# Modul I'rab Berjenjang — Nahwu Produktif Al-Qur'an: dari I'rab Fungsional ke I'rab Lengkap **Versi 1.0 · 17 Juni 2026 · Bagian dari Paket Kurikulum Qur'an Berjenjang v1.25** --- ## Pendahuluan: kenapa modul ini ada, dan apa bedanya dengan Modul Nahwu `Modul-Nahwu-Berjenjang` (N1–N6) mengajarkan nahwu untuk **mengenali fungsi**: melihat إِنَّ ٱللَّهَ → tahu lafzhul-jalalah itu isim inna yang manshub → tahu khabarnya menyusul marfu'. Itu cukup untuk *membaca* Qur'an dengan sadar makna, dan modul itu jujur menyatakan targetnya: *"i'rab fungsional — bukan i'rab verbal lengkap ala pesantren."* Tetapi **menguasai nahwu** menuntut yang lebih: kemampuan **meng-i'rab secara verbal dan lengkap** — menyebut, untuk tiap kata, jenis katanya, kedudukannya, 'amil yang mempengaruhinya, tanda i'rab-nya (asli atau pengganti), dan kedudukan setiap *jumlah* (anak kalimat). Inilah keterampilan yang dilatih di kitab dan halaqah, dan inilah yang modul ini bangun. Tiga celah modul pengenalan yang ditutup di sini: 1. **I'rab verbal lengkap** — bukan sekadar "ini objek", melainkan: *"مَفْعُول بِهِ مَنْصُوب وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الفَتْحَة"*, lengkap dengan jenis i'rab (lafzhi/taqdiri/mahalli), 'amil-ma'mul, dan dhamir mustatir. 2. **Bab yang sengaja dipangkas Modul Nahwu** — isytighal, tanazu', nudbah, tarkhim, istighatsah, ikhtishash, asma' al-af'al, tahdzir–ighra': bab yang jarang berdampak pada pembacaan, tetapi wajib bagi penguasaan dan untuk membaca kitab. 3. **Sistem produktif penuh** — 'adad–ma'dud lengkap (termasuk kaidah jenis terbalik), seluruh manshubat & majrurat & tawabi', i'rab al-jumal (kalimat berkedudukan) dan syibh jumlah secara mendalam. **Penjangkaran otentik — keunggulan jujur modul ini.** Berbeda dari modul-modul sebelumnya yang i'rab-nya disusun penyusun, **setiap contoh i'rab di sini diselaraskan dengan kitab i'rab Al-Qur'an yang nyata** — terutama **al-I'rab al-Muyassar** dan **I'rab al-Qur'an wa Bayanuh (Muhyiddin ad-Darwisy)** dan **ad-Da'as** (ketiganya 6.236 ayat, tersedia di paket lewat `Pendamping-Irab.html`). Kutipan i'rab Arab dalam modul ini berasal dari kitab-kitab itu, bukan karangan. Ini membuat modul i'rab — bab yang paling rawan salah — justru menjadi yang **paling berotoritas** di seluruh paket. ### Prasyarat Modul ini mengandaikan Anda **sudah menuntaskan `Modul-Nahwu-Berjenjang` (N1–N6)** — paham konsep mubtada-khabar, fa'il-maf'ul, inna-kana, jar-majrur, idhafah, na'at, syarat, dan peta i'rab dasar. Idealnya juga sudah melalui `Modul-Tashrif-Berjenjang` (sharaf produktif), karena i'rab fi'l menuntut kenal bina' dan i'lal. Modul ini lapisan **akhir** tata bahasa paket: dari "membaca dengan paham" menuju "meng-i'rab seperti ahli". ### Peta jenjang | Jenjang | Fokus | Pelajaran | |---|---|---| | **IL1** | Mesin i'rab: 'amil–ma'mul, tanda i'rab penuh (asli & pengganti), i'rab lafzhi/taqdiri/mahalli | 1–3 | | **IL2** | Marfu'at lengkap: mubtada-khabar, fa'il & naib fa'il, marfu' nawasikh (kana, inna, kada-'asa) | 4–6 | | **IL3** | Manshubat lengkap: maf'ul bih/li-ajlih/ma'ah, mutlaq & zharf, hal, tamyiz & 'adad, mustatsna | 7–10 | | **IL4** | Majrurat, tawabi' penuh, dan bab yang dipangkas (isytighal, tanazu', nudbah, tarkhim, asma' al-af'al) | 11–14 | | **IL5** | I'rab al-jumal (kalimat berkedudukan), syibh jumlah & ta'alluq, asalib (syarat, qasam, nida), madh-dzamm-ta'ajjub | 15–18 | | **IL6** | Pematangan: protokol i'rab utuh, pengantar ushul & khilaf nahwu, peta master & jalan ke kitab | 19–21 | ### Cara pakai 1. **Dengan pena, satu ayat sehari.** I'rab hanya dikuasai dengan **menulis i'rab** kata demi kata. Tiap pelajaran punya **Latihan i'rab** — kerjakan dengan tangan, lalu cocokkan ke `Pendamping-Irab.html` (kunci i'rab al-Muyassar offline) — itulah kunci jawaban resmi modul ini. 2. **Pakai bareng alat paket:** `Pendamping-Irab.html` sebagai kunci; `Reader-Mushaf` untuk konteks ayat; `Kamus-Quran-Berjenjang.html` untuk akar; deck `Kurikulum-Irab-Anki.apkg` untuk drill istilah & kedudukan; tabel `Kurikulum-Irab-Berjenjang.xlsx` untuk peta 'amil-ma'mul, marfu'at-manshubat-majrurat, dan 'adad. 3. **Istilah Arab klasik dipakai penuh** (mu'rab, mabni, 'amil, ma'mul, mahall…) — karena tujuan modul ini justru menyiapkan Anda membaca kitab nahwu. ### Kejujuran & batasan * **Penjangkaran i'rab.** Kutipan i'rab Arab (di dalam blok ">") dikutip/diringkas dari **al-I'rab al-Muyassar** (dipakai di `Pendamping-Irab.html`); rincian alternatif sesekali dari ad-Darwisy/ad-Da'as. I'rab Al-Qur'an kerap memuat **lebih dari satu wajah** yang sama-sama sahih — modul menyebut wajah yang masyhur dan menandai bila ada alternatif penting. Terjemahan/penjelasan Indonesia adalah susunan penyusun (dibantu AI), **belum ditinjau ahli nahwu** — untuk publikasi luas, tinjauan ahli wajib. * **Ayat & teks** diverifikasi ke teks mushaf QPC-Hafs; rujukan QS mengikuti mushaf standar. * **Cakupan.** Modul ini i'rab Al-Qur'an tingkat lanjut + bab nahwu yang dipangkas Modul Nahwu. Ushul nahwu & khilaf Bashrah-Kufah hanya **dikenalkan** (IL6), bukan dibahas tuntas — itu wilayah kitab khusus (al-Khasha'is, al-Inshaf). Bab yang murni untuk syair/balaghah disinggung seperlunya. * **Catatan adab.