islam (yang berserah) | | | | مُحْسِنِين | ح-س-ن | orang-orang yang berbuat baik | | Masdar IV | إِفْعَال | إِيمَان | أ-م-ن | iman | | | | إِسْلَام | س-ل-م | Islam | | | | إِحْسَان | ح-س-ن | ihsan | Tiga kata kunci agama — إِسْلَام، إِيمَان، إِحْسَان — ternyata satu wazan: إِفْعَال, masdar bentuk IV. (Pada أمن، hamzah akar + hamzah wazan → إِيمَان dengan ya'.) ## Pelajaran 18 — Bentuk II: فَعَّلَ Gandakan (tasydid) huruf tengah = makna **intensif/berulang/kausatif**: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | نَزَّلَ | nazzala | ن-ز-ل | dia menurunkan (berangsur-angsur) | | كَذَّبَ | kadzdzaba | ك-ذ-ب | dia mendustakan | | بَشَّرَ | basysyara | ب-ش-ر | dia memberi kabar gembira | | سَخَّرَ | sakhkhara | س-خ-ر | dia menundukkan | Mudhari': يُفَعِّلُ — يُكَذِّبُونَ (*mereka mendustakan*). Pasif: فُعِّلَ — زُيِّنَ (*dijadikan indah*). Nuansa IV vs II pada akar yang sama: أَنزَلَ (sekaligus) vs نَزَّلَ (berangsur) — keduanya dipakai untuk Al-Qur'an, dan mufassir menggali makna dari pilihan wazannya. Inilah tingkat pemahaman yang dibuka sharaf. ## Pelajaran 19 — Turunan bentuk II | Pola | Wazan | Contoh | Akar | Arti | |---|---|---|---|---| | Ism fa'il II | مُفَعِّل | مُصَدِّق | ص-د-ق | yang membenarkan | | Masdar II | تَفْعِيل | تَنزِيل | ن-ز-ل | penurunan (wahyu) | | | | تَكْذِيب | ك-ذ-ب | pendustaan | | Masdar II (varian) | تَفْعِلَة | تَذْكِرَة | ذ-ك-ر | peringatan | Istilah "tajwid" (تَجْوِيد), "tafsir" (تَفْسِير), "tartil" (تَرْتِيل) — semuanya masdar bentuk II. Wazan تَفْعِيل akan kamu temui seumur hidup di kitab mana pun. --- # TAHAP S5 — Bentuk VIII, V, X *Mulai setelah Kosakata Tahap 5 · kumulatif: 97,0%* ## Pelajaran 20 — Bentuk VIII: اِفْتَعَلَ Sisipkan ت setelah huruf pertama akar; makna umumnya **refleksif** (melakukan untuk/pada diri sendiri): | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | ٱتَّبَعَ | ittaba'a | ت-ب-ع | dia mengikuti | | ٱبْتَغَىٰ | ibtaghā | ب-غ-ي | dia mencari/menginginkan | | ٱفْتَرَىٰ | iftarā | ف-ر-ي | dia mengada-adakan (dusta) | | ٱخْتَلَفُوا۟ | ikhtalafū | خ-ل-ف | mereka berselisih | **Dua kata super-penting menyamarkan akarnya** karena huruf pertama akar (و/ء) melebur ke ت wazan menjadi تّ: * ٱتَّقَىٰ (ittaqā — *bertakwa*) ← akar **و-ق-ي** (*menjaga*): takwa = "menjaga diri". * ٱتَّخَذَ (ittakhadza — *menjadikan/mengambil*) ← akar **أ-خ-ذ** (*mengambil*). Mudhari': يَفْتَعِلُ — يَتَّقُونَ؛ amr: ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ (*bertakwalah kepada Allah*). ## Pelajaran 21 — Turunan bentuk VIII | Pola | Wazan | Contoh | Akar | Arti | |---|---|---|---|---| | Ism fa'il VIII | مُفْتَعِل | مُتَّقِينَ | و-ق-ي | orang-orang bertakwa | | | | مُهْتَدِينَ | ه-د-ي | yang mendapat petunjuk | | Masdar VIII | اِفْتِعَال | ٱبْتِغَآءَ | ب-غ-ي | demi mencari (… ridha Allah) | هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ (QS 2:2) — *petunjuk bagi orang-orang bertakwa*: kata ketiga yang kamu baca di mushaf setelah al-Fatihah adalah ism fa'il bentuk VIII dari akar وقي. Kini kamu bisa membongkarnya. ## Pelajaran 22 — Bentuk V: تَفَعَّلَ Bentuk II + awalan تَـ = makna refleksif dari bentuk II: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | تَوَلَّىٰ | tawallā | و-ل-ي | dia berpaling | | تَوَكَّلَ | tawakkala | و-ك-ل | dia bertawakal | | تَبَيَّنَ | tabayyana | ب-ي-ن | menjadi jelas | | يَتَفَكَّرُونَ | yatafakkarūna | ف-ك-ر | mereka memikirkan | Ism fa'il: مُتَفَعِّل — مُتَوَكِّلُونَ (*orang-orang yang bertawakal*). Masdar: تَفَعُّل — تَوَكُّل (*tawakal*). Awas: تَوَلَّىٰ (madhi V) vs تَوَلَّوْا۟ (madhi V jamak) vs يَتَوَلَّ (mudhari' V terpangkas) — semuanya keluarga "berpaling". ## Pelajaran 23 — Bentuk X: اِسْتَفْعَلَ Awalan اِسْتَـ = makna **meminta/menganggap**: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | ٱسْتَكْبَرَ | istakbara | ك-ب-ر | dia menyombongkan diri (menganggap diri besar) | | ٱسْتَغْفِرْ | istaghfir | غ-ف-ر | mohonkanlah ampun (meminta ampunan) | | ٱسْتَطَٰعُوا۟ | istathā'ū | ط-و-ع | mereka mampu | | نَسْتَعِينُ | nasta'īnu | ع-و-ن | kami memohon pertolongan | Turunan: مُسْتَفْعِل — مُسْتَكْبِرِينَ (*orang-orang sombong*); dan inilah wazan مُسْتَقِيم (*lurus* — dari قوم, "yang tegak sempurna") dalam ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ. Masdar: اِسْتِفْعَال — اِسْتِغْفَار (*istighfar*). Dengan ini, **seluruh al-Fatihah sudah terurai**: نَعْبُدُ (mudhari' I), نَسْتَعِينُ (mudhari' X, ajwaf), ٱهْدِنَا (amr I naqish + dhamir "kami"), مَٰلِك (ism fa'il I), مُسْتَقِيم (ism fa'il X), مَغْضُوب (ism maf'ul I), ضَآلِّين (ism fa'il I mudha''af). --- # TAHAP S6 — Melengkapi Peta *Mulai setelah Kosakata Tahap 6 · kumulatif: 100%* ## Pelajaran 24 — Bentuk III: فَاعَلَ Alif setelah huruf pertama = makna **timbal balik/berusaha terhadap orang lain**: | Tampak | Baca | Akar | Arti | |---|---|---|---| | جَٰهَدُوا۟ | jāhadū | ج-ه-د | mereka berjihad/bersungguh-sungguh | | نَادَىٰ | nādā | ن-د-ي | dia menyeru | | هَاجَرُوا۟ | hājarū | ه-ج-ر | mereka berhijrah | | قَٰتَلُوا۟ | qātalū | ق-ت-ل | mereka berperang (≠ قَتَلُوا۟ *mereka membunuh* — beda tasydid alif saja!) | Masdar III: فِعَال atau مُفَاعَلَة — جِهَاد (*jihad*), حِسَاب (*perhitungan*), لِقَآء (*pertemuan*). ## Pelajaran 25 — Bentuk VI, VII, IX: yang jarang * **VI** تَفَاعَلَ (saling; 91×): يَتَسَآءَلُونَ (*mereka saling bertanya*), تَعَاوَنُوا۟ (*saling menolonglah*). * **VII** اِنفَعَلَ (ke-an, pasif-alami; 51×): ٱنقَلَبُوا۟ (*mereka berbalik*), ٱنشَقَّتْ (*terbelah* — QS 54:1 tentang bulan: وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ). * **IX** اِفْعَلَّ (warna/cacat; hanya **5×** se-Qur'an): تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ (QS 3:106) — *wajah-wajah memutih dan menghitam*. Inilah alasan modul ini tidak mengajarkan I–X berurutan seperti kitab: bentuk IX yang "sejajar" di tabel kitab hanya muncul 5 kali, sedangkan bentuk IV muncul 3.499 kali. ## Pelajaran 26 — Pasif lintas bentuk + dhammah pertanda Rumusnya seragam: rangkaian **dhammah–kasrah** (madhi) atau **dhammah–fathah** (mudhari'): | Bentuk | Aktif | Pasif | Contoh | Arti | |---|---|---|---|---| | I | فَعَلَ | فُعِلَ | قِيلَ | dikatakan | | II | فَعَّلَ | فُعِّلَ | زُيِّنَ | dijadikan indah | | III | فَاعَلَ | فُوعِلَ | — | (langka) | | IV | أَفْعَلَ | أُفْعِلَ | أُنزِلَ | diturunkan | | V (mudhari') | يَتَفَعَّلُ | يُتَفَعَّلُ | يُتَوَفَّوْنَ | mereka diwafatkan | Total pasif = 1.151 token (6% kata kerja) — cukup sering untuk wajib dikenali, cukup jarang untuk diajarkan terakhir. ## Pelajaran 27 — Peta lengkap dan langkah berikutnya Ringkasan satu layar — sepuluh wazan dan turunannya (× = nyaris tak ada di Qur'an): | Bentuk | Madhi | Mudhari' | Ism fa'il | Masdar | Token Qur'an | |---|---|---|---|---|---| | I | فَعَلَ | يَفْعَلُ | فَاعِل | (simā'ī) | 14.555 | | II | فَعَّلَ | يُفَعِّلُ | مُفَعِّل | تَفْعِيل | 1.722 | | III | فَاعَلَ | يُفَاعِلُ | مُفَاعِل | فِعَال/مُفَاعَلَة | 542 | | IV | أَفْعَلَ | يُفْعِلُ | مُفْعِل | إِفْعَال | 4.913 | | V | تَفَعَّلَ | يَتَفَعَّلُ | مُتَفَعِّل | تَفَعُّل | 502 | | VI | تَفَاعَلَ | يَتَفَاعَلُ | مُتَفَاعِل | تَفَاعُل | 103 | | VII | اِنفَعَلَ | يَنفَعِلُ | مُنفَعِل | اِنفِعَال | 52 | | VIII | اِفْتَعَلَ | يَفْتَعِلُ | مُفْتَعِل | اِفْتِعَال | 1.301 | | IX | اِفْعَلَّ | يَفْعَلُّ | × | × | 5 | | X | اِسْتَفْعَلَ | يَسْتَفْعِلُ | مُسْتَفْعِل | اِسْتِفْعَال | 504 | Cara membaca kata asing mulai sekarang: (1) kupas imbuhan luar (awalan أنيت، مُـ، اِسْتَـ، sufiks dhamir); (2) temukan 3 huruf akar — waspadai huruf lemah yang meleleh; (3) kenali wazannya → fungsi makna; (4) cek akar di kamus HTML paket ini. **Langkah berikutnya — nahwu.** Sharaf menjawab *bentuk kata*; nahwu menjawab *hubungan antarkata*: kenapa مُسْلِمُونَ kadang menjadi مُسْلِمِينَ, apa fungsi إِنَّ, mana subjek mana objek. Modul nahwu berjenjang adalah kandidat lapisan berikutnya paket ini — dengan filosofi yang sama: konstruksi tersering dulu, contoh dari ayat yang sudah kamu kuasai.