# Audit Mendalam — Paket Kurikulum Qur'an Berjenjang **Disusun:** 17 Juni 2026 · **Cakupan audit:** seluruh isi folder `Paket-Kurikulum-Quran-Berjenjang` (paket rilis README v1.20, data sudah v10) + folder `Sumber Daya` **Sifat:** dokumen pemeriksaan & rekomendasi — tidak mengubah file paket apa pun. **Empat fokus (sesuai permintaan):** (A) integritas & konsistensi, (B) kelengkapan pedagogis, (C) kualitas & kejujuran ilmiah, (D) perampingan & struktur. --- ## 0. Ringkasan eksekutif Paket ini, secara jujur, adalah karya kurikulum yang luar biasa. Tiga hal jarang ditemukan bersamaan dan ada semua di sini: **(1) dasar empiris yang nyata** — setiap urutan (kosakata, sharaf, nahwu) ditarik dari frekuensi korpus, bukan tradisi kitab; **(2) reproduktibilitas penuh** — semua turunan dapat dibangun ulang dari `skrip/`; dan **(3) kejujuran akademik yang konsisten** — setiap angka bersumber, setiap keterbatasan ditulis. Diagnosis-diri Anda sendiri (Roadmap Kelancaran) sudah tepat: paket ini ±90% sistem pengetahuan, dan Anda sudah menutup Prioritas 1 (graded reader, reader mushaf, pelacak kecepatan). Maka audit ini **tidak** menemukan cacat desain besar. Yang ditemukan adalah masalah lapis-kedua yang justru wajar muncul pada proyek yang berkembang sangat cepat: **utang dokumentasi & integritas rujukan** (paket sudah v10, dokumentasi masih bicara v9), **sumber daya berharga yang masih menganggur** (I'rab, Gharib, Layout — sebagian sudah Anda mulai), dan **beban navigasi** bagi pengguna baru (paket sudah punya ±30+ jenis berkas; seorang guru baru sulit tahu harus mulai dari mana). Satu kalimat: *isinya sudah matang; yang perlu dikejar sekarang adalah merapikan sambungan-sambungannya, menghidupkan aset yang menganggur, dan — sebelum publikasi luas — tinjauan ahli.* ### Kartu skor ringkas | Dimensi | Nilai | Catatan singkat | |---|---|---| | Dasar empiris & metodologi | Sangat kuat | Frekuensi korpus, reproduktibel | | Kejujuran ilmiah | Teladan | Standar yang jarang ada | | Kelengkapan pengetahuan | Sangat kuat | Kosakata→sharaf→nahwu→jembatan lengkap | | Latihan kelancaran (skill) | Cukup → baik | P1 tuntas; P2/P3 belum | | **Integritas rujukan & versi** | **Perlu perbaikan** | Version drift v9↔v10, rujukan rusak | | Kesiapan pakai oleh guru baru | Sedang | Beban navigasi tinggi, butuh "pintu masuk" | | Kesiapan publikasi luas | Belum | Tinjauan ahli & lisensi belum dibereskan | --- ## A. Integritas & konsistensi Ini area dengan temuan terbanyak dan paling mudah diperbaiki. Akar masalahnya satu: **paket berevolusi lebih cepat daripada dokumentasinya.** Data sudah di `v10`, tetapi README, dokumen induk, dan manifest checksum masih menunjuk `v9`. ### A1. Version drift v9 → v10 (prioritas tertinggi di area ini) File data utama yang sekarang ada di folder adalah **`Kurikulum_Quran_Berjenjang_v10.xlsx`**. Tetapi **`v9.xlsx` tidak lagi ada** sebagai file. Padahal "v9.xlsx" masih dirujuk sebagai *"Sumber utama"* di **6 berkas**: `README.md`, `Kurikulum-Induk.md`, `Modul-Nahwu-Berjenjang.md`, `Buku-Kerja-M1.md`, `Buku-Kerja-M2.md`, `Laporan-Cek-Kosakata-Harian.md`. Akibatnya: siapa pun yang mengikuti README untuk mencari "sumber