** I'rab adalah alat memahami Kalam Allah, bukan tujuan. Sebagian ayat sengaja "musykil" i'rab-nya untuk kekayaan makna; perbedaan i'rab di antara ulama adalah kekayaan, bukan pertentangan. --- # JENJANG IL1 — Mesin I'rab: 'Amil, Ma'mul, dan Tanda *Modul Nahwu memberi tahu "kata ini berfungsi sebagai objek". Jenjang ini mengajarkan bahasa lengkap untuk menyatakannya: apa yang membuatnya manshub, tanda apa yang dipakai, dan jenis i'rab apa yang berlaku.* ## Pelajaran 1 — Anatomi i'rab: 'amil, ma'mul, 'alamah **I'rab** (إِعْرَاب) secara teknis: perubahan akhir kata karena perbedaan **'amil** (عَامِل — faktor/operator) yang masuk padanya. Tiga unsur tiap analisis: * **'Amil** (operator): kata/partikel yang "menuntut" kedudukan tertentu — fi'il menuntut fa'il marfu' & maf'ul manshub; harf jarr menuntut majrur; إِنَّ menuntut isim manshub; إِضَافَة menuntut mudhaf ilaih majrur. * **Ma'mul** (مَعْمُول): kata yang terkena pengaruh 'amil (fa'il, maf'ul, isim inna, …). * **'Alamah** (عَلَامَة): tanda i'rab yang muncul — dhammah, fathah, kasrah, sukun (asli) atau penggantinya. Meng-i'rab satu kata = menjawab empat hal berurutan: **(1) jenis kata** (isim/fi'il/harf) → **(2) kedudukan** (mubtada, fa'il, maf'ul…) → **(3) hukum i'rab** (marfu'/manshub/majrur/majzum atau mabni) → **(4) tanda + sebab tanda** (… وَعَلَامَةُ …هِ …). > **Model dari kitab — QS 112:1** قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ. al-I'rab al-Muyassar: ﴿قل﴾ *فعل أمر مبني على السكون، وفاعله مستتر تقديره أنت*؛ ﴿هو﴾ *ضمير مبني في محل رفع مبتدأ*؛ ﴿الله﴾ *خبر المبتدأ، أو مبتدأ ثان مرفوع بالضمة*؛ ﴿أحد﴾ *خبر*. Perhatikan: قُلْ **mabni** (tetap), tetapi punya *mahall* (kedudukan); هُوَ mabni tetapi *fî mahalli raf' mubtada'*. Inilah tiga lapis yang dilatih jenjang ini. ### Format penulisan i'rab (hafalkan polanya) * Kata mu'rab: «(kata): kedudukan + hukum + tanda». Contoh: ٱللَّهُ — *mubtada' marfū' wa 'alāmatu raf'ihi adh-dhammah*. * Kata mabni: «(kata): jenis, mabni 'alā (harakat), fî mahalli (kedudukan)». Contoh: هُوَ — *dhamīr mabnī 'alā al-fath fî mahalli raf' mubtada'*. ### Latihan i'rab 1 I'rab dua kata pertama QS 1:2 ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ, lalu cocokkan ke Pendamping-Irab. (Kunci ringkas: ٱلْحَمْدُ — *mubtada' marfu', tanda dhammah*؛ لِ — *harf jarr*، ٱللَّهِ — *majrur, tanda kasrah*، dan jar-majrur *muta'alliq* dengan khabar tersirat → khabar.) ## Pelajaran 2 — Tanda i'rab penuh: asli, pengganti, dan mabni Modul Nahwu mengenalkan dhammah-fathah-kasrah. Penguasaan menuntut **seluruh** sistem: empat hukum × tanda asli × tanda pengganti (نِيَابَة). | Hukum | Tanda asli | Tanda pengganti (niyabah) — kapan | |---|---|---| | Raf' | dhammah ـُ | **wawu** (jamak mudz. salim, asma' sittah), **alif** (mutsanna), **tetapnya nun** (af'al khamsah) | | Nashb | fathah ـَ | **alif** (asma' sittah), **ya'** (mutsanna & jamak mudz. salim), **kasrah** (jamak muannats salim), **hadzf nun** (af'al khamsah) | | Jarr | kasrah ـِ | **ya'** (mutsanna, jamak mudz. salim, asma' sittah), **fathah** (mamnu' min ash-sharf) | | Jazm | sukun ـْ | **hadzf nun** (af'al khamsah), **hadzf huruf 'illah** (mu'tall akhir) | > **Anchor — QS 9:36** ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا. al-Muyassar: ﴿اثنا﴾ *خبر إنّ مرفوع بالألف لأنه مثنى*. Inilah tanda pengganti: khabar inna seharusnya dhammah, tetapi karena مثنى, tandanya **alif**. Dan QS 86:17 ٱلْكَٰفِرِينَ: *مفعول به منصوب وعلامة نصبه الياء لأنه جمع مذكر سالم* — nashb dengan **ya'**, bukan fathah. **Mabni** (tak berubah) wajib dikuasai daftarnya: semua **harf**; **fi'l madhi** (mabni fath/sukun/dhamm) & **fi'l amr**; **fi'l mudhari'** yang bersambung nun taukid/niswah; **dhamir, isim isyarah** (kecuali mutsanna), **isim maushul** (kecuali mutsanna), **isim syarat & istifham**, **'adad murakkab** (أَحَدَ عَشَرَ), sebagian zharf (إِذْ، حَيْثُ، الآن). ### Latihan i'rab 2 Tentukan tanda i'rab (asli/pengganti) dan sebabnya: (a) ٱلْمُؤْمِنُونَ (QS 23:1), (b) أَبَاهُمْ (QS 12:8), (c) لَمْ يَلِدْ (QS 112:3). **Kunci:** (a) raf', **wawu** (jamak mudz. salim). (b) nashb, **alif** (asma' sittah). (c) jazm, **sukun** (fi'l shahih akhir setelah لم). ## Pelajaran 3 — I'rab lafzhi, taqdiri, dan mahalli Tiga *jenis* munculnya i'rab — sering jadi titik buta pembaca pemula: * **Lafzhi** (لَفْظِيّ): tanda tampak jelas — ٱلْكِتَابُ، ٱللَّهَ. * **Taqdiri** (تَقْدِيرِيّ): tanda **diperkirakan** karena huruf akhir tak menampungnya — (1) **maqshur** (akhir alif): مُوسَىٰ، ٱلْهُدَىٰ — semua harakat *muqaddar*; (2) **manqush** (akhir ya'): ٱلْقَاضِي، ٱلْهَادِ — dhammah & kasrah muqaddar, fathah tampak; (3) **mudhaf ila ya' mutakallim**: رَبِّي، عَبْدِي — harakat sibuk oleh kasrah munasabah. * **Mahalli** (مَحَلِّيّ): kata **mabni** yang menempati kedudukan mu'rab — dinyatakan "fî mahalli …". هُوَ، هَٰذَا، ٱلَّذِينَ، إِيَّاكَ. > **Anchor — QS 20:12** إِنِّى أَنَا۠ رَبُّكَ. ﴿موسى﴾ di QS 19:51 di-i'rab: *مرفوع بضمة مقدّرة على الألف منع من ظهورها التعذّر* — inilah i'rab taqdiri maqshur. Dan QS 1:5 ﴿إياك﴾: *ضمير منفصل مبني في محل نصب مفعول به مقدم* — i'rab mahalli. **Tiga sebab tanda taqdiri** (hafalkan istilahnya, sering muncul di kitab): pada maqshur karena **تَعَذُّر** (mustahil diucapkan); pada manqush & mudhaf-ya' karena **ثِقَل/مُنَاسَبَة** (berat/penyesuaian). ### Latihan i'rab 3 I'rab kata yang digarisbawahi: (a) **مُوسَىٰ** dalam وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ (QS 4:164), (b) **رَبِّى** dalam إِنَّ رَبِّى (QS 11:34), (c) **ٱلَّذِينَ** dalam ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ (QS 2:3). **Kunci:** (a) maf'ul bih manshub, tanda *fathah muqaddarah* (maqshur, ta'adzdzur). (b) isim inna manshub, *fathah muqaddarah* (mudhaf-ya', munasabah). (c) mabni, *fî mahalli raf' mubtada'* (atau sesuai konteks). --- # JENJANG IL2 — Marfu'at: I'rab Lengkap Peran-Peran Marfu' *Modul Nahwu memberi tahu "ini mubtada/fa'il". Di sini kita i'rab-kan penuh: tanda apa, 'amil apa, dhamir tersembunyi yang mana, dan kedudukan jumlah yang mengikutinya.* ## Pelajaran 4 — Mubtada dan khabar: seluruh wajahnya Mubtada & khabar marfu'. Yang baru di sini: **jenis khabar** dan kasus-kasus halus. **Empat jenis khabar:** | Jenis khabar | Contoh Qur'an | Catatan i'rab | |---|---|---| | Mufrad (satu kata) | ٱللَّهُ أَحَدٌ (112) | أَحَد khabar marfu', tanda dhammah | | Jumlah ismiyyah | ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ (2:255) | jumlah لا إله إلا هو *fî mahalli raf' khabar* | | Jumlah fi'liyyah | ٱللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ (2:15) | jumlah يستهزئ *fî mahalli raf' khabar* | | Syibh jumlah (jar-majrur/zharf) | ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ (1:2) | لله *muta'alliq* dengan khabar tersirat | > **Anchor — QS 2:255** ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ. al-Muyassar: ﴿الله﴾ *مبتدأ*؛ dan *جملة ﴿لا إله إلا هو﴾ خبر لفظ الجلالة*؛ ﴿الحي﴾ *خبر ثان*؛ ﴿القيوم﴾ *خبر ثالث*. Satu mubtada, tiga khabar beruntun — *ta'addud al-khabar*. **Kasus halus yang wajib dikuasai:** * **Khabar wajib didahulukan (taqdim wajib)** bila khabar syibh jumlah dan mubtada nakirah: فِيهَا كُتُبٌ (QS 98:3) — فِيهَا *khabar muqaddam*, كُتُب *mubtada' mu'akhkhar*. * **Mubtada nakirah dibolehkan** bila berfaedah: didahului nafi/istifham, atau diiringi syibh jumlah, atau mawshuf. أَإِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ (QS 27:60). * **Dhamir sha'n**: هُوَ pada قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ boleh diperlakukan *dhamir sha'n* (mubtada), dan jumlah ٱللَّهُ أَحَدٌ khabarnya — itulah salah satu wajah al-Muyassar di QS 112:1. ### Latihan i'rab 4 I'rab penuh QS 1:2 ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ rabbi… sampai khabar, dan tentukan jenis khabarnya. (Kunci: khabar = syibh jumlah لِلَّهِ.) ## Pelajaran 5 — Fa'il dan naib al-fa'il: dhamir tersembunyi Fa'il marfu'. Yang menentukan tingkat mahir: mengenali **fa'il berupa dhamir mustatir** (tersembunyi) dan membedakan **wajib** vs **jaiz**. * **Mustatir wajib** (tak bisa diganti isim zhahir): fa'il fi'il amr mukhatab, fi'il mudhari' berawalan أ/ن/ت-mukhatab. تَقْدِيرُهُ: أَنْتَ / أَنَا / نَحْنُ. * **Mustatir jaiz** (bisa diganti isim zhahir): fa'il fi'il untuk هُوَ/هِيَ. تَقْدِيرُهُ: هُوَ / هِيَ. > **Anchor — QS 1:5** إِيَّاكَ نَعْبُدُ. al-Muyassar: ﴿نعبد﴾ *فعل مضارع مرفوع، وفاعله ضمير مستتر فيه وجوبًا تقديره نحن*. Fa'il-nya **wajib tersembunyi** = "نحن". Dan QS 112:1 ﴿قل﴾: *فاعله مستتر تقديره أنت* (wajib). **Kaidah agreement penting (sering diuji):** bila fa'il **disebut setelah** fi'il, fi'il tetap **mufrad** meski fa'il jamak: قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ (bukan قالوا). Bila fa'il berupa dhamir di dalam fi'il, barulah jamak: كَفَرُوا۟. **Naib al-fa'il** (pengganti fa'il pada pasif): maf'ul naik jadi marfu'. أُنزِلَ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبُ — ٱلْكِتَٰبُ *naib fa'il marfu'*. Pada ism maf'ul pun ada naib fa'il: QS 1:7 ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ — al-Muyassar: عَلَيْهِمْ *في محل رفع نائب فاعل للمغضوب لأنه اسم مفعول*. ### Latihan i'rab 5 I'rab fa'il (sebut mustatir/zhahir, wajib/jaiz): (a) ٱهْدِنَا (QS 1:6), (b) خَلَقَ ٱللَّهُ (QS 2:29), (c) تُؤْمِنُونَ (QS 61:11). **Kunci:** (a) mustatir wajib أنت. (b) fa'il zhahir ٱللَّهُ marfu'. (c) mustatir wajib أنتم (dengan tanda… sebenarnya af'al khamsah → fa'il = wawu? di تؤمنون wawu jama'ah = fa'il; bila mufrad-mukhatab تؤمن maka mustatir). ## Pelajaran 6 — Marfu' nawasikh: kana, inna, dan saudara-saudaranya **Nawasikh** (نَوَاسِخ) = 'amil yang "membatalkan" hukum asal mubtada-khabar. Tiga keluarga + dua pelengkap: **A. كَانَ wa akhawatuha** (fi'il naqish): *me-rafa'-kan isim, me-nashab-kan khabar*. > **Anchor — QS 33:40** مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ. al-Muyassar: ﴿كان﴾ *فعل ماض ناقص*، ﴿محمد﴾ *اسمها*، ﴿أبا﴾ *خبر كان* (manshub, tanda **alif** karena asma' sittah!), ﴿أحد﴾ *مضاف إليه*. Khabar kana di sini bertanda pengganti — gabungan pelajaran 2 & 6. Saudaranya yang di Qur'an: لَيْسَ، أَصْبَحَ، ظَلَّ، مَا زَالَ، مَا دَامَ. Nuansa كَانَ untuk sifat Allah = *senantiasa*: وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا — غفورًا *khabar kana manshub*. **B. إِنَّ wa akhawatuha** (harf musyabbahah bil-fi'l): *me-nashab-kan isim, me-rafa'-kan khabar* (kebalikan kana). > **Anchor — QS 9:36** إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ … ٱثْنَا عَشَرَ. al-Muyassar: ﴿إن﴾ *حرف ناسخ*، ﴿عدة﴾ *اسمها* (manshub), ﴿اثنا﴾ *خبر إن مرفوع بالألف*. Saudaranya: أَنَّ، كَأَنَّ، لَٰكِنَّ، لَيْتَ، لَعَلَّ. **C. ظَنَّ wa akhawatuha** (af'al qulub): menashabkan **dua** maf'ul (asalnya mubtada-khabar) — dibahas di manshubat (Pelajaran 7), disebut di sini karena ia juga nasikh. **D. لَا nafiyah lil jins**: seperti inna, menafikan seluruh jenis; isimnya *mabni 'alal fath fî mahalli nashb* bila mufrad. > **Anchor — QS 2:2** لَا رَيْبَ فِيهِ. al-Muyassar: ﴿لا﴾ *نافية للجنس*، ﴿ريب﴾ *اسمها المبني على الفتح في محل نصب*، dan jar-majrur فِيهِ *muta'alliq* dengan khabar tersirat. **E. مَا/لَا al-mushabbahatani bi laysa** (Hijaziyyah): meniru laysa — jarang, disebut untuk kelengkapan: مَا هَٰذَا بَشَرًا (QS 12:31) — بَشَرًا *khabar ma manshub*. ### Latihan i'rab 6 I'rab isim & khabar: (a) إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ (QS 2:173), (b) كَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا (QS 4:17), (c) لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ (2:255). **Kunci:** (a) ٱللَّهَ isim inna manshub; غفور khabar marfu'. (b) ٱللَّهُ isim kana marfu'; عليمًا khabar manshub. (c) إِلَٰهَ isim la *mabni 'alal fath fî mahalli nashb*; هُوَ badal dari mahall la+isimnya. --- # JENJANG IL3 — Manshubat: Seluruh Keterangan dan Objek Manshub *Modul Nahwu mengajarkan maf'ul bih, hal, tamyiz, zharf, maf'ul mutlaq secara pengenalan. Di sini kita lengkapi keluarganya (maf'ul li-ajlih, maf'ul ma'ah), i'rab-kan penuh, dan kuasai 'adad–ma'dud serta mustatsna secara produktif.* ## Pelajaran 7 — Maf'ul bih dan kerabatnya **Maf'ul bih** manshub. Tiga hal lanjutan: * **Taqdim maf'ul** (objek didahulukan) — sering untuk *ikhtishash/hasr*. QS 1:5 إِيَّاكَ نَعْبُدُ: al-Muyassar: ﴿إياك﴾ *ضمير منفصل في محل نصب مفعول به مقدم للاختصاص*. Dhamir nashb munfashil (إِيَّا + ك) khusus untuk posisi maf'ul yang didahulukan. * **Fi'il dua maf'ul** — keluarga ظَنَّ (asalnya mubtada-khabar) & keluarga أَعْطَى. QS 2:231 وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوًا — ءَايَٰت maf'ul pertama, هُزُوًا kedua. * **Maf'ul li-ajlih** (مَفْعُول لِأَجْلِهِ): masdar manshub yang menjelaskan **sebab/tujuan** perbuatan, menjawab "kenapa?". QS 2:19 …مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ — حَذَرَ *maf'ul li-ajlih manshub* (*karena takut mati*). * **Maf'ul ma'ah** (مَفْعُول مَعَهُ): isim manshub setelah وَ bermakna "beserta". **Sangat jarang di Qur'an** (lebih khas prosa/syair) — dikuasai untuk membaca kitab; di Qur'an وَ umumnya 'athf atau wawul-hal, bukan ma'iyyah. ### Latihan i'rab 7 I'rab kata bergaris: (a) **إِيَّاكَ** (QS 1:5), (b) **حَذَرَ** (QS 2:19), (c) maf'ul pada خَلَقَ ٱللَّهُ **ٱلسَّمَٰوَٰتِ** (QS 29:44). **Kunci:** (a) maf'ul bih muqaddam, mahalli nashb. (b) maf'ul li-ajlih manshub. (c) maf'ul bih manshub, tanda **kasrah** (jamak muannats salim!). ## Pelajaran 8 — Maf'ul mutlaq dan maf'ul fih (zharf) **Maf'ul mutlaq** = masdar manshub dari lafal fi'ilnya, tiga fungsi: | Jenis | Fungsi | Contoh Qur'an | |---|---|---| | Mu'akkid | menegaskan | وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا (QS 4:164) | | Naw'i (jenis) | menjelaskan macam | فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا (QS 70:5) | | 'Adadi (bilangan) | menjelaskan jumlah | فَدُكَّتَا دَكَّةً وَٰحِدَةً (QS 69:14) | > **Anchor — QS 4:164** تَكْلِيمًا. al-Muyassar: *تكليمًا نائب عن المفعول المطلق لأنه اسم مصدر* — di sini bahkan *naib* maf'ul mutlaq. Dan QS 86:17 رُوَيْدًا: *مفعول مطلق من فعل مهمل … وهو تصغير إرواد على الترخيم* — naib maf'ul mutlaq. **Maf'ul fih / zharf** (مَفْعُول فِيهِ): isim waktu/tempat manshub bermakna "di/pada". QS 2:35 وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا — حَيْثُ zharf makan mabni. يَوْمَ، حِينَ، عِندَ، لَدَى، بَيْنَ، فَوْقَ، تَحْتَ. Zharf yang **mabni**: إِذْ، إِذَا، حَيْثُ، الآنَ, أَمْسِ. ### Latihan i'rab 8 (a) I'rab تَكْلِيمًا (QS 4:164). (b) Tentukan zharf & maknanya pada يَوْمَ ٱلدِّينِ (QS 1:4) — di sini يَوْمَ majrur (idhafah مالك) atau zharf? **Kunci:** (a) naib maf'ul mutlaq manshub. (b) di QS 1:4 يَوْمِ majrur sebagai mudhaf ilaih dari مَٰلِكِ — bukan zharf; tetapi يَوْمَ pada يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ (QS 83:6) = zharf manshub. ## Pelajaran 9 — Hal: keterangan keadaan, penuh **Hal** manshub, nakirah; pemiliknya (صَاحِب الحَال) umumnya ma'rifah. Tiga bentuk: | Bentuk hal | Contoh | I'rab | |---|---|---| | Mufrad | خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ ضَعِيفًا (QS 4:28) | ضَعِيفًا *hal manshub* | | Jumlah | جَآءُوٓ أَبَاهُمْ … يَبْكُونَ (QS 12:16) | jumlah يبكون *fî mahalli nashb hal* | | Syibh jumlah | فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ (QS 28:79) | فِى زِينَتِهِ *fî mahalli nashb hal* | **Wawul-hal**: وَ + jumlah ismiyyah bermakna "sedang/padahal". QS 2:22 وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ — al-Muyassar meng-i'rab jumlah ini *fî mahalli nashb hal*. Membedakan wawul-hal dari wawul-'athf adalah keterampilan inti jenjang ini: hal menjawab "dalam keadaan apa", 'athf merangkai sederajat. Hal **muntaqilah** (keadaan sementara, mayoritas) vs **lazimah** (melekat, jarang): خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ ضَعِيفًا condong lazimah. ### Latihan i'rab 9 I'rab hal: (a) ضَعِيفًا (QS 4:28), (b) jumlah وَهُمْ رَٰكِعُونَ (QS 5:55), (c) tentukan wawul-hal vs 'athf pada وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (QS 89:22). **Kunci:** (a) hal mufrad manshub. (b) *fî mahalli nashb hal*. (c) صَفًّا hal; وَٱلْمَلَكُ 'athf pada رَبُّكَ. ## Pelajaran 10 — Tamyiz, 'adad–ma'dud, dan mustatsna (produktif) **Tamyiz** (penjernih) manshub: nakirah, menjawab kekaburan. QS 19:4 وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا — شَيْبًا *tamyiz manshub*. **'Adad–ma'dud — kaidah produktif lengkap** (kuasai