# Laporan Pilot: Delta Kosakata Kitab Turats (3 genre) **Tanggal:** 10 Juni 2026 · Pertanyaan: masih adakah peluang menambah kosakata penting dari kitab-kitab ulama yang banyak dipelajari? **Jawaban: ada, dan terukur — besarnya berbeda tajam per genre.** ## Hasil pilot (bekal = Kurikulum Qur'an v7 + Jembatan Hadis) | Matan (genre) | Token | Tercakup bekal | Sisa | Karakter sisa | |---|---|---|---|---| | Aqidah Thahawiyah (akidah) | 2.168 | **88,9%** | 11,1% | kecil: istilah kalam (رُبُوبِيَّة، كَيْفِيَّة، مَشِيئَة) + varian ejaan | | Matan Taqrib / Abu Syuja' (fikih) | 8.299 | **82,2%** | 17,8% | koheren: kosakata operasional fikih — شَرَائِط، يَجُوز، يَصِحّ، يُسْتَحَبّ، وُجُوب، ضَمَان، نِيَّة، بُلُوغ، نِفَاس، مُدَّعِي | | Al-Ajurrumiyah (nahwu) | 1.770 | **63,2%** | **36,8%** | ragam teknis utuh: metabahasa nahwu — مَنْصُوب، مُضَارِع، أَخَوَاتُهَا، مُبْتَدَأ، مُضْمَر، ظَرْف، تَكْسِير، تَثْنِيَة | ## Bacaan atas temuan 1. **Akidah hampir gratis** — ragamnya paling dekat dengan Qur'an; tidak butuh modul khusus, cukup beberapa istilah kalam. 2. **Fikih = delta sungguhan yang terjangkau.** Sisa 17,8% bukan acak: itu kosakata hukum operasional (boleh/sah/wajib/dianjurkan/batal/syarat) yang berulang di SEMUA kitab fikih. Perkiraan modul: 100–150 entri. 3. **Nahwu = ragam bahasa tersendiri.** Sisa 37% adalah metabahasa tata bahasa — tanpa modul khusus, kitab nahwu praktis tak terbaca meski hafal 2.000 kata Qur'an. Kabar baiknya: terminologinya BAKU dan TERBATAS (±150–200 istilah), serta padanan Indonesianya mapan di tradisi pesantren. 4. **Jembatan hadis hampir tak membantu di sini** (1–3%) — membuktikan tiap genre memang punya delta sendiri. ## Kejujuran metode Teks tanpa harakat (ambiguitas lebih tinggi dari pilot hadis); korpus kecil (1,7–8,3 ribu token) sehingga angka indikatif; sebagian "sisa" adalah varian ejaan hamzah (شرايط = شَرَائِط) bukan kata baru; pencocokan permukaan = batas bawah. Sumber teks: korpus OpenITI (GitHub) — Shamela0011370 (Taqrib), JK000126 (Thahawiyah), Shamela0011371 (Ajurrumiyah). ## Rekomendasi Dua modul jembatan baru yang layak dibangun (dengan tinjauan manual seperti pilot Bukhari): 1. **Jembatan Fikih** (±100–150 entri dari Taqrib/Safinah) — membuka matan fikih dasar pesantren. 2. **Jembatan Nahwu** (±150–200 istilah dari Ajurrumiyah) — membuka kitab tata bahasa; nilai tambahan: istilah ini juga dipakai kitab tafsir saat membahas i'rab. Prioritas akidah rendah (delta kecil). Seperti selalu: hasil otomatis + tinjauan manual AI ≠ final — antre tinjauan ahli bersama yang lain.