utama" akan mencari file yang tidak ada. Ini cacat integritas paling kasat mata. v10 bahkan menambah **dua sheet baru yang sama sekali belum terdokumentasi di README**: `Indeks Bentuk Kata` (12.109 baris) dan `Perapian Tahap 7 (v10)` (perapian 160+ bentuk lemma T7 dengan keyakinan tinggi, "menuntaskan TODO catatan v7"). Ini pekerjaan nyata yang tidak tercatat di mana pun di dokumentasi pengguna. **Saran:** Tetapkan satu kebijakan penamaan. Entah (a) selalu pakai nama tak-berversi `Kurikulum_Quran_Berjenjang.xlsx` + kolom/sheet "Riwayat versi" di dalamnya (paling tahan version-drift), atau (b) tetap berversi tetapi jadikan langkah wajib terakhir tiap rilis: cari-ganti seluruh rujukan versi lama + tulis entri Riwayat. Lalu perbarui README untuk mendokumentasikan dua sheet baru v10. ### A2. `SHA256SUMS.txt` usang dan tidak lengkap Manifest checksum dibuat 16 Juni 18:30 — **sebelum** v10 dibuat (17 Juni 03:39). Isinya masih men-checksum `Kurikulum_Quran_Berjenjang_v9.xlsx` (file yang sudah tak ada). Selain itu, beberapa file yang ADA tidak tercantum sama sekali: `Glosarium-Gharib.html`, `Pelacak-Kecepatan-Membaca.html`, `Protokol-Latihan-Kecepatan-Membaca.md/.docx`, dan tentu `v10.xlsx`. Sebuah manifest integritas yang men-checksum file yang tidak ada dan melewatkan file yang ada justru lebih buruk daripada tidak ada manifest — ia memberi rasa aman palsu. **Saran:** Jadikan regenerasi `SHA256SUMS.txt` langkah otomatis paling akhir (satu baris skrip) setiap kali paket dirilis. Pertimbangkan menaruh skrip kecil `buat_checksum.sh`/`.py` di `skrip/`. ### A3. Rujukan ke file/folder yang tidak ada di dalam paket Beberapa dokumen menunjuk bahan yang tidak ada di folder paket: - **Folder `100 buku bahasa arab`** — dirujuk `Kurikulum-Induk.md` Bab 2 (baris "Bahan pengembangan | Matriks & kerangka 100 buku pelajaran bahasa Arab | folder `100 buku bahasa arab`"). - **`Matriks_Topik_Buku_Nahwu.xlsx`** — dirujuk `Modul-Nahwu-Berjenjang.md` ("Cakupan topik mengikuti peta 25 kitab nahwu"). - **`Matriks_Topik_Buku_Balaghah.xlsx`** — dirujuk `Kurikulum-Induk.md` Bab 10 ("bahan baku sudah ada di…"). - **`Kerangka_Antologi_Qiraah_Terpadu.docx`** — dirujuk `Kurikulum-Induk.md` Bab 10. Bahan-bahan ini mungkin ada di tempat lain di komputer Anda, tetapi *dari sudut pandang paket* mereka adalah rujukan menggantung. Pembaca tidak bisa membukanya. **Saran:** Untuk tiap rujukan, pilih satu: (a) sertakan file/folder ke dalam paket, (b) jika hanya bahan kerja internal, ubah kalimatnya menjadi "bahan internal penyusun (tidak disertakan)" agar pembaca tidak mencari sia-sia, atau (c) hapus rujukannya. ### A4. File yang ADA tapi tidak terdokumentasi di README - **`Glosarium-Gharib.html`** — ada di paket, tidak disebut di README sama sekali. Ini tampaknya realisasi awal P2-b (bantuan Gharib) sebagai berkas berdiri sendiri. Bagus, tetapi tak terdokumentasi = tak akan ditemukan pengguna. - **`Jembatan-Kitab-SKOR-Turats.xlsx`** — ada, tidak disebut README. **Saran:** Tambahkan keduanya ke tabel "Isi paket" di README, atau jika masih draf, pindahkan ke subfolder kerja. ### A5. Folder `backup-pra-indeks-bentuk/` ikut di dalam paket rilis Folder