untuk *membuat*, bukan hanya mengenali): | Bilangan | Hukum ma'dud | Kaidah jenis | Contoh Qur'an | |---|---|---|---| | 3–10 | jamak **majrur** (mudhaf ilaih) | **terbalik** (mukhalafah): 'adad lawan jenis ma'dud | سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ (QS 2:29); سِتَّةِ أَيَّامٍ (QS 7:54) | | 11–12 | tunggal **manshub** (tamyiz) | sesuai (muwafaqah) | ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا (QS 9:36); ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا (QS 2:60) | | 13–19 | tunggal manshub | satuan terbalik, puluhan sesuai | أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا (QS 12:4) | | 20–90 ('uqud) | tunggal manshub | tetap | — | | 100, 1000 | tunggal **majrur** | tetap | مِا۟ئَةَ عَامٍ (QS 2:259); أَلْفِ سَنَةٍ (QS 22:47) | > **Anchor — QS 12:4** أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا. al-Muyassar (lih. 9:36): *عشر جزء عددي مبني على الفتح، وشهرًا/كوكبًا تمييز*. 'Adad murakkab (11–19, kecuali 12) **mabni 'alal fath** pada kedua juz-nya. Pada 12, juz pertama mu'rab (ٱثْنَا/ٱثْنَيْ — seperti mutsanna), juz kedua mabni. **Mustatsna** (pengecualian) — lengkap: * **بِإِلَّا**, kalam *tam mujab*: mustatsna **manshub**. QS 2:34 فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ — al-Muyassar: *مستثنى بإلا، متصل إن كان من الملائكة، وقيل منقطع* (muttasil/munqathi' — dua wajah). * Kalam *manfi tam*: boleh **badal** (mengikuti) atau nashb. مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِّنْهُمْ (QS 4:66) — قَلِيلٌ *badal marfu'*. * **غَيْر / سِوَى**: mustatsna jadi mudhaf ilaih majrur, dan غَيْر sendiri ber-i'rab sesuai posisi. QS 1:7 غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ — *badal/na't* (lihat Pelajaran 12). * **عَدَا / خَلَا / حَاشَا**: yang sesudahnya boleh manshub (jika fi'il) atau majrur (jika harf jarr). ### Latihan i'rab 10 (a) I'rab شَيْبًا (QS 19:4). (b) Tentukan i'rab سَبْعَ & سَمَٰوَٰتٍ (QS 2:29). (c) I'rab إِبْلِيسَ (QS 2:34). **Kunci:** (a) tamyiz manshub. (b) سَبْعَ maf'ul/sesuai posisi + mudhaf; سَمَٰوَٰتٍ mudhaf ilaih majrur (tanda kasrah, jamak muannats). (c) mustatsna bi illa manshub. --- # JENJANG IL4 — Majrurat, Tawabi', dan Bab yang Dipangkas *Di sini kita tuntaskan majrurat & tawabi' secara i'rab penuh, lalu masuk bab-bab yang sengaja dilewati Modul Nahwu — bukan karena sulit, tetapi karena jarang berdampak pada pembacaan. Untuk penguasaan & membaca kitab, semuanya wajib.* ## Pelajaran 11 — Majrurat dan mamnu' min ash-sharf Dua sebab jarr: **harf jarr** dan **idhafah**. * **Idhafah ma'nawiyyah** (kepemilikan/jenis): mudhaf *tanpa* tanwin & ال. رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ. * **Idhafah lafzhiyyah** (mudhaf = sifat beramal): meringankan lafal saja. غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ (QS 40:3) — al-Muyassar memandang غَافِر isim fa'il beridhafah lafzhiyyah ke maf'ulnya. * **Mudhaf ila ya' mutakallim**: رَبِّي — i'rab taqdiri (Pelajaran 3). **Mamnu' min ash-sharf** (اِسْم لَا يَنْصَرِف) — isim yang **ditolak tanwin** dan, saat jarr, bertanda **fathah** (bukan kasrah). Penyebabnya (kuasai daftar ini): | Kelompok | Sebab | Contoh Qur'an | |---|---|---| | 'Alam (nama) | + 'ujmah (asing) | إِبْرَٰهِيمَ، إِسْمَٰعِيلَ، فِرْعَوْنَ | | 'Alam | + ta'nits | مَرْيَمَ، فَاطِمَة | | 'Alam | + wazn fi'l / 'adl | أَحْمَدَ، عُمَرَ | | Sifat | wazn أَفْعَل | أَكْبَرَ، أَخْضَرَ | | Sifat | + alif-nun زائدة | سَكْرَانَ، غَضْبَانَ | | Jamak | shighat muntaha al-jumu' (مَفَاعِل/مَفَاعِيل) | مَسَٰجِدَ، مَفَاتِيحَ | | Isim | alif ta'nits maqshurah/mamdudah | ذِكْرَىٰ، صَحْرَاء | > **Anchor.** مِنۢ بَعْدِ إِبْرَٰهِيمَ — إِبْرَٰهِيمَ majrur **tanda fathah** karena mamnu' (alam + 'ujmah). Tetapi bila ber-ال atau ber-idhafah, ia kembali menerima kasrah: فِى ٱلْمَسَٰجِدِ (QS 2:187). ### Latihan i'rab 11 Tentukan tanda jarr & sebabnya: (a) إِبْرَٰهِيمَ dalam مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ (QS 2:135), (b) مَسَٰجِدَ dalam … مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ? — sebenarnya مَسَٰجِدَ di QS 9:18 marfu'/manshub; (c) ٱلْعَٰلَمِينَ (QS 1:2). **Kunci:** (a) jarr **fathah** (mamnu'). (c) jarr **ya'** (jamak mudz. salim). ## Pelajaran 12 — Tawabi' lengkap: na't, 'athf, taukid, badal Empat **pengikut** yang menyalin i'rab kata sebelumnya (matbu'): * **Na't**: *haqiqi* (menyifati matbu' langsung — ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ) & *sababi* (menyifati sesuatu yang berhubungan dengan matbu'). * **'Athf**: *nasaq* (dengan huruf و ف ثم…) & *bayan* (penjelas nama tanpa huruf — جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلْكَعْبَةَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ, QS 5:97). * **Taukid**: *lafzhi* (pengulangan — هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ) & *ma'nawi* (dengan نَفْس، عَيْن، كُلّ، جَمِيع، أَجْمَعِينَ): فَسَجَدَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (QS 15:30) — كُلُّ & أَجْمَعُونَ taukid marfu' mengikut fa'il. * **Badal**: empat jenis — *mutabiq* (persis), *ba'd min kull* (sebagian), *isytimal* (kandungan), *ghalath* (ralat, tak ada di Qur'an). > **Anchor — QS 1:7** صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ … غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ. al-Muyassar: ﴿صراط﴾ *بدل مطابق من الصراط* (badal mutabiq, manshub mengikut ٱلصِّرَٰطَ)؛ ﴿غير﴾ *بدل من الضمير في عليهم، أو من الذين، أو