ini berisi versi lama (`v7`, `v7_pra-cek-akar`, `v9_pra-perapian-t7`, salinan kamus lama) — total ±6 MB. Ini artefak kerja yang berguna untuk Anda, tetapi di dalam *paket rilis* ia menambah kebingungan: pengguna melihat banyak file `Kurikulum_..._v7/v9/v10` dan tidak tahu mana yang dipakai. **Saran:** Pindahkan folder backup ke luar paket distribusi (mis. ke folder arsip pribadi), atau setidaknya beri `README` mini di dalamnya: "arsip versi lama — jangan dipakai". ### A6. File kunci Excel (`~$…`) tertinggal Ada `~$Kurikulum_Quran_Berjenjang_v10.xlsx` dan `~$tologi-Qiraah-T1.docx` — penanda bahwa file sedang/pernah terbuka di Office. Ini sepele tetapi tidak boleh ikut dalam arsip rilis. (Catatan praktis: karena v10 tampak sedang terbuka, saya tidak menyentuhnya — tutup dulu sebelum ada skrip yang menulisinya.) ### A7. Label versi dokumen induk tertinggal jauh `Kurikulum-Induk.md` menulis dirinya "Versi 1.0 · Dokumen induk Paket … v1.8", padahal paket sudah v1.20 dan data v10. Bab 10-nya bahkan masih mendaftar "Buku kerja siswa per jenjang" dan "Antologi qiraah berjenjang" sebagai *peta jalan masa depan* — padahal keduanya **sudah dibangun** (M0–M7 dan Antologi T1–T6). Dokumen induk, yang seharusnya menjadi rujukan tertinggi lembaga, justru paling tertinggal. **Saran:** Naikkan Kurikulum-Induk ke status terkini: tandai item Bab 10 yang sudah selesai, perbarui Bab 2 (peta sumber daya) agar memuat graded reader, reader mushaf, pelacak kecepatan, lini ibadah & percakapan yang semuanya lahir setelah v1.8. ### Ringkasan tingkat keparahan area A | Kode | Temuan | Keparahan | Upaya perbaikan | |---|---|---|---| | A1 | Rujukan v9 di 6 file, file v9 tak ada; v10 tak terdokumentasi | Tinggi | Sedang | | A2 | SHA256SUMS usang & tak lengkap | Tinggi | Rendah | | A3 | 4 rujukan file/folder menggantung | Sedang | Rendah | | A4 | 2 file ada tapi tak terdokumentasi | Sedang | Rendah | | A5 | Folder backup ikut di paket rilis | Rendah | Rendah | | A6 | File kunci `~$` tertinggal | Rendah | Sepele | | A7 | Dokumen induk tertinggal ke v1.8 | Sedang | Sedang | --- ## B. Kelengkapan pedagogis Sebagai sistem *pengetahuan*, paket ini boleh dibilang lengkap. Celah yang tersisa hampir semuanya di sisi *keterampilan* dan *penopang kelas* — dan sebagian besar sudah Anda kenali sendiri di Roadmap. Saya hanya mempertajam prioritasnya. ### B1. Sumber daya menganggur (P2) — peluang terbesar yang tersisa Empat aset di `Sumber Daya` masih belum terintegrasi penuh: - **Kitab I'rab (3 buah)** — parsing nahwu tiap ayat. Ini bisa menjadi **kunci jawaban** untuk Latihan I'rab 5 langkah di Buku-Kerja-M6 dan latihan nahwu — yang saat ini *tanpa kunci*. Nilai pedagogisnya besar: latihan i'rab tanpa kunci sulit dipakai mandiri/oleh guru non-spesialis. - **Kamus Gharib** — Anda sudah membuat `Glosarium-Gharib.html` (lihat A4), tetapi belum tertanam *inline* di reader/graded reader tempat ia paling berguna. - **Layout QPC 15-baris** — sudah dipakai di Reader Mushaf & Pelacak Kecepatan. Ini aset yang paling sukses dihidupkan. ✅ - **Terjemahan berganda (Kemenag, Sabiq, Complex, Affairs)** — baru Kemenag yang dipakai; fitur "banding terjemah" belum ada. **Prioritas saran:** **Pendamping I'rab (P2-a)** memberi dampak pedagogis tertinggi per usaha, karena ia mengisi satu-satunya bagian latihan yang benar-benar tak punya kunci. Disusul menanam Gharib inline ke dalam reader (menggabungkan `Glosarium-Gharib.html` ke `Reader-Mushaf-*` dan `Antologi`). ### B2. Dimensi audio/simak (P3-b) — celah pedagogis yang lebih penting daripada posisinya di roadmap Roadmap menaruh audio di Prioritas 3, tetapi untuk tujuan **"lancar membaca Al-Qur'an"** secara *tartil*, dimensi dengar-dan-tiru (talaqqi, shadowing) bukan pelengkap — ia inti. Kelancaran membaca teks beraksara non-Latin sangat terikat pada pendengaran pola bunyinya. Paket saat ini melatih mata (reader, graded reader) dan kecepatan (pelacak), tetapi telinga belum. Tanpa melanggar prinsip bebas-vendor, ini bisa berupa: penanda timestamp ayat yang menaut ke audio qari (tautan, bukan server), atau protokol shadowing tercetak yang dipasangkan ke audio yang sudah dimiliki pengguna. **Saran:** pertimbangkan menaikkan audio dari P3 ke P2. ### B3. Latihan i'rab tanpa kunci jawaban Disebut di atas (B1) tetapi layak berdiri sendiri sebagai temuan pedagogis: Buku Kerja sengaja tidak memberi kunci jawaban kosakata (filosofi "cek lewat kamus = bagian latihan" — ini bagus). Tetapi untuk **i'rab dan nahwu**, ketiadaan kunci berbeda dampaknya: siswa mandiri dan guru non-spesialis tak punya cara memverifikasi. Kitab I'rab di Sumber Daya adalah jawaban alaminya. ### B4. Jenjang M8 (Pembuka Kitab) belum punya buku kerja Diakui jujur di README (M8 opsional, belum dibuat). Bukan kekurangan kritis karena M8 opsional/takhassus, tetapi rangkaian "buku kerja M0–M7" terasa menggantung tanpa M8. **Saran:** cukup beri catatan eksplisit di Kurikulum-Induk bahwa M8 dijalankan langsung dengan kitab nyata + deck Jembatan-Kitab, sehingga ketiadaan buku kerja M8 adalah keputusan desain, bukan pekerjaan tertunda. ### B5. Instrumen siap-pakai untuk guru belum ada sebagai berkas Kurikulum-Induk menjelaskan asesmen, rubrik tilawah, dan tes penempatan secara *naratif*, tetapi tidak ada **berkas instrumen siap cetak**: lembar tes penempatan, bank soal ujian kenaikan jenjang, lembar rubrik tilawah. Untuk "dapat diterapkan di lembaga formal", instrumen ini adalah jembatan terakhir dari dokumen ke kelas. Sebagian besar bisa digenerasi dari data (ayat acak per tahap) seperti buku kerja. ### B6. Keterampilan produktif (bicara/menulis) sengaja dihilangkan — pastikan ini disadari lembaga Filosofi "mengenali, bukan memproduksi" tepat untuk tujuan memahami wahyu dan memang memangkas separuh beban. Tetapi lembaga formal tertentu (mis. madrasah dengan target maharah kalam) mungkin mengharapkannya. Ini bukan kekurangan — hanya perlu dinyatakan **di muka, menonjol**, agar lembaga tidak salah ekspektasi. Saat ini pernyataan itu ada tetapi terkubur di prinsip desain. --- ## C. Kualitas & kejujuran ilmiah Ini bagian terkuat paket — dan justru karena standarnya Anda set sangat tinggi, audit di sini berbentuk "menjaga agar tetap kokoh", bukan menambal lubang. ### C1. Tinjauan ahli tetap penghalang #1 menuju publikasi (sudah Anda akui) Terjemahan inti 2.000 lemma dan