نعت للذين* (tiga wajah — badal/na't). Inilah contoh hidup tawabi' bertingkat dalam satu ayat yang Anda baca tiap raka'at. ### Latihan i'rab 12 (a) I'rab صِرَٰطَ kedua (QS 1:7). (b) Jenis na't pada ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ. (c) I'rab كُلُّهُمْ (QS 15:30). **Kunci:** (a) badal mutabiq manshub (tanda fathah). (b) na't haqiqi. (c) taukid ma'nawi marfu', tanda wawu? — كُلّ marfu' dhammah; أَجْمَعُونَ taukid kedua, tanda wawu. ## Pelajaran 13 — Isytighal dan tanazu' Dua bab "pertarungan 'amil" yang dipangkas Modul Nahwu: **Isytighal** (اِشْتِغَال): isim di depan, lalu fi'il yang sibuk (*isytaghala*) dengan **dhamir** isim itu — sehingga isim depan di-nashab-kan oleh fi'il tersirat yang sejenis. > **Anchor — QS 36:39** وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَٰهُ مَنَازِلَ. al-Muyassar: ﴿القمر﴾ *مفعول به لفعل محذوف يدل عليه الفعل المذكور بعده، فهو منصوب على الاشتغال*؛ ﴿قدرناه﴾ *جملة تفسيرية لا محل لها*. Maka القمر manshub oleh "قَدَّرْنَا" tersirat; قَدَّرْنَٰهُ yang tampak hanya **penafsir**. Lihat pula QS 7:4 وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَا (al-Muyassar menyebut wajah isytighal). **Tanazu' fil-'amal** (تَنَازُع): dua 'amil berebut **satu** ma'mul yang datang sesudah keduanya; salah satu beramal, yang lain dianggap beramal pada dhamir. Sangat jarang; di Qur'an dibahas pada ayat seperti QS 18:96 (آتُونِي … أُفْرِغْ عَلَيْهِ). Cukup **kenali konsepnya** untuk membaca pembahasan kitab. ### Latihan i'rab 13 I'rab ٱلْقَمَرَ (QS 36:39) dan jelaskan kenapa manshub padahal tampak ada قَدَّرْنَٰهُ. **Kunci:** manshub *'alal isytighal* oleh fi'il tersirat; قَدَّرْنَٰهُ jumlah tafsiriyyah la mahalla laha. ## Pelajaran 14 — Nudbah, tarkhim, istighatsah, ikhtishash, asma' al-af'al Bab-bab "uslub khusus" — sebagian nyaris tak ada di Qur'an; modul ini jujur menandainya dan mengajarkan dari **instansi nyata** bila ada. * **Asma' al-af'al** (kata yang bermakna fi'il tetapi tak ber-i'rab seperti fi'il) — **ada di Qur'an**, kuasai: * هَيْهَاتَ (QS 23:36): al-Muyassar: *اسم فعل ماض بمعنى بَعُدَ* (= "jauh sekali!"). * هَلُمَّ (QS 6:150): *اسم فعل أمر* (= "bawalah/kemarilah"). * عَلَيْكُمْ (QS 5:105): *اسم فعل أمر منقول بمعنى الزموا* (= "tetapilah"), dan أَنفُسَكُمْ *maf'ul-nya*. * **Tahdzir** (peringatan) — **ada**: QS 91:13 نَاقَةَ ٱللَّهِ: al-Muyassar: *منصوب على التحذير على حذف مضاف، أي ذَرُوا عَقْرَهَا* (= "awas, [jangan sembelih] unta Allah!"). * **Tarkhim** (memangkas akhir munada) — disinggung di QS 86:17 رُوَيْدًا (*tashghir إرواد 'alat-tarkhim*); bentuk nida yang dipangkas jarang di Qur'an. * **Ighra'** (dorongan): pola seperti "tetapilah kebaikan" — disebut; instansinya tipis. * **Nudbah** (ratapan: وَا…) & **istighatsah** (يَا لَـ…) & **ikhtishash**: nyaris/tak muncul di Qur'an; **dikuasai untuk membaca kitab & syair**, bukan untuk tilawah. Modul menyebut kaidahnya ringkas, tanpa memaksakan contoh Qur'ani yang tidak ada. > **Catatan jujur.** Mengajarkan bab tanpa memaksakan ayat yang tak ada adalah bagian dari kejujuran paket: nudbah/istighatsah memang bukan uslub Al-Qur'an. Yang ada — asma' al-af'al & tahdzir — diajarkan dari ayatnya yang sahih. ### Latihan i'rab 14 I'rab: (a) هَيْهَاتَ (QS 23:36), (b) عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ (QS 5:105), (c) نَاقَةَ (QS 91:13). **Kunci:** (a) ismul fi'l madhi, mabni. (b) عَلَيْكُمْ ismul fi'l amr (الزموا); أَنفُسَكُمْ maf'ul bih manshub. (c) manshub 'alat-tahdzir (oleh fi'il tersirat ذَرُوا/احْذَرُوا). --- # JENJANG IL5 — I'rab al-Jumal, Syibh Jumlah, dan Asalib *Puncak i'rab: bukan lagi kata, tetapi **kalimat di dalam kalimat**. Inilah yang membedakan pembaca dari ahli — melihat satu jumlah menempati kedudukan satu kata.* ## Pelajaran 15 — I'rab al-jumal: kalimat yang berkedudukan Kaidah induk: **jumlah** (anak kalimat) ada dua macam — yang **punya kedudukan i'rab** (لَهَا مَحَلّ) dan yang **tidak** (لَا مَحَلَّ لَهَا). **Tujuh jumlah yang punya mahall** (bisa diganti satu kata mufrad): | Kedudukan | Contoh | I'rab jumlah | |---|---|---| | Khabar | ٱللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ (2:15) | *fî mahalli raf'* | | Hal | جَآءُوٓ … يَبْكُونَ (12:16) | *fî mahalli nashb* | | Maf'ul (maqul al-qaul) | قَالُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُمْ (2:14) | *fî mahalli nashb* | | Mudhaf ilaih | يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ (83:6) | *fî mahalli jarr* | | Na't (setelah nakirah) | فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ (70:4) | *fî mahalli jarr* | | Jawab syarat jazim + فَ | مَن يَتَّقِ ٱللَّهَ … فَقَدْ فَازَ | *fî mahalli jazm* | | Tabi' jumlah ber-mahall | (mengikuti yang sebelumnya) | sesuai matbu' | **Tujuh jumlah tanpa mahall** (tak bisa diganti mufrad): ibtida'iyyah/isti'nafiyyah · shilah maushul · i'tiradhiyyah · **tafsiriyyah** · jawab qasam · jawab syarat *ghayr* jazim / tak ber-فَ · tabi' jumlah tanpa mahall. > **Anchor — QS 112:1 & 5:105** (al-Muyassar): جملة ﴿قل﴾ *ابتدائية لا محل لها*؛ جملة ﴿هو الله﴾ *في محل نصب مقول القول*؛ جملة ﴿آمنوا﴾ *صلة الذين لا محل لها*؛ jumlah ﴿أهلكناها﴾ (QS 7:4) *تفسيرية لا محل لها*. Empat kedudukan jumlah dari ayat yang sudah Anda i'rab — kini Anda menamainya. ### Latihan i'rab 15 Tentukan kedudukan (atau "la mahalla laha") tiap jumlah pada QS 2:14 وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا. **Kunci:** لَقُوا۟ *fî mahalli jarr* (mudhaf ilaih إذا)؛ ءَامَنُوا۟ shilah *la mahalla laha*؛ قَالُوٓا۟ jawab إذا؛ ءَامَنَّا *fî mahalli nashb maqul al-qaul*. ## Pelajaran 16 — Syibh jumlah dan ta'alluq **Jar-majrur** dan **zharf** disebut *syibh jumlah*. Kaidah emas: keduanya **selalu bergantung** (مُتَعَلِّق) pada sesuatu — sebuah fi'il atau yang menyerupainya (shibh fi'l). Bila penggantungnya **tersirat** (mahdzuf), syibh jumlah itu menempati kedudukan: khabar, na't, hal, atau shilah. > **Anchor — QS 1:2 / 2:2 / 2:19** (al-Muyassar). لِلَّهِ (1:2): *الجار والمجرور متعلقان بمحذوف خبر*. فِيهِ (2:2, dalam لا ريب فيه): *متعلقان بمحذوف خبر* لِـ لا. فِيهَا/فِيهِ (2:19, كصيب): *متعلقان بمحذوف خبر مقدم* dan ظُلُمَٰت *mubtada' mu'akhkhar*. Tiga ayat, satu kaidah: syibh jumlah + 'amil tersirat = khabar. Empat kedudukan syibh jumlah (sama dengan jumlah, minus maf'ul): **khabar, na't, hal, shilah**. Menentukan *muta'allaq* yang tepat = inti tingkat mahir, karena ia memutuskan makna. ### Latihan i'rab 16 Tentukan muta'allaq & kedudukan syibh jumlah: (a) لِلَّهِ (QS 1:2), (b) فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ (QS 2:10), (c) عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ (QS 2:5). **Kunci:** (a) muta'alliq dgn khabar tersirat → khabar. (b) فِى قُلُوبِهِم *khabar muqaddam*, مَّرَض *mubtada mu'akhkhar*. (c) عَلَىٰ هُدًى khabar (atau muta'alliq dgn khabar tersirat). ## Pelajaran 17 — Asalib: syarat, qasam, dan nida (i'rab lengkap) **Kalimat syarat (penuh).** Adat syarat *jazim* (إِنْ، مَنْ، مَا، مَهْمَا، مَتَىٰ، أَيْنَ، أَيُّ، حَيْثُمَا) men-jazm **dua** fi'il: *fi'l syarth* & *jawab*. Adat *ghayr jazim* (إِذَا، لَوْ، لَوْلَا، لَمَّا) tak men-jazm. > **Anchor — QS 6:150** فَإِن شَهِدُوا۟ فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ. al-Muyassar: ﴿إن﴾ *شرطية*، ﴿شهدوا﴾ *في محل جزم فعل الشرط*، الفاء *رابطة لجواب الشرط*، ﴿لا تشهد﴾ *في محل جزم جواب الشرط*. Jawab syarat di-iqtiran-kan فَ karena berupa jumlah thalabiyyah (larangan). **Qasam (sumpah) & jawabnya.** Huruf qasam: وَ، تَ، بِ + majrur. Jawab qasam *la mahalla laha*, sering ditandai لَ / لَقَدْ / إِنَّ / مَا. QS 91:1–7 وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا … (deret qasam), jawabnya قَدْ أَفْلَحَ (91:9). **Nida (panggilan) — jenis munada:** | Jenis munada | Hukum | Contoh | |---|---|---| | Mufrad 'alam | *mabni 'ala ma yurfa'u bih* fî mahalli nashb | يَٰنُوحُ، يَٰٓـَٔادَمُ | | Nakirah maqsudah | mabni 'ala dhamm fî mahalli nashb | (أَيُّهَا) | | Nakirah ghayr maqsudah | manshub | — | | Mudhaf | manshub | رَبَّنَا، يَٰعِبَادِ | | Syabih bil-mudhaf | manshub | — | > **Anchor — QS 5:105** يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟. al-Muyassar: يا *حرف نداء*، ﴿أي﴾ *منادى نكرة مقصودة مبني على الضم في محل نصب*، ها *للتنبيه*، ﴿الذين﴾ *صفة لأي*. Maka doa رَبَّنَا = munada mudhaf manshub (يا dibuang). ### Latihan i'rab 17 (a) I'rab fi'l syarth & jawab pada QS 3:31 إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى. (b) I'rab أَيُّهَا & ٱلنَّاسُ pada يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ. **Kunci:** (a) كُنتُمْ *fî mahalli jazm fi'l syarth*; jawab فَٱتَّبِعُونِى *fî mahalli jazm* (jumlah thalabiyyah + فَ). (b) أَيُّ munada nakirah maqsudah mabni 'ala dhamm fî mahalli nashb; ٱلنَّاسُ na't marfu'. ## Pelajaran 18 — Madh, dzamm, dan ta'ajjub Uslub pendek berstruktur khas: * **Madh & dzamm**: نِعْمَ (pujian) / بِئْسَ (celaan) — fi'il jamid; fa'ilnya ma'rifah ber-ال atau mudhaf; *makhshush bil-madh* (yang dipuji) = mubtada/khabar tersirat. QS 8:40 نِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ — ٱلْمَوْلَىٰ *fa'il ni'ma marfu'*; QS 2:126 → بِئْسَ ٱلْمَصِيرُ — ٱلْمَصِيرُ fa'il bi'sa. حَبَّذَا juga madh. * **Ta'ajjub** (kekaguman): dua wazan baku — **مَا أَفْعَلَهُ** & **أَفْعِلْ بِهِ**. QS 2:175 فَمَآ أَصْبَرَهُمْ عَلَى ٱلنَّارِ — مَا *ta'ajjubiyyah (mubtada)*, أَصْبَرَ *fi'il madhi*, هُمْ *maf'ul bih* (= "alangkah beraninya/tahannya mereka atas neraka!"). ### Latihan i'rab 18 (a) I'rab بِئْسَ & ٱلْمَصِيرُ (QS 2:126). (b) I'rab مَآ أَصْبَرَ & هُمْ (QS 2:175). **Kunci:** (a) بِئْسَ fi'il madh-dzamm jamid; ٱلْمَصِيرُ fa'il marfu' (makhshush bidz-dzamm tersirat). (b) مَا ta'ajjubiyyah nakirah tammah = mubtada; أَصْبَرَ fi'il + fa'il mustatir; هُمْ maf'ul bih. --- # JENJANG IL6 — Pematangan: Meng-i'rab seperti Ahli *Tujuan akhir: diberi ayat apa pun, Anda meng-i'rab-nya kata demi kata dengan benar, sadar wajah-wajah yang sah, dan siap membuka kitab nahwu mana pun.* ## Pelajaran 19 — Protokol i'rab utuh tujuh langkah Gabungkan semua jenjang menjadi satu alur. Untuk tiap ayat: 1. **Pecah waqf & klausa** — tandai berhenti, pisahkan jumlah. 2. **Tentukan jenis kalimat inti** — ismiyyah (mubtada-khabar) atau fi'liyyah (fi'il-fa'il-maf'ul)? 3. **Kenali nawasikh** — ada إِنَّ / كَانَ / لَا nafiyah lil-jins / ظَنَّ yang mengubah hukum? 4. **I'rab tiap kata** — jenis → kedudukan → hukum → tanda (+ sebab tanda). 5. **Gantungkan syibh jumlah** — tiap jar-majrur/zharf: muta'allaq dengan apa? kedudukan apa? 6. **Tentukan kedudukan tiap jumlah** — laha mahall (sebut) atau la mahalla laha (sebut jenisnya). 