seluruh contoh sharaf/nahwu adalah karya AI yang ditinjau berlapis **tetapi belum oleh ahli bersertifikat**. Untuk pemakaian pribadi/pilot ini memadai; untuk dicetak massal atau dipakai resmi lembaga, tinjauan ahli bahasa + tafsir + sharaf/nahwu adalah keharusan mutlak. Tidak ada yang perlu diubah pada *pengakuannya* — yang perlu adalah **mengeksekusinya** sebelum skala besar. ### C2. Riwayat bug Tahap 7 menandakan T7 adalah lapisan paling rapuh Dua peristiwa berturut: bug pergeseran terjemahan T7 (v1.17, 1.085 baris direlokasi) lalu perapian bentuk lemma T7 (v10, 160+ bentuk). Pola ini sehat (Anda menemukan & memperbaiki), tetapi sinyalnya jelas: **segala sesuatu yang bergantung pada data T7 (2.001–4.817) berkeyakinan paling rendah.** Inti 2.000 aman. **Saran:** beri penanda keyakinan eksplisit pada keluaran apa pun yang menyentuh T7 (mis. di kamus & reader, entri T7 ditandai "perlu tinjauan"), dan hindari memakai T7 untuk asesmen kenaikan jenjang. ### C3. Hierarki keandalan antar-lini sudah jujur — pertahankan dan tegaskan Anda sudah menyusun gradasi: lini Qur'an (kuat, morfologi teranotasi) > ibadah (teks terverifikasi korpus, terjemah/nomor belum) > hadis/kitab (klasifikasi AI, frekuensi batas-bawah) > media (paling kasar, sumber tak teranotasi). Ini model kejujuran yang patut dipertahankan. **Saran kecil:** sajikan hierarki ini sebagai **satu tabel tunggal** "tingkat keandalan per lini" di README/Induk, supaya pengadopsi melihatnya sekali pandang alih-alih mengumpulkan dari belasan catatan kaki. ### C4. Teks hadis/ibadah dari ingatan penyusun — risiko tertinggi yang tersisa secara konten Buku-Kerja-M7 (12 matan + 1 sanad) dan sebagian Modul Ibadah ditulis dari pengetahuan penyusun. Untuk konten keagamaan, kesalahan kutip matan/sanad lebih sensitif daripada kesalahan terjemah. README sudah memberi ⚠ wajib-verifikasi. **Saran:** jadikan verifikasi teks hadis ke kitab cetak/korpus berharakat sebagai **prasyarat rilis lini hadis**, setara tinjauan ahli untuk lini Qur'an — bukan sekadar peringatan. ### C5. Lisensi (GPL + ODbL) adalah risiko nyata saat distribusi, bukan sekadar catatan kaki Quranic Arabic Corpus berlisensi **GPL**; Open Hadith Data **ODbL** (share-alike). Keduanya menuntut atribusi dan, untuk turunan/distribusi (apalagi komersial), kepatuhan lisensi yang serius. Untuk kurikulum yang Anda niatkan sebagai wakaf dan "diterapkan di lembaga", ini bisa menjadi penghalang hukum jika lembaga mendistribusikan ulang. **Saran:** angkat ini dari "catatan" menjadi **satu halaman kebijakan lisensi** yang tegas: apa yang boleh/tidak boleh dilakukan lembaga pengadopsi, dan apakah seluruh paket akan dirilis di bawah lisensi yang kompatibel (mis. share-alike) — keputusan yang sebaiknya diambil sadar, lebih awal. ### C6. Konsistensi angka — sejauh diperiksa, baik Saya silang-periksa tangga cakupan: sheet `Panduan` v10 (57/74/81/89/93/95%) cocok dengan README dan Kurikulum-Induk. Hitungan lemma (4.817 total, 2.000 inti) cocok dengan isi sheet (4.818 & 2.001 baris termasuk header). Tonggak ayat terbuka (69/464/1.127/2.385/3.221/3.926) konsisten antar-dokumen. **Satu risiko ke depan, bukan kesalahan sekarang:** angka cakupan tersimpan di *dua tempat* (sheet Panduan dan teks README/Induk). Begitu salah satu direvisi, yang lain bisa tertinggal. **Saran:** tetapkan sheet `Panduan` sebagai *satu-satunya sumber kebenaran* angka, dan di dokumen lain rujuk "lihat sheet Panduan" alih-alih menyalin angka. --- ## D. Perampingan & struktur Masalah di sini bukan "terlalu sedikit" melainkan "terlalu banyak pintu tanpa peta". Paket sudah memuat ±30+ jenis berkas dalam belasan lini. Bagi Anda yang membangunnya, semua jelas; bagi guru/lembaga baru, ini membebani. ### D1. README terlalu padat sebagai pintu masuk README sekarang ±146 baris dengan satu tabel "Isi paket" berisi ±50 entri, lalu 16 langkah pemakaian, lalu riwayat panjang. Ini dokumentasi rilis yang baik, tetapi **bukan pintu masuk yang ramah**. Seorang guru baru tidak tahu 5 file mana yang harus dibuka lebih dulu. **Saran:** Tambahkan di paling atas README sebuah **"Mulai dari sini" (≤10 baris)**: 3 jalur ringkas — *(1) Saya guru/lembaga → buka Kurikulum-Induk*; *(2) Saya pelajar mandiri → impor Anki + buka Antologi*; *(3) Saya ingin memeriksa data → buka xlsx + skrip*. Sisanya tetap di bawah sebagai referensi. ### D2. Lini-lini perlu dikelompokkan ke dalam lapis, bukan didaftar sejajar Saat ini "Jembatan Qur'an-Hadis", "Jembatan Kitab", "Jembatan Media", "Jembatan Ibadah", "Jembatan Percakapan", "Kolokasi", "Sharaf", "Nahwu", "Antologi", "Reader", "Pelacak" semua tampil sebagai entri sejajar. **Saran:** kelompokkan secara visual menjadi tiga lapis yang sudah ada dalam pikiran Anda: 1. **Inti wajib** (kosakata, sharaf, nahwu, frasa/ayat, kamus, Anki inti, buku kerja M0–M7). 2. **Latihan kelancaran** (Antologi, Reader Mushaf, Pelacak Kecepatan). 3. **Jembatan & pengayaan opsional** (hadis, kitab, media, ibadah, percakapan, kolokasi). Pengelompokan ini langsung mengurangi rasa kewalahan tanpa menghapus apa pun. ### D3. Pisahkan "data mentah transparansi" dari "data pakai" Banyak xlsx memuat sheet kandidat mentah / PILOT / SKOR (mis. `Jembatan-*-PILOT`, `Jembatan-Kitab-SKOR-Turats`, sheet "882 pasangan mentah", "400 kandidat berklasifikasi"). Ini bagus untuk transparansi tetapi mengaburkan mana yang dipakai. **Saran:** pindahkan berkas/sheet mentah ke subfolder `data-mentah/` (atau sheet bertanda jelas "MENTAH — bukan untuk dipakai"), sehingga folder utama hanya berisi yang siap pakai. Tidak ada yang dihapus; hanya dirapikan. ### D4. Duplikasi `.md` + `.docx` — keputusan yang baik, tapi tegaskan alur sumbernya Hampir setiap modul ada dalam .md dan .docx. Ini tepat (md = sumber/diff-able, docx = cetak/baca). Risiko: bila seseorang mengedit .docx langsung, ia akan ditimpa saat regenerasi dari .md. **Saran:** beri satu baris di README: ".md adalah sumber; .docx digenerasi otomatis via `skrip/md2docx.js` — jangan edit .docx langsung." ### D5. Apa yang **tidak** perlu dihapus Untuk menyeimbangkan: jangan tergoda menghapus lini "opsional" (media, percakapan) demi keramping­an. Mereka berbiaya rendah, jujur ditandai, dan menambah nilai nyata bagi sebagian pengguna. Perampingan yang dibutuhkan adalah **penataan dan pengelompokan**, bukan pemangkasan isi. --- ## E. Rekomendasi terprioritas (gabungan empat area) Urutan di bawah mengoptimalkan **dampak ÷ usaha**. ### P0 — Cepat, berdampak tinggi, hampir tanpa risiko (lakukan dulu) 1. **Bereskan version drift v9→v10** (A1): cari-ganti rujukan di 6 file, dokumentasikan 2 sheet baru v10 di README. 