7. **Periksa harakat akhir mushaf** — cocok dugaan? Bila tidak, dugaan yang salah — *harakat tidak berdusta*. ### Contoh kerja penuh — QS 2:2 ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ Diselaraskan dengan al-I'rab al-Muyassar: * ذَٰلِكَ — *isim isyarah mabni 'alal fath fî mahalli raf' mubtada'* (لـ lil-bu'd, ك lil-khithab). * ٱلْكِتَٰبُ — *khabar marfu'*, tanda dhammah; *atau badal* dari isim isyarah (dua wajah sah). * لَا رَيْبَ — لَا *nafiyah lil-jins*؛ رَيْبَ *isimnya mabni 'alal fath fî mahalli nashb*. * فِيهِ — *jar-majrur muta'alliq dengan khabar لا yang tersirat*؛ jumlah لا ريب فيه *fî mahalli nashb hal* dari ٱلْكِتَٰب, atau *khabar thani* bagi ذَٰلِكَ. * هُدًى — *khabar* (kedua/ketiga) marfu', tanda *dhammah muqaddarah* (maqshur, ta'adzdzur). * لِّلْمُتَّقِينَ — *jar-majrur muta'alliq dengan* هُدًى (karena masdar), *atau na't* baginya; ٱلْمُتَّقِينَ majrur tanda **ya'** (jamak mudz. salim). Perhatikan: satu ayat pendek memuat mubtada mabni, dua wajah khabar, la nafiyah lil-jins, syibh jumlah, i'rab taqdiri, dan i'rab far'i — seluruh jenjang IL1–IL5 bertemu di sini. ### Latihan i'rab 19 I'rab penuh (tujuh langkah) QS 112 seluruhnya (4 ayat), lalu cocokkan ke Pendamping-Irab. Ini ujian jenjang Anda. ## Pelajaran 20 — Pengantar ushul nahwu dan khilaf Tingkat tertinggi nahwu bukan lagi *bagaimana meng-i'rab*, tetapi *mengapa* kaidahnya begitu. Ini **diperkenalkan**, bukan dituntaskan (wilayah kitab khusus): * **Adillah an-nahw** (dasar penetapan kaidah): **as-sama'** (data bahasa Arab fasih: Qur'an, hadis, syair Arab), **al-qiyas** (analogi), **al-ijma'** (kesepakatan ahli), **al-istishhab** (mempertahankan hukum asal). Al-Qur'an adalah sumber sama' tertinggi. * **Al-'illah an-nahwiyyah**: alasan di balik hukum (mengapa fa'il marfu'? mengapa maf'ul manshub?). Kitab al-Khasha'is (Ibn Jinni) membahasnya. * **Khilaf Bashrah–Kufah**: dua madrasah awal nahwu berbeda dalam sebagian istilah & ta'lil (mis. 'amil rafa' mubtada: *ibtida'* menurut Bashrah). Kitab al-Inshaf (al-Anbari) merekam 121 masalah khilaf. Untuk pembaca Qur'an, ini **memperkaya**, bukan menghambat: perbedaan i'rab yang Anda temui di kitab i'rab (al-Muyassar vs ad-Darwisy) sering berakar di sini. > **Adab penting.** Khilaf i'rab dalam Al-Qur'an — selama bersandar qira'ah & kaidah sahih — adalah *kekayaan makna*, bukan pertentangan. ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ bisa "khabar" (Inilah Kitab itu) atau "badal" (mubtada menanti khabar berikutnya); keduanya benar dan masing-masing membuka lapis makna. ## Pelajaran 21 — Peta master i'rab dan jalan ke kitab ### Peta master kedudukan i'rab (satu layar) | Hukum | Siapa saja (ringkas) | |---|---| | **Marfu'at** | mubtada, khabar, fa'il, naib fa'il, isim kana, khabar inna | | **Manshubat** | maf'ul bih, maf'ul mutlaq, maf'ul li-ajlih, maf'ul fih, maf'ul ma'ah, hal, tamyiz, mustatsna, isim inna, khabar kana, isim la nafiyah lil-jins, munada (mudhaf) | | **Majrurat** | majrur bi harf, mudhaf ilaih | | **Majzumat** | fi'l mudhari' setelah jawazim; fi'l syarth & jawab | | **Tawabi'** | na't, 'athf, taukid, badal (mengikut matbu') | | **Yang punya mahall (jumlah/syibh)** | khabar, hal, maf'ul, mudhaf ilaih, na't, jawab syarth jazim+فَ | ### Apa yang modul ini dalami vs sekilas Didalami: i'rab verbal seluruh kata & jumlah Al-Qur'an, manshubat-marfu'at-majrurat-tawabi' lengkap, 'adad, bab terpangkas (isytighal, asma' al-af'al, tahdzir…). Sekilas (wilayah kitab khusus): ushul nahwu, 'illah, khilaf Bashrah-Kufah mendalam, bab murni syair (nudbah, istighatsah). ### Jalan ke kitab klasik (urutan disarankan) 1. **al-Ajurrumiyyah** (Ibn Ajurrum) — peta nahwu terringkas; Anda kini menguasai isinya, jadikan kerangka hafalan. 2. **Mutammimah al-Ajurrumiyyah** atau **Qathr an-Nada** (Ibn Hisyam) — menengah; i'rab & 'illah ringan. 3. **Syarh Qathr an-Nada** & **Syudzur adz-Dzahab** (Ibn Hisyam) — i'rab terapan mendalam. 4. **Alfiyah Ibn Malik + Syarh Ibn 'Aqil** — rujukan utama nahwu; seluruh bab modul ini ada di sana dalam bentuk nazham. 5. **Mughni al-Labib** (Ibn Hisyam) — puncak: i'rab huruf, jumlah, dan musykilat — untuk meng-i'rab ayat tersulit. 6. **Kitab i'rab Al-Qur'an**: ad-Darwisy (terlengkap, +balaghah), ad-Da'as, as-Samin al-Halabi *ad-Durr al-Mashun* (tingkat ahli) — pakai sebagai rujukan harian; ketiganya (Muyassar/Darwisy/Da'as) sudah ada di paket via `Pendamping-Irab.html`. ### Penutup: lapisan tata bahasa paket kini lengkap Dengan modul ini, **seluruh menara tata bahasa paket berdiri utuh**: * Kosakata → **kata**. * `Modul-Sharaf` (mengenali pola) + `Modul-Tashrif` (memproduksi bentuk) → **bentuk kata**. * `Modul-Nahwu` (mengenali fungsi) + `Modul-I'rab` (meng-i'rab penuh) → **hubungan antar-kata**. Lima modul, satu tujuan: membaca Kalam Allah dengan pemahaman yang sadar dan terverifikasi. > **Kejujuran penutup.** Modul ini menutup *celah kurikuler* menuju penguasaan nahwu, tetapi kemahiran sejati lahir dari **i'rab harian** (satu ayat sehari dengan tujuh langkah), **membaca kitab**, dan **bimbingan ahli** yang mengoreksi i'rab Anda. Kunci jawaban modul (`Pendamping-Irab.html`) memakai alih-istilah otomatis untuk sebagian token — **bukan pengganti** guru. I'rab adalah pelayan makna; jangan sampai sibuk menderet harakat lalu lupa merenungi firman-Nya. --- *Modul-I'rab-Berjenjang v1.0 · Paket Kurikulum Qur'an Berjenjang · contoh i'rab dijangkar ke al-I'rab al-Muyassar / ad-Darwisy / ad-Da'as (via Pendamping-Irab) · ayat diverifikasi ke mushaf QPC-Hafs · penjelasan Indonesia susunan penyusun (dibantu AI), belum ditinjau ahli nahwu.*