2. **Regenerasi `SHA256SUMS.txt`** untuk seluruh file paket saat ini (A2); buat skrip agar otomatis ke depan. 3. **Bersihkan rujukan menggantung** (A3) dan **dokumentasikan file tak-tercatat** (A4): `Glosarium-Gharib.html`, `Jembatan-Kitab-SKOR-Turats.xlsx`. 4. **Keluarkan folder backup & file `~$`** dari paket rilis (A5, A6). 5. **Tambahkan blok "Mulai dari sini"** di README + kelompokkan isi menjadi 3 lapis (D1, D2). ### P1 — Berdampak tinggi, usaha sedang 6. **Perbarui Kurikulum-Induk ke status terkini** (A7): tandai item Bab 10 yang sudah selesai, perbarui peta sumber daya Bab 2. 7. **Bangun Pendamping I'rab (P2-a)** dari 3 kitab I'rab sebagai kunci jawaban latihan i'rab/nahwu (B1, B3) — celah pedagogis paling tajam. 8. **Tanam Gharib inline** ke Reader & Antologi (B1) — satukan `Glosarium-Gharib.html` ke dalam tempat ia paling berguna. 9. **Buat satu tabel "tingkat keandalan per lini"** (C3) dan **satu sumber kebenaran angka cakupan** = sheet Panduan (C6). ### P2 — Penting, terikat keputusan strategis Anda 10. **Naikkan dimensi audio/simak** dari P3 ke prioritas nyata (B2) — penting untuk tartil. 11. **Buat instrumen guru siap-cetak** (B5): tes penempatan, bank soal kenaikan jenjang, lembar rubrik. 12. **Tetapkan kebijakan lisensi** GPL/ODbL secara tegas (C5) sebelum distribusi lembaga. 13. **Sebelum publikasi luas:** eksekusi tinjauan ahli inti 2.000 lemma + verifikasi teks hadis/ibadah ke kitab cetak (C1, C4). --- ## F. Apa yang harus dijaga (jangan diubah) Audit yang baik juga menyebut yang sudah benar agar tidak rusak saat merapikan: - **Prinsip frekuensi-dulu** dan **filosofi mengenali-bukan-memproduksi** — keduanya adalah ruh yang membuat paket ini efisien. Jangan diencerkan demi kelengkapan ala kitab klasik. - **Reproduktibilitas via `skrip/`** — pertahankan disiplin "semua turunan lahir dari data + skrip". - **Budaya catatan kejujuran** — ini pembeda paket Anda dari hampir semua kurikulum lain. Rapikan penyajiannya (C3) tetapi jangan kurangi substansinya. - **Prinsip bebas-vendor & offline** — alasan paket ini bisa "tidak lekang oleh waktu". Setiap penambahan (termasuk audio) harus tunduk pada prinsip ini. --- ## Lampiran — metode audit Pemeriksaan dilakukan langsung atas isi folder pada 17 Juni 2026: pembacaan penuh `README.md`, `Kurikulum-Induk.md`, `Roadmap-Kelancaran-Membaca.md`, `Modul-Nahwu-Berjenjang.md`; pemindaian struktur seluruh berkas & `skrip/`; inspeksi langsung `Kurikulum_Quran_Berjenjang_v10.xlsx` (daftar sheet, hitungan baris, sheet Panduan & Perapian T7); silang-periksa rujukan file via pencarian teks; pembandingan daftar file aktual terhadap `SHA256SUMS.txt`. Audit ini tidak mengubah berkas paket mana pun. Penilaian pedagogis bersandar pada tujuan yang Anda tetapkan sendiri (lancar membaca & memahami Al-Qur'an) dan praktik umum pemerolehan bahasa; seperti paket itu sendiri, penilaian ini belum diuji lapangan.